Home / Berita / Presiden Turki Erdogan Muncul Kembali Setelah Absen dari Kampanye Akibat Infeksi Perut

Presiden Turki Erdogan Muncul Kembali Setelah Absen dari Kampanye Akibat Infeksi Perut

Turki – NU Khatulistiwa,Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, akhirnya muncul di depan publik untuk pertama kalinya setelah tiga hari tidak muncul di kampanye menjelang pemilihan presiden dan parlemen yang akan diadakan pada 14 Mei. Erdogan harus absen karena menderita infeksi perut yang membuatnya sakit selama tiga hari.

Dalam penampilannya yang pertama setelah absen, Erdogan terlihat sehat-sehat saja dan mengenakan jaket warna merah. Dia berjalan di atas panggung festival penerbangan di Istanbul dan melemparkan bunga kepada para pendukungnya yang membawa bendera.

Tidak hanya itu, dalam acara penerbangan akhir pekan ini, drone tempur buatan Turki juga akan menjadi sorotan utama. Kedua negara pernah menggunakan drone tempur buatan Turki dalam perang.

Meskipun masalah pencernaan yang dideritanya mudah diobati dan biasanya sembuh dalam beberapa hari, kondisi kesehatan Erdogan telah mengganggu upaya kampanyenya untuk merebut momentum menjelang pemilihan yang dianggap sebagai pemilihan paling penting dalam beberapa generasi terakhir di Turki.

Namun, Erdogan tampak sehat saat menyampaikan pidatonya dengan mikrofon di tangannya, menggambarkan upaya pemerintah untuk membantu korban gempa bumi besar pada bulan Februari yang menewaskan lebih dari 50.000 jiwa. Namun, dia enggan membahas mengenai absennya selama beberapa hari karena sakit.

Menurut survei, pada saat Erdogan sakit, posisinya di puncak tampaknya mulai terancam oleh rivalnya, Muharrem Ince, yang telah membentuk koalisi luas termasuk beberapa mantan sekutu Erdogan, kaum liberal, konservatif, dan nasionalis.

Erdogan telah muncul di lima kota selama kampanyenya selama dua hari sebelum sakit di acara televisi larut malam. Ia mencoba untuk mengganti absennya dengan tampil dalam acara melalui video.

Meskipun begitu, partai konservatif Erdogan masih memegang kendali parlemen melalui aliansi dengan partai ultra-nasionalis Gerakan Partai Nasionalis (MHP).

Berdasarkan hasil survei, posisi Erdogan di puncak tampaknya mulai terancam oleh rivalnya, Kemal Kilicdaroglu. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepopuleran Erdogan adalah kebijakannya dalam membangun jutaan rumah baru dan upayanya untuk mengembalikan kekuatan militer Turki. (red)

Check Also

Satukan Gerakan, Kekuatan Kader dan Alumni PMII Luar Biasa Di Kabupaten Sambas

Sambas – NU Khatulistiwa,  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebenarnya memiliki alumni yang hebat dan …

Tinggalkan Balasan