Home / Berita Nasional / Pengembangan Literasi Digital Lewat Pemanfaatan Aplikasi iSantri

Pengembangan Literasi Digital Lewat Pemanfaatan Aplikasi iSantri

pengembangan-literasi-digital-lewat-pemanfaatan-aplikasi-isantriSitubondo – NU Khatulistiwa.com, Lingkungan strategik yang berubah secara cepat menuntut semua untuk menyesuaikan pola pikir dan pola tindak yang efisien, transparan, dan akuntabel. Pembelajaran di dunia pesantren juga perlu mengembangkan literasi digital melalui berbagai instrumen.

“Sebab itu, Kemenag meluncurkan aplikasi iSantri, yaitu sebuah aplikasi sosial media berisi kitab kuning dan buku-buku referensi yang sudah berbentuk digital, serta dilengkapi dengan digital library pada Ma’had Aly,” ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan, Senin (28/11) di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo.

Aplikasi yang digagas oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag yang berisi buku-buku dan kitab-kitab kuning tersebut dapat dipinjam dan dibaca oleh santri secara digital untuk belajar mandiri serta memperkaya pengetahuan dan bahan bacaan lainnya.

Pada perpustakaan Ma’had Aly, juga dikembangkan iSantri digital corner yang merupakan dynamic library yang disediakan di area perpustakaan Ma’had Aly untuk memberikan akses kepada para santri dan mahasantri membaca, mendalami, dan mengkaji kitab kuning melalui aplikasi iSantri.

Layanan iSantri digital corner juga sekaligus menjadi ruang untuk diskusi dan pengembangan literasi Santri dan mahasantri dengan para Ustadz dan Masyayikh.

“Saya berharap iSantri digital corner ini, juga akan menjadi instrumen bagi penguatan tradisi akademik tafaqqahu fiddin, sekaligus untuk menegaskan kembali relasi ajaran Islam dengan perkembangan sosial, politik dan budaya,” tutur Lukman.

Dengan metodologi yang benar, diharapkan para cendekiawan santri akan mampu memberikan kontribusi konseptual mengenai pola kehidupan beragama dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan sekaligus.

Istilah tawassuth, as-salam, al-ukhuwwah dan at-tarahum tidak hanya menjadi terminologi pesantren, tetapi juga kemudian lebih bisa dipahami secara luas oleh masyarakat lewat pengembangan literasi digital.

Sehingga diharapkan penerapan nilai-nilai itu dalam kehidupan akan membentuk masyarakat Indonesia yang maju, bermartabat, berbudaya dan sekaligus beragama. (Fathoni)

Sumber: nu.or.id.

Check Also

Pergunu Kota Pontianak Ikuti Lailatul Ijtima’ Kubro & Pra Kongres

Pontianak – NU Khatulistiwa, Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama  Kota Pontianak Ikuti Lailatul Ijtima’ …

Tinggalkan Balasan