Home / Opini (page 4)

Opini

Menyegarkan Kabut Intelektual

Terma intelektual hari ini sering kali dilekatkan kepada mereka yang menghibahkan sisa hidupnya untuk berkecimpung dalam dunia ilmu. Wajar jika mahasiswa adalah momok labelisasi ini. kaum intelektual adalah salah satu dari sekian julukan yang mereka sandang selain agen of change, agen of control dan agen-agen lain yang semakin mengukuhkan bahwa …

Read More »

Memahami Alquran dengan Seni

Mungkin akan begitu kontroversial jika gagasan memahami al-Quran dengan seni didengungkan hingga terdengar oleh orang-orang yang mudah tersulut emosinya karena kependekan sumbu. Sentiment orang-orang yang akhir-akhir ini sering kali memperoleh stereotype “sumbu pendek” terhadap nilai apa saja yang dianggap mengintervensi agama memang menjadi perhatian serius. Apalagi yang coba diintervensi adalah …

Read More »

Doktrin Walisongo Merawat Rahim Kebangsaan

Salah satu agenda Dies Natalis 47 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang adalah Rahim Bangsa—sebuah forum berkumpulnya para profesor, akademisi, tokoh lintas agama dan masyarakat untuk membincang Indonesia. Sangat luar biasa sekali gagasan para dosen muda UIN Walisongo untuk memikirkan bangsa ini agar menjadi lebih kuat dan bermartabat. Bangsa Indonesia yang …

Read More »

Antara Driver  Mentality dan Passenger Mentality

​Oplet, istilah untuk angkutan kota (angkot) di Kota Pontianak dan sekitarnya ini sangat akrab ditelinga kita. Bukan jumlahnya yang semakin berkurang, bukan tarifnya yang beragam tetapi isinya yang menjadi bahasan tulisan ini. Ada penumpang (passenger) dan supir (driver).  Ternyata dua variabel ini (penumpang dan supir) memiliki tafsiran yang mendalam dan …

Read More »

​Gus Dur dan Masalah Hidup Berdampingan

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah mengatakan: “Nabi Muhammad langsung diber itahu Tuhan bahwa ada perbedaan- perbedaan dalam beragama, sebagaimana firman Tuhan, lakum dinukum waliyadin,“ Bagi kalian agama kalian, bagiku agamaku” (QS. Al- Kafirun [109]: 6). Agama Islam mengajarkan semangat toleran yang menghargai sesama manusia, walaupun berbeda agama.” (KH. Abdurrahman …

Read More »

Kunjungan Raja Salman, Antara Kampanye Moderasi dan Ekspor Ideologi Teror

Sebetulnya tidak terlalu tertarik mengomentari kunjungan Raja Salman ibn Abdul Aziz ke Indonesia, yang sudah ramai hiruk pikuknya sejak sebulan terakhir. Saya agak jemu melihat gegap gempita penyambutan kunjungan yang mempertontonkan kemegahan dan kemewahan seorang pemimpin pemerintahan yang dengan nafsu amarah imperial dan superioritas militernya telah meluluhlantakan dua negara pusat …

Read More »

Raja Salman dan Harga Mahal Pancasila

Sejumlah kegiatan di Bogor dan Jakarta telah dilakukan oleh Raja Salman. Banyak kesan positif yang ditinggalkan. Dan akhirnya masyarakat Indonesia terutama paham keaslian perilaku santun orang Arab yang toleran. Begitu pula kesan positif bagi Raja Salman muncul setelah memahami dan mengetahui Indonesia dari dekat. Dan yang membuatnya kagum adalah tentang …

Read More »

Raja Salman dan Angin Segar Islam Ramah

Kehadiran Raja Salman ke Indonesia menjadi sorotan dunia. Dua negara dengan penduduk mayoritas muslim ini menegaskan kerjasama melalaui penandatanganan MoU berbagai bidang. Kunjungan balasan Sang Raja patut dijadikan catatan, bahwa Arab Saudi bukan sebagai negara yang ekslusif dengan sentimen kemadzhaban dan keagamaan. Justeru Arab Saudi sedang berkampanye mengenai pentingnya agama …

Read More »

Raja Arab Saudi, NU dan Islam Nusantara

Hari ini, Rabu 1 Maret 2017 menjadi sejarah baru harmoni dua negara berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia-Arab Saudi. Kemesraan ini bukan hal yang baru, mengingat memang selama ini dua negara sudah saling bekerjasama. Ada yang aneh dan di luar kebiasaan kunjungan Kepala Negara lainnya. Kehadiran Raja Salman seakan membuat heboh media …

Read More »

​Etika Mengeluarkan Fatwa

Fatwa menempati kedudukan penting dalam masyarakat Islam. Untuk itulah para ulama telah menyusun seperangkat etika (code of conduct) bagi mereka yang memberi fatwa. Literatur klasik menyebutnya dengan istilah adabul fatwa wal mufti wal mustafti. Kode etik ini dibuat sampai terinci seperti cara menuliskan fatwa di lembaran kertas, tidak boleh berganti …

Read More »