Home / Badan Otonom / Satukan Gerakan, Kekuatan Kader dan Alumni PMII Luar Biasa Di Kabupaten Sambas

Satukan Gerakan, Kekuatan Kader dan Alumni PMII Luar Biasa Di Kabupaten Sambas

Sambas – NU Khatulistiwa,  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebenarnya memiliki alumni yang hebat dan jumlah kader yang sangat potensial di Kabupaten Sambas. Hanya saja, yang sering menjadi persoalan adalah potensi tersebut tidak terkoneksi secara baik sehingga menjadi kekuatan yang dahsyat untuk mengembalikan Sambas sebagai Serambi Mekah., Rabu, 11/10

Pengurus Wilayah Ikatan Alumni PMII (PW IKA-PMII) Provinsi Kalimantan Barat menyapa sahabat/i kader dan alumni PMII di Kabupten Sambas. Kegiatan ini dilaksnakan di CW Coffee dan Pantura Hotel. Suasana santai dan salok menjadi daya tarik kehadiran sahabat/i yang mengantarkan diskusi hingga jam 3 dinihari.

Sahabat Ketua Umum IKA-PMII Sambas Mursidin, S.Ag, M.Ag dan Sekretaris Umum Dr. Serli Mahrus, S.Pd.I, M.Ag memimpin diskusi kali ini. Hal yang dibahas seputar strategi menyatukan gerakan ditengah arus perubahan masyarakat dan penguatan internal organisasi. Hadir menjadi tamu kali ini yaitu Sekretaris Umum PW IKA-PMII Kalimantan Barat sahabat Didi Darmadi, S.Pd.I, M.Lett, M.Pd. dan pengurus lainnya.

Dalam suasana diskusi yang santai dicafe, sahabat Didi Darmadi menyampaikan urgensi menggali potensi gerakan melalui pemetaan segala potensi kader dan juga alumni. Jika sudah terpetakan, maka harus sering melakukan konsolidasi untuk menyatukan gerakan sehingga terkoordinir dengan baik.

“Kabupaten Sambas ini sangatlah potensial, karena memiliki alumni yang hebat dan militan. Namun terlihat pergerakannya masih belum terkoneksi dengan baik antar alumni. Padahal secara pendidikan alumni di Sambas rata-rata sudah berpendidikan doktor, dan menempati bebagai posisi strategis, baik di organisasi masyarakat maupun di pemerintahan dan perguruan tinggi. Disisi lain, kader juga sangat banyak, namun hanya terlihat dikegiatan-kegiatan formal organisasi saja, belum terlalu terlihat gerakannya dalam mengawal alumni dan mengawal pembangunan di Sambas. Nah ini yang menjadi PR bersama, harus dibenahi, agar tidak mudah terkooptasi dan tergerus perubahan dan pembangunan,” ujar Pengurus FKUB Kalbar ini.

Itu potensi secara internal alumni dan kader PMII. Belum lagi kalau melihat peluang gerakan yang ada di Kabupaten Sambas, salah satunya ialah bahwa Sambas dikenal kalangan luar sebagai tanahnya ulama di Borneo, maka perlu digarap potensi wisata relegius, apalagi salah satu ulamanya yaitu Syaikh Ahmad Khatib Assambasy merupakan ulama tersohor pendiri Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN).

“Semua orang sudah paham bahwa secara historis Sambas itu dikenal sebagai daerah yang maju dari sisi pendidikan dan kebudayaannya. Maka alumni dan kader PMII bisa melakukan gerakan dengan menjaga segala bentuk warisan budaya dan pendidikan, salah satunya dengan menyediakan wisata religi, untuk mengembalikan Sambas sebagai Serambi Mekah, yang terkenal bukan hanya di nusantara tetapi juga hingga ke timur tengah dan belahan dunia lainnya. Inilah langkah nyata yang bisa kita lakukan untuk ikut serta berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Sambas ke depannya,” pungkas Didi yang juga Pengurus MUI Kalimantan Barat. (AF)

Check Also

Rais Syuriyah PWNU Kalbar Hadiri Pelantikan IPNU dan IPPNU Kabupaten Ketapang

Ketapang – NU Khatulistiwa, Pimpinan Cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar …

Tinggalkan Balasan