Home / Opini / GOMBAL GEMBEL HTI

GOMBAL GEMBEL HTI

Oleh Ayik Heriansyah

Aktivis HTI belum kapok-kapok juga menyebar hoaks tentang khilafah di tengah-tengah masyarakat. Selain youtube, platform tik tok juga mereka manfaatkan. Video mereka di youtube dipotong lalu up load di tik tok agar dapat diviralkan di whatsapp. Begitu kira-kira alurnya.

Namun, yang jadi masalah tetap saja soal hoaks yang terkandung di dalam konten tersebut. Disinformasi dan malinformasi kerap dilakukan aktivis HTI guna menyulut kemarahan umat terhadap Indonesia. Baru-baru ini beredar video Proposal Khilafah dari orang yang mengaku aktivis 98.

Ujuk-ujuk langsung ngegombal, mengatakan cinta Indonesia. Demi keberkatan Indonesia. Gombalan basi yang berulang kali diteruskan oleh aktivis HTI sejak jaman Ismail Yusanto eksis sebagai Jubir.

Kata siapa HTI cinta Indonesia. La aktivis Hizbut Tahrir itu dimanapun mereka berada berjuang demi mendudukkan Amir mereka ke kursi kepala negara dan kepala pemerintahan di suatu negara dengan cara kudeta militer. Bagi mereka Amir Hizb for Khalifah harga mati.

Amir HT itu siapa sih, kok jumawa bangets mau jadi kepala negara di Indonesia? Apa gak kepedean ni orang? Amir HT yang sekarang bernama Atha Abu Rusytah usia 79 tahun orang Palestina. Selain umurnya sudah sangat tua untuk jadi kepala negara, itu orang apa jasanya bagi bangsa Indonesia sampai diperjuangkan aktivis HTI untuk duduk di kursi pemerintahan?!

Di kampung halamannya sendiri, Atha Abu Rusytah gagal memerdekan bangsa Palestina dari penjajahan Israel. Pada masa kepemimpinannya di Hizbut Tahrir sejak 2003, khilafah-khilafahan juga gak tegak-tegak tuh. Yang terjadi malah banyak anggota senior HT yang keluar dari HT.

Dengan latar belakang yang gak jelas gitu, Amir HT mau ngantor di Jakarta atau IKN baru, gitu?! Ngaca dong! Siapa loh…Yang dungu itu sebenarnya aktivis HTI. Orang kayak gitu kok diperjuangkan jadi khalifah. Apa umat Islam yang berjumlah 1,3 milyar orang tidak ada yang lebih baik dari dia.

Masalahnya, fanatisme kelompok HTI sudah melampaui batas akal sehat. Fanatik buta Inilah yang membuat profesor dan doktor mereka jadi emosional ala preman terminal ketika HTI dikritik orang. Itulah yang menyebabkan kiai dan ustadz mereka mendadak jadi ulama-ulamaan kalau bicara tentang khilafah, karena yang mereka perjuangkan sejatinya khilafah-khilafahan ala HTI yang tidak ada di al-Quran dan hadis.

Fanatisme kelompok yang melampaui batas disebut ashabiyah. Ashabiyah sangat tercela dalam pandangan Islam. Dalam banyak hadis, Rasulullah saw melarang ashabiyah.

Salah satu di antaranya, hadis:

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ

Dari Jabir bin Muth’im, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang mengajak kepada ashabiyah, bukan termasuk golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah dan bukan termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah.” [HR. Abu Dawud No.4456].

Check Also

Moderasi & Komplek Antarbudaya

Oleh: Prof.Dr.Ibrahim, MA Ketua LTN PWNU Kalbar Dua hal yang penting saya jelaskan terkait dengan …

Tinggalkan Balasan