Home / Catatan Ringan / ​Sejarah Masjid Raya Campalagian (Bagian 2)

​Sejarah Masjid Raya Campalagian (Bagian 2)



Oleh: Dr Wajidi Sayadi

Dosen IAIN Pontianak

Keterangan gambar:

1. Syekh Hasan al-Yamani Mufti Syafii di Mekah

2. Syarifah Munawwarah binti Habib Hasan al-Mahdali (istrinya)

3. Sayyid Thariq al-Yamani biasa dipanggil Ambo Dalle (puteranya) saudara dengan Syekh Ahmad Zaki al-Yamani mantan Menteri Perminyakan Saudi Arabia, hanya beda ibu.
3. Masjid ini juga adaà jaringan Ulama Yaman dan Saudi Arabia. Setelah masa Syekh Abdul Karim, tahun 1898 M datanglah ulama dari Hadhramaut Yaman bernama Syekh Said Alwi bin Sahl al-Idrus Jamalullail. Beliau sebagai ulama dan muballigh sangat berjasa dalam penyadaran dan pencerahan bagi masyarakat terutama dalam memberantas praktek khurafat dan takhayul warisan kebiasaan nenek moyang yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam, termasuk  dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam. Beliau wafat tahun 1934 dan dimakamkan di komplek masjid ini. Pada tahun 1952 masjid ini dilebarkan hingga 40 m X 42 m akhirnya berada dalam masjid sebelah kiri dari mimbar. Setiap tahun Haulnya diperingati terutama oleh keluarga dan anak cucunya di masjid ini yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia termasuk dari Jakarta, Kalimantan, dan lainnya.
4. Masjid ini boleh dikatakan bukti sejarah adanya pergolakan berdarah yang dilakukan oleh kelompok Wahhabi di Mekah tahun 1921 M. yang membunuh banyak ulama termasuk target dan sasarannya adalah Syekh Said al-Yamani beserta keluarganya.

Menjelang terjadinya serangan Wahabi, Syekh Said al-Yamani Mufti Syafii di Mekah bermimpi didatangi oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Dalam mimpinya, Beliau beserta keluarganya diminta agar segera keluar dan meninggalkan kota Mekah. Akhirnya Beliau beserta keluarganya berangkat ke Indonesia dan tiba di Batavia (Jakarta). Syekh Said al-Yamani mempunyai banyak murid di Indonesia. Salah seorang muridnya yang diingat dan dicari adalah Muhammad Arsyad, boleh jadi karena ada hubungan dan kesan yang sangat mendalam. Muhammad Arsyad yang dimaksud adalah KH. Maddappungan. Ketika belajar kepada Beliau di Mekah, Syekh Said tidak mengerti apa artinya Maddappungan (bahasa Bugis), maka Beliau mengganti dan memberi nama Muhammad Arsyad.

Setelah mendapat informasi bahwa Muhammad Arsyad tinggal di Sulawesi, maka datanglah ke Makassar. Di Makassar Beliau diberitahu dan diarahkan menuju Campalagian tempat tinggal Muhammad Arsyad atau KH. Maddapungan Sang murid yang sangat berkesan dan dicari-cari. Akhirnya Syekh Said al-Yamani beserta keluarganya Syekh Hasan al-Yamani dan Syekh Umar al-Yamani datang di Campalagian pada tahun 1921 M, tahun pergolakan berdarah oleh kelompok Wahabi di Mekah. (Silakan baca Buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” karya Syaikh Idahram tahun 2011).

Syekh Said tinggal di Campalagian tepatnya di Jalan Ulama Desa Bonde yakni di rumah yang sekarang ditempati Bapak Lahmuddin Abbana Nur Asiah.

Syekh Said al-Yamani banyak muridnya di Indonesia termasuk ayahnya Buya Hamka dan kakeknya Prof. Dr. Said Agil Husain al-Munawwar, bernama Syekh al-Munawwar.

