Home / Berita / Dialog Publik Cagar Suara Kawula dan Prodi SAA : Tolak Primordial dan Diskriminasi Dengan Memperkuat Literasi

Dialog Publik Cagar Suara Kawula dan Prodi SAA : Tolak Primordial dan Diskriminasi Dengan Memperkuat Literasi

Pontianak – NU Khatulistiwa. Cagar Suara Kawula khatulistiwa menjalin kerja  sama dengan Program Studi Agama-Agama Fakultas  Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Pontianak dalam menggelar acara dialog publik dengan tema “Memperkuat Literasi, Menolak Primordial dan Diskriminasi” di gedung Aula Syekh Abdul Rani IAIN Pontianak Sabtu 21 Desember 2019.

Acara ini dihadiri oleh Dr.Abdul Mukti Rouf. M.Ag. selaku keynot Speak sekaligus wakil rektor 3 IAIN Pontianak, Ridwan Rosdiawan,M.A selaku ketua Prodi Studi Agama-Agama sekaligus pemateri, M.Hasani Mubarok selaku Pemateri Pegiat Literasi Pesantren dan Miqi Zulkarnaen S.Sos selaku moderator.

Rahmad Hidayat selaku ketua panitia sekaligus Anggota CARAKA Khatulistiwa mengaku bahwasannya Acara ini telah disiapkan dengan sedemikian rupa , dan bersyukur bisa terlaksana dengan lancar. Menurutnya acara ini bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah yang kian terjadi di Indonesia yakni adanya promordial berlebihan akibat kurang nya literasi.

Sementara itu saudara Nur Kusmayadi selaku ketua Caraka Khatulistiwa sendiri mengatakan bahwasannya acara ini merupakan hasil dari jalinan kerja sama antara caraka khatulistiwa dengan Prodi SAA IAIN Pontianak.

” Kami sengaja bekerja sama dengan Studi Agama-Agama karna SAA sendiri merupakan bidang yang telah memahami masalah perbedaan agama. Tidak asyik rasanya apabila berbicara masalah promordial dan deskriminasi tanpa melibatkan agama” ungkap Nur Kusmayadi

Dalam penyampaian materinya, Dr. Abdul Mukti Rouf, M.Ag menjelaskan kerukunan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk di pertahankan apalagi mengingat semboyan  sebagai warga negara Indonesia yakni Bhinneka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu .

” Toleransi merupakan sesuatu yang baru dan tidak lebih kuat dari kerukunan. Kebersamaan dan kerukunan adalah sesuatu yang fundamental begitupun Bhinneka Tunggal Ika merupakan kalimat yang spiritual dan bersejarah yang harus selalu kita  gaungkan dan pertahankan” lanjut pak Abdul Mukti

Sedangkan Muhammad Hasanie Mubarok memaparkan tentang pesantren sebagai tempat paling adil dalam memberikan suatu pendidikan tanpa membeda-bedakan ,di pesantren memuat santri dari berbagai kabupaten dan kota yang tentunya memiliki tradisi yang berbeda-beda. Ia juga menyampaikan tentang Radikalisme , meurutnya radikalisme tidak punya agama. Ia menyampaikan bahwa cara menagkal radikalsime dengan melestarikan tradisi intelektual.

“Radikalisme bukan bagian dari keagamaan dan cara satu-satunya agar kita bisa memperkuat agama dan tidak radikal ialah memperbanyak literasi yakni membaca dan menulis” lanjutnya

Dalam Dialog Publik yang bertema “Memperkuat Literasi,Menolak Promodial dan Diakriminasi” ini.  Ridwan Rosdiawan.MA. selaku ketua Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut e Agama Islam Negeri Pontianak selaku pemateri  juga menyampaikan bahwa setiap individu memiliki Primordial akan tetapi positif atau negatifnya tergantung bagaimana individu tersebut membawa primordial ke ranah yang tepat.

Menurutnya Primordial merupakan sesuatu yang sudah melekat di dalam diri tiap individu sejak awal. Pada dasarnya primordial bukan kah hal yang negatif akan tetapi apabila di masuki diskriminasi maka akan menjadi sesuatu hal yang negatif.

“Primordial adalah pandangan atau faham yang memegang teguh sesuatu hal yang di bawa sejak kecil baik itu tradisi, adat istiadat, kepercayaan maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya, apabila Primordial yang telah bercampur dengan diskriminasi itu merupakan penyakit maka Obat penawarnya adalah literasi”. Papar Ridwan Rosdiawan.MA

Acara ini di langsungkan dari pukul 9 pagi hingga pukul 12 siang, di ikuti oleh puluhan peserta undangan dari kalangan mahasiswa dengan latar belakang kampus yang berbeda-beda,  termasuk mahasiswa IAIN Pontianak . (Khusnul/Maulida)

Check Also

Pagar Nusa Kapuas Hulu Peringati Harlah ke-36 dengan Atraksi.

Kapuas Hulu – NU Khatulistiwa, Pengurus Cabang Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama Kapuas Hulu …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com