Home / Badan Otonom / Suasana Ramadhan PMII IAIN Pontianak Isi dengan Tur Religi di 3 Makam Bersejarah Ulama Borneo

Suasana Ramadhan PMII IAIN Pontianak Isi dengan Tur Religi di 3 Makam Bersejarah Ulama Borneo

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Masih dalam suasana Ramadhan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIN Pontianak tidak ingin menyia-nyiakan momentum bulan suci ini, sehingga mengadakan kegiatan yang membawa manfaat. Salah satunya adalah agenda Tour Religi Pergerakan yang diselenggarakan pada hari Jumat, 17/5.

Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak (Tiara Sari) mengatakan bahwa kegiatan Tour Religi Pergerakan ini bertujuan untuk mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan yang membawa berkah dan bernilai budaya, yaitu dengan menziarahi makam makam kesultanan dan ulama yang ada di Borneo Khusunya Kalimantan Barat.

“kegiatan ini tentunya diadakan untuk mengisi bulan ramadhan, dengan mencari berkah dari makam makam ulama dan kesultanan di Kalimantan Barat” ungkapnya

Lokasi makam yang menjadi permulaan dalam tour religi  ini adalah Makam Kesultanan Batulayang yang berada di Tepi Sungai Kapuas di Pontianak, Makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang ini merupakan aset ketiga warisan Kesultanan Pontianak sesudah Istana Kadriah dan Mesjid Sultan Abdurrahman.

Ketiga lokasi ini mempunyai letak dengan garis lurus dari istana, mesjid dan makam dari arah timur ke barat. Komplek pemakaman ini khusus bagi para Sultan Pontianak dan keluarganya dan bukan untuk umum. Dalam makam ini Kader PMII membaca yasin dan tahlil di makam Sultan Syarif Abdurrahman yang wafat pada tahun 1808 M.

Makam ke dua yang diziarahi oleh kader PMII IAIN Pontianak adalah makam Kyai Fathul Bahri yang berada di samping sebuah bukit di Peniraman, menuju daerah Mempawah. Dan makam ke tiga adalah Makam Kesultanan Mempawah yaitu Makam Kompek Opu Daeng Manambon yang terletak di Desa Pasir kecamatan Mempawah Hilir.

Para kader nampak antusias mengikuti Tour Religi ini, mereka tampak hidmat dan mengamati tiap arsitektur makam khas kesultanan.(Maulida)

Check Also

Moderasi & Komplek Antarbudaya

Oleh: Prof.Dr.Ibrahim, MA Ketua LTN PWNU Kalbar Dua hal yang penting saya jelaskan terkait dengan …

Tinggalkan Balasan