Home / Ngaji / Mutiara Sufi

Mutiara Sufi

مَنْ ظَنَّ انْفِكَا كَ لُطْفِهِ عَنْ قَدَرِهِ فَذَلِكَ لِقُصُورِ نَظَرِهِ.

“Siapa yang mengira terlepasnya hikmah kurnia Allah daripada bala’ ujian yang ditakdirkan oleh Allah, maka yang demikian itu disebabkan karena piciknya (dangkalnya) pandangan imannya.”

Rasulullah saw bersabda : Jika Allah kasih pada seorang hamba, maka diuji dengan bala’, maka jika sabar dipilihnya, dan jika telah rela maka diistimewakan.
Abu Hurairah ra berkata : Bersabda Rasulullah saw : Siapa yang dikehendaki oleh Allah untuknya kebaikan, maka diujinya dengan musibah bala’.

Abu Hurairah dan Abu Said ra berkata : Bersabda Rasulullah saw : Tiada sesuatu yang mengenai seorang mukmin berupa penderitaan atau kelelahan (penat) atau risau hati/fikiran melainkan semuanya itu akan menjadi penebus dosanya.

Ibn Mas’ud ra berkata : Rasulullah saw bersabda : Tiada seorang muslim yang terkena musibah bala’ gangguan atau penyakit, dan yang lebih ringan dari itu melainkan Allah menggugurkan dosanya bagaikan gugurnya daun pohon.

Dangkal (picik) pandangan, sehingga tidak dapat melihat adanya nikmat rahmat kurnia Allah dalam takdir musibah bala’ itu hanya karena lemahnya iman keyakinan, dan tidak adanya husnudzhan terhadap Allah Ta’ala yang maha bijaksana dan rahmat.

Imraan bin Hushain ra menderita penyakit buang air tiga puluh tahun tidak dapat bergerak dari tempat tidurnya, sehingga dibuatkan lubang di bawah tempat tidur untuk kencing dan buang airnya, pada suatu hari datang saudaranya Al Alaa’ atau Mutharrif bin Asysyikhkhir, lalu menangis melihat penderitaan Imraan bin Al Hushain, maka ditanya oleh Imraan : Mengapakah engkau menangis? Jawabnya : Karena saya melihat keadaanmu, berkata Imraan : Jangan menangis, karena saya suka apa yang disukai oleh Allah untukku. Kemudian Imraan berkata : Saya akan berkata kepadamu semoga bermanfaat bagimu tetapi jangan engkau bua kepada orang lain, hingga aku mati.

Sesungguhnya para malaikat berziarah kepadaku dan memberi salam kepadaku, sehingga saya merasa senang dengan adanya mereka. Urwah bin Azzubair ra ketika menderita sakit yang oleh dokter diputuskan harus dipotong betisnya, maka ketika akan dilaksanakan oleh dokter akan diberi obat tidur supaya tidak menderita sakit yang oleh dokter diputuskan harus dipotong betisnya, maka ketika akan dilaksanakan oleh dokter akan diberi obat tidur supaya tidak terasa sakitnya dipotong betisnya itu, berkata Urwah : Jangan diberi obat tidur, tetapi teruskan potong betis tanpa obat tidur. Dan ketika digergaji betisnya tidak terdengar keluhan , kecuali Hasbi (cukup bagiku) yakni rahmat Allah.

Dan setelah selesai operasinya, ia menyuruh pesuruhnya supaya mencuci dan membungkus potongan betisnya itu dan menguburkannya di kuburan kaum muslimin, lalu ia berkata : Allah telah mengetahui bahwa kaki itu tidak pernah saya gunakan berjalan kepada maksiat, lalu ia berkata : Ya Allah, jika Engkau ambil maka banyak sisanya, jika Engkau memberi bala’ masih banyak selamatnya. (*)

Sumber: Kitab al-Hikam

Check Also

Harlah Ke-87, GP Ansor Cianjur Gotong Royong Buka Lahan Pertanian

Cianjur – NU Khatulistiwa, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cianjur bersama dengan Barisan Ansor …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com