Home / Berita / KH Idrus Ramli Jember Isi Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj di Desa Kapur Kubu Raya

KH Idrus Ramli Jember Isi Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj di Desa Kapur Kubu Raya

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Bekerjasama dengan Pengurus Masjid serta Libatkan Pemuda Remaja Masjid Miftahul Jannah Parit Bugis Desa Kapur Sungai Raya Laksanakan Tabligh Akbar Pengajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah pada hari Rabu malam., 3/4.

Dihadiri Kepala Desa Kapur Bapak Agus Rahman Muare, Pengurus masjid , Segenap Panitia serta Jamaah Muslimin Muslimat yang sangat Antusias ramai berbondong bondong penuhi dalam masjid hingga teras.

Ketua panitia Ustadz Shodik Sumadik mengucapkan selamat datang kepada KH. Idrus Ramli yang telah sudi berkenan hadir di masjid Miftahul Jannah memenuhi undangan dari Jember Jawa Timur. Dan memohon maaf apabila dalam penyambutan beliau kuranglah elok (kate orang melayu tak can) itulah yang dapat panitia usahakan sebaik mungkin. Begitu pula beliau mewakili seluruh pengurus dan panitia berharap semoga mendapat barokah dari pengajian tersebut. Mudah mudahan kurang lebih satu jam setengah nanti ada sesi tanya jawabnya lintas Aswaja. Ungkapnya.

KH. Idrus Ramli dalam paparan ceramahnya mengungkapkan bahwa Peringatan Isra’ Mi’raj merupakan ujian pertama kali dalam keimanan. Secara akal manusia hal tak mungkin dilakukan dalam waktu semalam itu bisa ditempuh Rasulullah SAW bagi orang arab quraisy kala itu. Namun sama hal nya saat ini menaiki pesawat bisa ditempuh dalam beberapa jam dapat diterima oleh akal manusia apalagi seriring berjalannya zaman teknologi seperti ‘Smartphone’ bisa rekam video lewat live Streaming dapat terjangkau seluruh dunia.

Melalui perjalanan Isra’ Mi’raj nabi SAW pilihan Allah Subhanahu Wataala mengajarkan poin kehidupan setelah kematian nanti kelak kepada kita agar mengimami adanya alam ghaib. Maka dari itu orang orang Aliran Ahlussunnah Waljamaah percaya bahwa setelah kematian akan dibangkitkan. Dan ruh seseorang yang sudah meninggal itu masih hidup. Sehingga amalan yang kita sampaikan kepada ahli kubur itu sampai, pahala sedekah sampai, pahala baca al quran sampai, tahlilan , yasinan juga sampai bahkan doa dan ziarah kubur juga sampai.

Dan Rasulullah SAW pernah berzikir Subhanallah sebanyak banyaknya untuk dua mayit yang sudah dimakamkan dan beliah berdoa dan bertahlil untuk nya karena mereka tersiksa di alam barzah (alam kubur). Yang kemudian beliau mengambil pelapah kurma yang dibelah dua itu untuk ditancapkan dikedua makam yang masih basah tersebut. Seraya mengatakan kepada sahabat bahwa selama pelapah pohon kurma ini masih belum kering maka ringanlah siksa kubur si mayit.

Beliau juga menceritakan bahwa dalam perjalanan nabi menuju baitul maqdis (sidrotul muntaha) Nabi SAW menaiki Burung Buroq (Hewan) yang menembus tiap tiap langit, yang mana tiap langit ada para penghuni para nabi nabi Allah. Dan dikabarkan dalam kitab salaf Rasulullah SAW dimintai menunaikan sholat berjamaah dan memimpin para nabi yang ada di langit laksanakan sholat.

Jadi, poin terpenting dalam memperingati Isra’ Mi’raj ini kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjaga ibadah sholat dengan sempurna. Di mulai dengan menjaga wudhu’ nya sebagai syarah sah sholatnya. Karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Maka jagalah kualitas ibadah sholat kita yang akan kelak dihisap oleh Allah SWT. Jika masih sholat masih saja bermaksiat maka lama kelamaam orang tersebut akan berhenti berbuat maksiat berkat rajin dan menjaga sholat lima waktu.

Kemudian di akhir ceramah nya beliau mempersilahkan pembawa acara membuka sesi tanya jawab kepada jamaah. Dan disambut antusias jamaah menanyai seputar Thoharoh , Tradisi dan Amaliah yang tetap dalam koridor syariah ahlussunnah waljamaah. Dan dipenghujung usai terjawab oleh KH. Idrus Ramli langsung menutup dengan pembacaan Doa olehnya. (Ulil/Fauzi)

Check Also

KH Ahmad Tidjani Sumenep Madura Lakukan Giat Safari Dakwah di Kalbar

Pontianak – NU Khatulistiwa, Tanggal 24-28 Maret 2022 menjadi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Ikatan Keluarga …

Tinggalkan Balasan