Home / Opini / Tahun Baru 2022: Masa Depan Indonesia Dirundung Pilu

Tahun Baru 2022: Masa Depan Indonesia Dirundung Pilu

Pipit Widiatmaka, S. Pd., M. Sc

Dosen IAIN Pontianak     

Tahun 2022 merupakan moment tahun baru, yang biasanya setiap orang meiliki keoptimisan di dalam dirinya untuk menatap masa depan yang diharapkan akan semakin cerah, namun bagi bangsa Indonesia terlihat sebaliknya. Pandemi covid-19 merupakan tantangan berat bagi bangsa Indonesia, yang hingga saat ini membuat kecemasan masyarakat terkait masa depan Indonesia ke depan, mengingat hutang Indonesia semakin menumpuk hampir 7000 T. Hutang tersebut akan menjadi beban masyarakat karena diprediksi akan berdampak pada kenaikan pajak (listrik, kendaraan dll), selain itu perpindahan ibu kota negara yang direncanakan tahun 2024 juga menjadi beban karena membutuhkan pembiayaan yang sangat besar. Di sisi lain, banyak oknum pemerintah yang memanfaatkan moment ini atau aji mumpung dengan kewenangan yang melekat padanya, yaitu dengan melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan tertentu demi keuntungan pribadinya, seperti vaksin dan alat tes covid-19 sehingga dapat dikatakan saat ini negara sedang berbisnis dengan rakyatnya. Hal tersebut menjadi peristiwa yang sangat menyedihkan bagi bangsa Indonesia saat ini, bahkan ke depan.

Fenomena yang lain, yaitu masalah korupsi di Indonesia yang mengancam masa depan bangsa Indonesia. Korupsi hingga saat ini sudah mengakar di Indonesia, dari tahun ke tahun korupsi di Indonesia semakin meningkat, hingga saat ini data dari KPK sudah lebih dari 1.291 kasus yang ditangani KPK. Kasuh terakhir yang menfaatkan moment atau aji mumpung ketika pandemi covid-19 adalah mantan Menteri Sosial (Juliari P Batubara) yang mengambil hak rakyat kurang lebih sebesar Rp. 14,5 Milyar.  Kasus tersebut hanya dari salah satu kasus dari puluhan yang tidak terlihat, belum lagi beberapa kasus kepala daerah serta oknum-oknum bawahannya. Ternyata yang berjamaah tidak hanya di dalam sholat saja, nelainkan korupsi pun juga berjamaaah. Fenomena ini merupakan potret buram Indonesia yang akan berdampak pada masa depan Indonesia ke depan. Apabila melihat fenomena saat ini, ternyata pernyataan Bung Karno yang menyatakan “Perjuanganku lebih mudah karena hanya mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”, terbukti dan sangat berat permasalahan bangsa Indonesia saat ini.

Pendidikan juga menjadi masalah bagi bangsa Indonesia, mengingat pandemi covid-19 menjadi suatu keharusan belajar peserta didik dengan cara belajar di rumah atau dengan daring. Hal ini berdampak pada minat belajar peserta didik menjadi menurun, karena tugas yang diberikan oleh guru kepada peserta didik dikerjakan oleh orang tua khususnya peserta didik yang duduk di bang SD. Kemudian di tingkat SMP dan SMA memnafaatkan moment ini dengan lebih banyak bermain game dengan smatporm-nya, dari pada belajarnya. Fenomena ini membuat psimis apabila menatap masa depan Indonesia ke depan, karena H.A.R Tilaar pernah mengatakan mengatakan “apabila ingin melihat masa depan Indonesia, lihatlah apa yang dilakukan anak muda sekarang”.

Fenomena tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan rakyat Indonesia di tahun baru 2022, apabila menginginkan Indonesia ke depan lebih baik, namun peristiwa tersebut membuat ibu pertiwi menangis karena merasakan pedihnya perasaan, karena melihat bangsa Indonesia saat ini sedang sakit dan masa depannya sedang dirundu pilu.

Check Also

PAC IPNU Pontianak Timur Resmi Dilantik, Imam Tunggu Bukti Ikrar Pengurus

Pontianak – NU Khatulistiwa, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Pontianak Rekan Ahmad …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com