Home / Opini / Corona, Ujian Kemanusiaan Kita

Corona, Ujian Kemanusiaan Kita

Oleh: Dr.Ibrahim, MA

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna” (Q.S. 17: 70)

Kutifan ayat di atas, oleh para ahli tafsir dipandang sebagai refresentasi dari kesempurnaan manusia dan nilai kemanusiaan kita yang Allah telah ciptakan. Dengan posisi yang demikian itu, seharusnya nilai kemanusiaan ini menjadikan manusia hidup lebih arif dan bijak, termasuk dalam menghadapi situasi dan kondisi pandemi saat ini. Lantas, apa persoalan dengan kemanusiaan kita? Mengapa kemanusiaan kita menjadi penting di tengah situasi pandemi corona ini? Mari kita mulai diskusinya dengan menyimak sinopsis berikut:       

Baca Tulisan Sebelumnya Corona, Ujian Ketauhidan dan Kemanusiaan Kita

“Ketika harta dan kekayaan menjadi simbol kemewahan yang diburu banyak orang. Ketika kedudukan dan jabatan dikejar demi meraih prestise dan harga diri. Ketika kemewahan dunia berhasil diraih dan membuat kita merasa besar hati, bahkan menyombongkan diri. Ketika perasaan menjadi orang hebat, berkuasa, berkedudukan dan bahkan bisa mengatur dunia telah melanda pikiran sebagian diri kita. Ketika semua rasa dan kuasa itu membuat diri seakan hanya berhak dihormati, disanjung, dan dipuja. Ketika kepedulian dan kasih sayang sesama mulai hilang dalam kehidupan kita. Ketika semua itu terjadi, Allah Swt mengirimkan makhluk kecil-Nya, bahkan sangat kecil sejenis biomikroba yang tak kasat mata yang bernama corona, disitulah kita semua baru tersadar, kalau ternyata apa yang kita rasa, kita punya dan kita banggakan selama ini tidak ada apa-apanya, dan justru menyesatkan kita”.

Bacalah cerita putri dari seorang Milyarder asal Portugal (Antonio Vieira Monteiro) yang harus meregang nyawa karena corona, sedikitpun tiada berguna harta kekayaannya. Atau Putri kerajaan Spanyol, dan banyak lagi tokoh “besar” yang sama sekali tak berdaya melawan kuasa Allah dalam diri corona, meskipun mereka punya kekuasaan, kedudukan dan bergelimang harta.

Harta kekayaan yang melimpah tidak lagi bisa menghindarkan diri dari ancaman virus corona. Kedudukan dan jabatan tinggi juga tidak sedikitpun mampu melindungi kita dari ancaman makhluk kecil yang bernama corona. Kemewahan apapun di dunia ini, yang selama ini kita banggakan dan membuat sebagian kita besar hati dan sombong, hanya akan tertunduk lesu di hadapan makhluk Allah yang super kecil, bernama corona.

Corona datang seakan-akan membawa misi penyadaran kepada kita manusia, bahwa hidup ini hanyalah sesa`at- sementara (Q.S. 7: 34). Tidak ada yang lebih kuasa kecuali Allah sang pencipta (Q.S. 5: 120). Jangan pernah jadikan harta kekayaan, kedudukan dan jabatan, dan apapun kuasa dunia menjadikan kita merasa berhak mengatur dan menindas sesama (Q.S. 31: 18; Q.S. 16: 23). Corona datang bukan saja mengajarkan kita menjadi seorang hamba yang benar, mengabdi dan menyembah hanya kepada-Nya (Q.S. 51: 56), melainkan juga mengajarkan bagaimana semestinya kita hidup dan menjalani hidup sebagai manusia yang baik dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, yang mampu mengimplementasikan keimanan dan ketakwaan dalam misi kemanusiaan (Q.S. 2: 177).

Corona yang menjadi pandemi hari ini sesungguhnya bukan lagi persoalan individu, karena ia tidak akan pernah peduli dengan siapapun individu kita, apalagi terhadap sikap egosime dan kesombongan manusia. Tidak akan ada seorangpun yang bisa menghindarkan diri dari ancaman virus ini hanya dengan egoisme diri dan kesombongan.

Corona hadir dan menjadi pandemi hari ini justru menuntut pentingnya arti kebersamaan dalam hidup, kekompakan, kepedulian sesama, kesatuan pikiran dan gerak langkah sebagai sebuah bangsa. Artinya, dengan semua nilai ini, kita manusia akan selamat dan terhindar dari wabah penyakit yang menyertainya. Inilah ujian kemanusiaan kita hari ini.

Bahwa dengan corona, kita diuji untuk mampu membangun kebersamaan dan kekompakan dari semua elemen bangsa untuk mengatasinya. Kita diuji untuk peduli sesama, yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang miskin, yang sehat membantu yang sakit, yang aman membantu yang terdampak, yang sehat saling menjaga kesehatan diri dan orang lain, yang sakit menjaga diri untuk sehat dan tidak menularkan kepada orang lain, dan seterusnya.

Corona juga menguji kemanusiaan kita untuk mampu membangun kesatuan pikiran dan gerak langkah bersama sebagai sebuah bangsa dalam upaya menghindari dan mengatasinya. Kesatuan pikiran dan gerak langkah bersama untuk mampu mengambil kebijakan aturan dan mematuhinya. Dengan begitu, seharusnya tidak ada lagi dari kita yang ngenyel, yang menganggap spele dan acuh terhadap ketentuan (protokol kesehatan) untuk keselamatan bersama.

Corona menguji kemanusiaan kita untuk mampu bertenggang rasa atas kesulitan dan kesusahan sesama akibat terdampak pandemi, rela mengulurkan bantuan bagi yang memerlukan, ikhlas memberikan perlindungan kesehatan untuk keselamatan bersama, bersedia menjaga kesehatan untuk diri, keluarga dan orang lain.

Corona menguji kemanusiaan kita untuk saling berbagi dan tidak lagi saling memonopoli, saling menyayangi dan tidak lagi saling menindas, peduli sesama dan tidak lagi saling acuh dan membiarkan, merendahkan diri bersahaja dan tidak lagi sombong dan angkuh kepada sesama.

Corona menguji kemanusiaan kita untuk mampu berempati atas musibah dan bencana yang menimpa sesama, dengan saling menjaga dan melindungi, saling menguatkan dan memotivasi, bukan justru menelantarkan, menjatuhkan, apalagi mengucilkan sesama. Jika semua ujian ini bisa kita lalui, maka kita bisa berhadap dengan kekuatan kemanusiaan kita dalam menghadapi ancaman wabah ini. Jika kita berhasil lolos dalam ujian kemanusiaan ini, kita bukan saja mampu mewujudkan kemanusiaan yang sesungguhnya dalam diri, melainkan mampu menghindarkan diri kita dan bangsa ini dari ancaman yang lebih mengerikan lagi dari wabah pandemi ini. Semoga Allah Swt mengampuni kita semua, dan segera mengakhiri ujian ini, dengan mengangkat kembali makhluk kecil Nya yang bernama corona ke tempat asalnya. Aamiinya Rabbal `aalamiin.

Check Also

PC IPNU IPPNU Kabupaten Mempawah adakan Pelatihan Desain Grafis dan Buka Bersama

Mempawah – NU Khatulistiwa, Desain grafis merupakan suatu hal Yang penting dimiliki oleh sebuah organisasi …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com