Pengalaman saya ketika belajar kepada Prof. Said Agil Husain al-Munawwar. Saya minta doa khusus kepada Beliau. Lalu Beliau memberikan doa, ternyata bunyinya persis sama yang diajarkan guru saya KH. Muhammad Zein. Saya tanya lagi, dari mana sanadnya doa ini? Beliau jawab, dari kakeknya yang diterima dari Syekh Said al-Yamani. Doa yang saya terima dari KH. Muhammad Zein juga diterima dari Syekh Hasan al-Yamani yang diterima dari ayahnya Syekh Said. Alhamdulillah ketemunya pada satu sanad.
Ketika Syekh Said al-Yamani mengajar di Masjid Raya Campalagian, yang hadir bukan hanya masyarakat setempat tapi banyak muridnya dan ulama dari berbagai penjuru di Indonesia datang di Campalagian ingin bertemu dan belajar dengan Syekh Said al-Yamani dan Syekh Hasan al-Yamani, termasuk yang biasa datang adalah Syekh Saleh bin Jindan dari Jakarta.

Di Campalagian Syekh Hasan al-Yamani  kawin dengan Syarifah Munawwarah yang kemudian melahirkan seorang putera bernama Sayyid Thariq al-Yamani atau biasa dipanggil Ambo Dalle. Beliau bersaudara dengan Syekh Ahmad Zakiy al-Yamani mantan Menteri Perminyakan Saudi Arabia hanya berbeda ibu. Demikian juga adiknya Syekh Umar al-Yamani kawin dengan Syarifah Musyarrafah. Keduanya adalah puteri Habib Hasan al-Mahdali tokoh agama setempat.

Syekh Hasan al-Yamani setiap malam jumat datang di pekuburan khususnya di dekat lapangan Gasrat, Beliau mengatakan bahwa api dalam kuburan itu belum padam.

Ketika Beliau pengajian dan dikerumuni banyak santri, Beliau tahu siapa yang belum mandi junub disuruh pulang segera mandi. Ketika menerima pemberian dari jamaah, Beliau tahu mana yang halal dan mana yang tidak halal langsung dikembalikan. Inilah keramat Beliau.
Syekh Hasan al-Yamani pernah berpesan agar Masjid Raya ini dijaga baik-baik karena menurut Beliau, ada 2 masjid di Asia yang pernah didatangi Nabi Muhammad Rasulullah SAW dan shalat di dalamnya, yaitu Masjid Raya Campalagian dan Masjid di Trenggano Malaysia. Saya pernah ke Trenggano Malaysia dan mencari masjidnya. Di sana memang perkampungan masyarakat Yaman dan mereka banyak yang tidak tahu masalah ini.

Masalah seperti ini bisa dipahami dengan pendekatan spritual dan tasawuf.

Selain pengajian dan dakwah di Masjid ini, Syekh Hasan al-Yamani juga sempat mendirikan Masjid Parappe dengan tangannya sendiri. Tapi dalam perkembangannya, masjid itu dirobohkan lalu dibangun masjid baru oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila zaman presiden Soeharto yang sekarang namanya Masjid Syuhada di Parappe.

Alhamdulillah di Campalagian nama Syekh Hasan al-Yamani diabadikan dengan didirikannya Pondok Pesantren Syekh Hasan al-Yamani oleh Syekh Muhammad Said (Puang Sail) adik kandung Syarifah Munawwarah pada tahun 1981 M. Ini juga atas wasiat dari Beliau sendiri yang sangat perhatian dan peduli.

Pontianak, 22 September 2017.

Check Also

Pergunu Kota Pontianak Sponsori Seruan Pemilu Damai Bersama PC NU dan Banom se-Kota Pontianak

Pontianak – NU Khatulistiwa, Berlangsung di ruang Tahfiz Qur’an Kompleks Pondok Pesantren Darul Faizin Jalan …

Tinggalkan Balasan