Home / Badan Otonom / Kasus Wasekjen MUI, PMII Pontianak Nyatakan Sikap

Kasus Wasekjen MUI, PMII Pontianak Nyatakan Sikap

Foto : www.pmii.or.id
Foto : www.pmii.or.id

Fenomena keagamaan di Kalimantan Barat beberapa minggu ini dilanda beberapa gejolak yang dapat berimbas pada konflik. Hal ini bermula dari kedatangan Wasekjen MUI Pusat KH. Teungku Zulkarnaen beberapa waktu lalu untuk mengisi sebuah pengajian di sebuah daerah tepatnya di Sintang. Yang kemudian menjadi akar masalah adalah ketika segerombolan Masyarakat Dayak menghadangnya agar tidak mengisi pengajian itu di sana.

Peristiwa ini kemudian memantik sebuah aksi yang melibatkan ratusan masyarakat muslim di bawah komando ormas Islam tertentu di Kapolda Kalimantan Barat kemarin. Aksi ini bertajuk Aksi Bela Ulama. Perkembangan berikutnya adalah terjadi beberapa kekhawatiran masyarakat akan meletupnya bara konflik yang bermuatan rasis.

Kota Pontianak, menjadi wajah dominan Kalimantan Barat secara keseluruhan. Maka apa yang terjadi hari ini akan berdampak secara signifikan terhadap kondisi Ibu Kota Kal-Bar ini sendiri. Maka dari itu, kami selaku Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Pontianak, menegaskan :

  1. Bahwa apa yang terjadi di Sintang beberapa waktu lalu merupakan kesalahpahaman kelompok-kelompok tertentu yang pada ujungnya bisa meghantar konflik.
  2. Bahwa menjaga stabilitas Kalimantan Barat secara umum dan Kota Pontianak khususnya lebih penting dari sekedar isu-isu negatif yang dapat memecah belah heterogenitas suku yang ada di Kal-Bar hari ini.
  3. Bahwa tragedi penghadangan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Dayak tersebut tidak ada sangkut paut dengan agama dan masalah rasial. Kesemuanya hanya terjadi oleh karena kesalahpahaman semata.

Mengingatkan :

  1. Kepada seluruh umat Islam untuk tidak terprovokasi melakukan serangkain aksi yang dapat merusak dan memecah belah kerukunan.
  2. Kepada seluruh unsur suku dan agama yang ada di Kalimantan Barat untuk tidak larut dalam permasalahan yang dapat mengundang konflik ini.
  3. Mempercayakan stabilitas dan hukum kepada pihak berwajib dan mendukung segala kebijakan melalui prosedur yang ditetapkan.

Meminta :

  1. Kepada pihak berwenang dalam hukum agar segera mengambil langkah taktis yang dapat meredam aksi massa secara massif.
  2. Kepada pihak keamanan untuk tetap menjaga stabilitas masyarakat Kal-Bar dengan mengambil langkah cepat jika pada perkembangan kemudian terdapat gesekan.
  3. Meminta kepada seluruh OKP dan Ormas keagamaan yang ada di Kalimantan Barat untuk tidak memperkeruh konflik dengan berbagai rekaya dan spekulasi media yang dapat menganggu stabilitas.

 

PC PMII Kota Pontianak :

Ketua Umum :

Mussolli, S.IP

Sekretaris Umum :

Tiyono

 

Check Also

PW JRA Kalbar Gelar Pelatihan Bektogur di Kapuas Hulu

Kapuas Hulu – NU Khatulistiwa, Pengurus Pimpinan Wilayah Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com