Home / Opini (page 3)

Opini

Antara Driver  Mentality dan Passenger Mentality

​Oplet, istilah untuk angkutan kota (angkot) di Kota Pontianak dan sekitarnya ini sangat akrab ditelinga kita. Bukan jumlahnya yang semakin berkurang, bukan tarifnya yang beragam tetapi isinya yang menjadi bahasan tulisan ini. Ada penumpang (passenger) dan supir (driver).  Ternyata dua variabel ini (penumpang dan supir) memiliki tafsiran yang mendalam dan …

Read More »

​Gus Dur dan Masalah Hidup Berdampingan

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah mengatakan: “Nabi Muhammad langsung diber itahu Tuhan bahwa ada perbedaan- perbedaan dalam beragama, sebagaimana firman Tuhan, lakum dinukum waliyadin,“ Bagi kalian agama kalian, bagiku agamaku” (QS. Al- Kafirun [109]: 6). Agama Islam mengajarkan semangat toleran yang menghargai sesama manusia, walaupun berbeda agama.” (KH. Abdurrahman …

Read More »

Kunjungan Raja Salman, Antara Kampanye Moderasi dan Ekspor Ideologi Teror

Sebetulnya tidak terlalu tertarik mengomentari kunjungan Raja Salman ibn Abdul Aziz ke Indonesia, yang sudah ramai hiruk pikuknya sejak sebulan terakhir. Saya agak jemu melihat gegap gempita penyambutan kunjungan yang mempertontonkan kemegahan dan kemewahan seorang pemimpin pemerintahan yang dengan nafsu amarah imperial dan superioritas militernya telah meluluhlantakan dua negara pusat …

Read More »

Raja Salman dan Harga Mahal Pancasila

Sejumlah kegiatan di Bogor dan Jakarta telah dilakukan oleh Raja Salman. Banyak kesan positif yang ditinggalkan. Dan akhirnya masyarakat Indonesia terutama paham keaslian perilaku santun orang Arab yang toleran. Begitu pula kesan positif bagi Raja Salman muncul setelah memahami dan mengetahui Indonesia dari dekat. Dan yang membuatnya kagum adalah tentang …

Read More »

Raja Salman dan Angin Segar Islam Ramah

Kehadiran Raja Salman ke Indonesia menjadi sorotan dunia. Dua negara dengan penduduk mayoritas muslim ini menegaskan kerjasama melalaui penandatanganan MoU berbagai bidang. Kunjungan balasan Sang Raja patut dijadikan catatan, bahwa Arab Saudi bukan sebagai negara yang ekslusif dengan sentimen kemadzhaban dan keagamaan. Justeru Arab Saudi sedang berkampanye mengenai pentingnya agama …

Read More »

Raja Arab Saudi, NU dan Islam Nusantara

Hari ini, Rabu 1 Maret 2017 menjadi sejarah baru harmoni dua negara berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia-Arab Saudi. Kemesraan ini bukan hal yang baru, mengingat memang selama ini dua negara sudah saling bekerjasama. Ada yang aneh dan di luar kebiasaan kunjungan Kepala Negara lainnya. Kehadiran Raja Salman seakan membuat heboh media …

Read More »

​Etika Mengeluarkan Fatwa

Fatwa menempati kedudukan penting dalam masyarakat Islam. Untuk itulah para ulama telah menyusun seperangkat etika (code of conduct) bagi mereka yang memberi fatwa. Literatur klasik menyebutnya dengan istilah adabul fatwa wal mufti wal mustafti. Kode etik ini dibuat sampai terinci seperti cara menuliskan fatwa di lembaran kertas, tidak boleh berganti …

Read More »

​Mewaspadai Media Sosial Sebagai Sekolah Ke-Empat

Hilangnya waktu berkualitas untuk beraktifitas sesuai dengan gerak dan kinestetik seusianya, anak lupa akan pentingnya interaksi sosial yang seharusnya ia lakukan, adanya kecenderungan anti sosial, menyendiri dan senang diam tanpa ada reaksi apapun terhadap kejadian sekelilingnya adalah beberapa dampak negatif dari kecanduan pada gadget. Kata mewaspadai pada judul di atas …

Read More »

Guru Digital

Perubahan dalam konsepnya selalu membawa konsekuensi, dari sikap ini kemudian memunculkan kelompok yang selalu welcome dengan perubahan, perubahan tergantung suasana hati hingga anti perubahan (zona nyaman). Derasnya informasi dan canggihnya teknologi di tengah globalisasi membuat persaingan semakin ketat. Kondisi ini dilihat dari sisi positifnya hendaknya mampu membangun daya saing. Dunia …

Read More »

Menjadi Warga NU yang Kaffah, bukan NU Rasa FPI, HTI atau Wahabi

  Oleh: Muhammad Imaduddin* Saya tertarik dengan tulisan sahabat saya, Ahmad Tsauri, alumni Lirboyo dan murid Maulana Habib Lutfi bin Yahya di acount Facebook-nya. Ia menulis: “…Kita juga akan sangat sulit melakukan gerakan riil jika generasi muda NU sendiri tidak begitu faham pemikiran, ajaran, kearifan, filosofi dan NU secara epistemologis. NU tidak lebih dari sekedar label. …

Read More »