Home / Berita / Masjid Al Jinan Gelar Pengajian Isra’ Mi’ raj Perkuat Ukhuwah

Masjid Al Jinan Gelar Pengajian Isra’ Mi’ raj Perkuat Ukhuwah

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Ikatan Remaja Islam (IKA RISMA) Masjid Al Jinan gelar Pengajian Isro’ dan Mi’roj Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam di Masjid Al – Jinan Jl. Parit Bunga Baru Desa Madu Sari Rt 02/01 Sungai Raya. Ahad (1/3) Pagi.

Momentum kegiatan yang bertepatan diawal bulan maret ini yang memasuki tanggal 5 bulan Rojab 1441 Hijriah ini, menjadikan momentum dengan tema PengajianTabligh Akbar ialah “Jadikan Hikmah Isro’ dan Mi’roj Nabi Muhammad SAW sebagai Penguat Ukhwah Islamiyah”.

Turut serta dihadiri oleh ulama tersohor KH. Moch. Zuhri Zaini. BA selaku Pengasuh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur. Kepala Desa Madu Sari Bapak M. Hasan Tadok, Para Sesepuh Tokoh Agama seperti KH. Abdus Somad,KH.Mahrus,KH. Munawwir Rois Syuriah PRNU Madu Sari, Lora Ahmad Ikhwan Rohman Ketua Ranting NU Madu Sari, Tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda, dan Jamaah beserta tamu undangan muslimin muslimat.

Ustadz Ma’ruf AlFuradin selaku Ketua Panitia Isro’ dan Mi’roj Masjid Aljinan mewakili Ketua Masjid Terimakasih kepada KH. Mochammad Zuhri Zaini Mu’in yang telah sudi berkenan mengisi Rangkai acara tersebut, dan mohon maaf atas segala kekurangan dalam bentuk pelayan, penyambutan, tempat keadaan masjid yang masih belum rampung di renovasi serta apapun yang kiranya membuat hadirin tamu undangan tidak berkenan dihati. tutupnya.

Dalam Muidzotul Hasanahnya KH. Zuhri Zaini memaparkan bahwa Peringatan Isro’ dan Mi’roj sudah terpapar jelas dalam nash alqur’an surat Al Isro’ ayat pertama. Tentang sebuah peristiwa Kanjeng Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam, yang menuju Baitul Maqdis dan Sidrotul Mustofa hingga langit ketujuh. Untuk menghadap Allah Subhanahu Wataala. lanjutnya.

Adanya kegiatan ini untuk mengambil hikmah sebuah perintah Allah akan Ibadah Pokok yakni sholat. Dan Masjid sebagai tempat bersujud adalah sebaik baiknya tempat karena merupakn salah satu rumah Allah. Kemudian bagaimana kita untuk ingat dan terus diingatkan melalui momentum seperti ini. Yang mana pada hakikatnya manusia akan kembali pada Robbnya, dan menanti janji Allah yakni syurganya.

“Namun. Ibadah itu tidak hanya Sholat, Zakat, Puasa dan Haji. Karena hal yang sedemikian ialah merupakan Ibadah Pokok, sedangkan ibadah penunjangnya sangat banyak seperti mencari ilmu, mencari nafkah, dan lain sebagainya.” ujar beliau.

“Isro’ Mi’roj adalah perjalanan Rasulullah Menuju Allah dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqso dari Baitul Maqdis ke Sidrotul Muntaha.
Apa sebab perantara Isro’ dan Mi’roj harus melalui Masjid. Datang dan Kembali Ke Allah.
Sejatinya kita ini berasal dari Syurga sebab Nabi Adam Alaihi Wasallah asalnya diciptakan di syurga. Dan Dunia sebagai tempat ujiannya manusia harus mampu melaluinya dengan syafaat baginda Nabi Muhammad S.A.W kita kelak akan kembali lagi.” tuturnya.

“Dengan keistimewaan Ilmunya Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan malaikat yang tercipta dari Cahaya (Nur) hanya memiliki akal tidak Allah berikan Nafsu. Berbeda dengan manusia yang diberikan Akal Pikiran dan Nafsu. Allah Uji Manusia menjadi Kholifah dimuka bumi ini. Maka Malaikat pun bersujud kepada Adam lantaran perintah Allah Subhanahu Wataala”. ungkapnya.

Masjid juga sebagai tempat ibadah ya tentunya harus layak, meski kita saat ini berada dalam masjid khawatirnya atapnya bocor ya semoga segara cepat selesai dalam renovasinya (guyon beliau) takmir dan jamaah
.Meski ibadah sholat tak mesti dilakukan dalam masjid, bisa dirumah dihutan dan tempat yang lain asal tahu arah kiblat, kecuali sholat jumat harus diusahakan di masji

Pesan beliau, dalam dawuhnya pentingnya memperkuat hubungan silaturrahmi dengan Allah (Habblum Minallah) dan Hubungan silaturrahmi dengan memperkuat ukhwah islamiah (Hablum Minannas). Kaitannya meski sulit mencari nafkah intinya selama berkah sebagai ibadah. Begitupun menolong agama Allah. Dan apalagi menginvestasikan harta kita sesuai kapasitas kita untuk masjid (baitullah) maka kelak gantinya Allah balas dengan dibangunkan istana disyurga untuk kita. ajaknya.

“Bukti sebuah keyakinan tingkat ma’rifah yang tinggi seperti Siti Maryam Ibunda nabi Isa Alaihi Wasallam. Dengan penuh keyakinan maka tidak ada yang tidak mungkin dari Allah untuk memuliakan kekasihnya. Meskipun Siti Maryam mendapatkan perhatian khusus dari Allah. Dan ini juga sama dengan kisah Kiai Majib di Probolinggo yang memiliki santri ribuan tetapi beliau tidak memiliki lahan sawah dan toko. Namun bisa mencukupi kebutuhannya dan santrinya.”

Maka mari kita pelihara sholat sebagai bekal amal yang kelak menjadi penolong kita. Sebab sholat itulah nanti amalan pertama yang di hisab. Dan usahakan sholat tersebut dengan khusyuk bukan Ngusok (marah). Sebab dengan ibadah sholat kita yang tunduk sujud menempelkan dahi/kening kita untuk menghinakan diri. Demi menyambunhkan hati dengan Allah. Karena didalam sujud itulah kita dianjurkan perbanyak mengingak hati. Dan ini semua tidak cukup dilakukan dengan hati, akan tetapi juga lisan dan badan kita harus dipasrahkan kepadanya.tutupnya.

Acara Isro’ dan Mi’roj dimeriahkan oleh team Hadrah Al – Asy’ariah Pimpinan Ustadz Faris Amran Rasu’din, Ustadz Jaka dan Ustadz Ahsanul Fufron Assulaiman dari Parit Senang Hati Desa Madu Sari. Kemudian acara ditutup dengan pembacaan Doa langsung dipimpin oleh KH. Mohammad Zuhdi Zaini Mu’in. [Ulil Abshar]

Check Also

PW JRA Kalbar Gelar Pelatihan Bektogur di Kapuas Hulu

Kapuas Hulu – NU Khatulistiwa, Pengurus Pimpinan Wilayah Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com