Home / Berita / BPUN Kalbar Hadirkan Budayawan KH Zawawi Imron

BPUN Kalbar Hadirkan Budayawan KH Zawawi Imron

PONTIANAK  – NU Khatulistiwa,  Panitia Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) mata Air Foundation Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Barat,  Gelar Temu Kangen Alumni Pesantren Kilat (Sanlat) – BPUN di Pondok Pesantren Al- Mujtahid Parwasal Dalam Siantan Hulu Pontianak Utara.30/4, Senin Sore.

Tepat Pukul 20.00 WIB – 21.45 WIB, kegiatan dipusatkan dimusholla almujtahid. Pada BPUN kalimantan barat dihadiri seorang Kiai madura kondang yakni budayawan dan sastrawan nasional KH. D Zawawi Imron, pengasuh pondok pesantren almujtahid Gus Qomaruzzaman. S. Pd. I, Bapak Mohamad. SH selaku komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Barat, Sahabat Mistur. SE. I pengurus PW. Ansor Kalbar, Ustadz Abdul Aziz Ar. S. Pd. I, M. Farizal Haris ketua PMII Kota Pontianak, Rekan Rahmat. SE selaku PW. IPNU Kalimantan Barat, Alumni Sanlat – BPUN Perwakilan tiap Angkatan serta Santriwan dan Santriwati Pondok Pesantren Al-Mujtahid.

Gus Qomaruzzaman dalam sambutan nya, menyampaikan bahwa momentum pada malam ini merupakan agenda dari adanya program bina calon mahasiswa, yang bergabung dalam bimbingan pasca ujian nasional kalimantan barat. Dan terima kasih kepada KH. D Zawawi Imron beliau ini merupakan ulama kita, kiai kita yang saat ini seorang budayawan nasional. Paparnya.

Dan selebihnya Gus Qomaruzzaman menyerahkan selebihnya kepada beliau untuk menyampaikan mauizotul hasanah, serta motivasi dan wejengan kepada para alumni dan santri yang hadir untuk menyimak. lanjutnya.

Dalam tausyiahnya, KH. D Zawawi Imron beliau mulai dengan pembacaan tawassul dan suratul fatihah semog diterangkan hati mendapatkan hidayah, setelah itu beliau sampaikan pesan “Bagaimana menjadi diri kita” melalui metode yang cepat. Yakni bagaimana kita menjadi hamba yang taqwa,  cinta kepada Rasulullah, dan bagaimana menjadi anak yang sholeh sholehah serta menjadi santri yang berakhlak. lanjutnya.

Akhlak itu yang utama, karena akhlak diatas segala ilmu. Tanpa akhlak maka setinggi apapun ilmu nya tiada guna. Seperti halnya kata pantun melayu,  berburu kepadang datar, mendapat rusa kakinya belang, berguru kepalang ajar, seperti bunga tak jadi kembang. tegasnya

Seminggu ini kita akan berlatih menjadi hamba Allah yang taqwa menghadapi puasa.    Dengan adanya akhlak yang baik. Maka akan,
Terasa adem tampak kita melihat nya. Tidak serta merta mincla mincle tanpa senyum yang sumriah berseri. Namun, jangan banyak senyum takut disangka orang gila. Ingat nabi muhammad yang murah senyum, mencerminkan kebahagiaan setiap orang berjumpa dengannya lepas Segala keresahannya. Ujarnya.

Kunci utama itu lebih utamakan mendekatkan diri kepada Allah Swt,  dan perbanyak baca sholawat serta zikir agar senantiasa basah bibir dan lisan kita.  Sehingga mampu menjernihkan hati kita. Orang tua sebagai pelita hati kita yang telah merawat mendidik dan membesarkan kita jangan pernah sekali dilupakan jasa terbesarnya. Dalam Meraih keberkahannya serta ridhonya. Tegasnya.

Kurang lebih satu jam setengah beliau berceramah penuh keilmuan, humor dan puitis menginspirasi,  hening membius dengan puisi bertajuk ibu membuat alumni dan santri yang hadir meneteskan airmata dan diselingi dengan sholawat syair madura yang lebih mudah dimengerti. Dan kemudian beliau memimpin doa sekaligus undur diri dan bergegas pamit kembali ke hotel untuk beristirahat lanjut besok ada jadwal di pondok pesantren Raudlatul Ulum Parit Surabaya. Tutupnya.  (Ulil)

Check Also

Jaga Kehalalan, Satgas JPH Lakukan Pengawasan Ke Pelaku Usaha

Pontianak – NU Khatulistiwa, Rabu, 30/3, Satgas Jaminan Produk Halal (JPH) Kantor Wilayah Kementerian Agama …

Tinggalkan Balasan