Home / Badan Otonom / Pendapat Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari tentang Larangan Memutus Silaturahmi

Pendapat Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari tentang Larangan Memutus Silaturahmi

hadhratus-syaikh-kh-m-hasyim-asyari-pahlawan-nasional-pendiri-nu-1875-1947NUKHATULISTIWA, PONTIANAK – Tidak ada dosa yang lebih membuat Allah ingin mempercepat datangnya siksa kepadamu di dunia ini beserta siksa yang disediakannya di akhirat nanti selain dosa berpaling dari Allah, memutus hubungan silaturahmi, berkhianat, berdusta dan berusaha keras berbuat taat sebagai pengganti bagi penyambung hubungan silaturahmi.

Sabda Nabi Muhammad SAW di atas disampaikan Riza Fahmi, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Pontianak dalam kegiatan Kajian Rutin Dwi Mingguan Lakpesdam Kota Pontianak di Sekretariat PC NU Kota Pontianak, Jumat (10/2) malam.

Hadits itu dikemukakan Riza saat membahas kitab karangan Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy’ari berjudul at-Tibyan fi Nahyi an Muqatha’ah al-Arham wal Aqrab wal Akhwan (Penjelasan tentang Larangan Memutus Tali Silaturahmi, Kerabat, dan Persaudaraan).

Riza melanjutkan, menurut Abi Hurairah, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda Orang muslim tidak boleh memutus hubungan silaturahmi lebih dari tiga hari. Barang siapa memutuskan hubungan itu lebih dari tiga hari kemudian meninggal, maka dia akan masuk neraka (HR Abu Dawud).

“Pendapat KH Hasyim Asy’ari tentang dosa besar pad hadits itu yakni bahwa memutus hubungan yang terjadi diantara kita di masa sekarang bukan demi kebaikan orang yang memutus dan orang yang diputus dan bukan pula demi kehidupan mereka, tetapi hanya mengakibatkan kerusakan bagi kedua belah pihak seperti yang sudah jelas bagi orang-orang yang berpikiran lurus maka memutus hubungan silaturahmi adalah termasuk dosa besar karena di dalamnya terdapat kerusakan agama dan dunia, iri hati dan saling marah,” jelas Riza.

KH Hasyim Asy’ari meneruskan penjelasannya, sambung Riza, jika kita menerima pendapat bahwa memutus hubungan silaturahmi adalah dosa besar maka adalah fasiq orang yang melakukannya walaupun tidak membiasakannya.

“Lebih lanjut KH Hasyim Asy’ari menuliskan di kitabnya, renungkanlah hal ini sesungguhnya masalah ini penting sekali dan orang orang-orang khawas (khusus,red) terkadang lupa apalagi orang awam,” kata Riza. (pul)

Check Also

Rais Syuriyah PWNU Kalbar Hadiri Pelantikan IPNU dan IPPNU Kabupaten Ketapang

Ketapang – NU Khatulistiwa, Pimpinan Cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar …

Tinggalkan Balasan