Home / Badan Otonom / Tokoh Agama dan Mahasiswa Sepakat Jaga Kedamaian

Tokoh Agama dan Mahasiswa Sepakat Jaga Kedamaian

banom-pmiiFenomena sosial terkini, dari kisruh dugaan penistaan agama oleh Ahok, disusul teror bom molotov di gereja di Samarinda dan vihara di Kota Singkawang, yang berpotensi memunculkan gejolak, membuat PMII Kota Pontianak dan PMKRI Kota Pontianak waspada.

Tak ingin rentetan peristiwa buruk itu melahirkan perpecahan, dua organisasi kemahasiswaan itu menggelar Dialog Kebangsaan bertema Kebhinekaan sebagai Perekat NKRI untuk Mewujudkan Indonesia Aman, Damai dan Tenteram, Selasa (22/11).

Sekitar 300 orang dari berbagai perwakilan hadir pada dialog yang berlangsung di Aula Rumah Dinas DPRD Provinsi Kalimantan Barat di Jalan Sultan Abdurrahman, Kota Pontianak itu. Perwakilan organisasi itu antara lain GMNI, Laskar Sakera, HIMMA, HMI IPPNU, Insaniah Kalimantan Barat dan BEM Untan.

Adapun yang bertindak sebagai pembicara meliputi Anggota DPRD Kota Pontianak, Hartono Azaz, Pastor Kalimantan Barat, Romo Johannes Robini Maryabi, Sekretaris FKUB Kalimantan Barat, KH Abdus Syukur Sukardi, Ketua PMII Kota Pontianak, Fathurrozi dan Ketua PMKRI Kota Pontianak, Rymondus Gery.

Dalam pemaparannya, Romo Johannes menekankan pada penghayatan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Kebhinekaan, kata Johannes, hendaknya dimaknai sebagai cara hidup bersama dengan orang lain atau komunitas masyarakat yang berbeda-beda.

“Kita harus mampu menggunakan cara hidup yang mengedepankan negosiasi, konsensus dan diplomasi untuk mempertahankan kebhinekaan. Uni Eropa bisa bertahan dan meredam perang karena mengedepankan negosiasi, diplomasi atau konsensus,” jelas Johannes.

Untuk itu, Johannes berpesan agar warga Indonesia, terutama pemuda, untuk tidak mudah dipecah belah oleh kepentingan negara-negara lain, termasuk kepentingan negara-negara yang berada di timur tengah.

Sementara Abdus Syukur menyatakan bahwa kemerdekaan yang direbut pada 71 tahun yang lalu mulai dirongrong oleh kelompok-kelompok tertentu. Untuk itu, semangat persatuan masyarakat Indonesia perlu dikukuhkan.

“Indonesia punya empat pilar yang dapat memperkuat negara. Empat pilar itu yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Mari kita jaga persatuan kita karena kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari Belanda atau Jepang, melainkan hasil perjuangan bersama,” tegas Abdus Syukur.

Abdus Syukur mengatakan bahwa  semua agama mengajarkan kemanusian dan menolak kekerasan.

“Maka itu, mari kita jaga kedamaian bersama. Jadikan Kalimantan Barat sebagai contoh bagi daerah lain bahwa Kalimantan Barat tetap bersaudara meski banyak upaya untuk mengacaukan kedamaian itu. Mari kita jaga,” kata Abdus Syukur.

Adapun Hartono Azaz mengatakan bahwa letak Indonesia yang sangat strategis dan kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) menjadi rebutan negara-negara luar untuk memecah-belah NKRI.

“Ada oknum-oknum tertentu yang coba mengikis empat pilar kebangsaaan yang sudah disepakati oleh para pendahulu kita pada 71 tahun yang lalu. Politik adu domba tersebut biasanya melalui isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan),” ungkap Hartono Azas.

Hartono Azas mengingatkan pemuda untuk mampu menyaring isu-isu yang dapat menghancurkan NKRI.

“Masyarakat saat ini menunjukkan bahwa mereka tidak bisa menolak kemajuan IPTEK. Karenanya, masyarakat, terutama pemuda, harus dapat menyaring isu SARA yang saat ini tersebar di medsos,” pesan Hartono Azas.

Sementara Fathurrozi mengingatkan kepada pemuda bahwa Indonesia terbentuk dari berbagai agama, suku dan budaya.

“Maka dari itu, Indonesia adalah milik semua suku dan semua agama di Indonesia. Mari kita jaga kedamaian di bumi Kalimantan Barat,” kata Fathurrozi.

Adapun Rymodus Gery mengajak pemuda untuk menumbuhkan komitmen bersama menciptakan rasa damai.

“NKRI merupakan harga mati. Kita harus mampu menjaga kebhinekaan karena dengan itu kita tahu arti kebersamaan,” ungkap Rymodus.

Setelah dialog, para ketua OKP, ketua organisasi kemahasiswaan dan ketua ormas melakukan tanda tangan sebagai wujud kesepakatan bersama untuk menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan Indonesia. (**)

Check Also

Harlah Ke-87, GP Ansor Cianjur Gotong Royong Buka Lahan Pertanian

Cianjur – NU Khatulistiwa, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cianjur bersama dengan Barisan Ansor …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com