fbpx
Home / Opini / New Normal; Optimisme Baru Melawan Krisis

New Normal; Optimisme Baru Melawan Krisis

Oleh: Ach Tijani

Suatu istilah yang saat ini sangat populer di tengah masyarakat. Pemahaman sederhana dari istilah tersebut adalah suatu kehidupan dengan tatanan baru.

Secara khusus, istilah ini sebenarnya tidak asing dalam dunia ekonomi. New Normal tidak hanya berlaku di saat pandemi, tetapi istilah itu menunjukkan suatu upaya penyesuaian kebangkitan ekonomi di tengah berlangsungnya krisis. Jadi new normal sama sekali tidak menunjukkan berakhirnya pandemi, justru kehadiran new normal adalah pertanda bahwa pandemi ini akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Hari ini, hampir di seluruh belahan dunia sedang membicarakan new normal, mulai dari tahapan permulaannya sampai bagaimana new normal itu benar-benar menjadi realitas sosial baru. Gejala sosial dan pembicaraan new normal ini setidaknya menggejolak sekitar 3-4 minggu lalu, ditandai dengan pernyataan-pernyataan kejenuhan pemimpin negara-negara Eropa dari tekanan dampak ekonomi dengan mencanangkan membuka kembali beberapa sektor perekonomian. Berikutnya, kesadaran itu akhirnya sampai juga di Indonesia, walaupun sejak awal pemerintah sebenarnya telah memprediksi terjadinya kejenuhan ekonomi dengan pengambilan kebijakan yang terkesan tidak kokoh atau di atas permukaan masyarakat menilai kebijakan pemerintah tidak ajeg.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang dirasa sangat abu-abu itu sebenarnya menunjukkan kekhawatiran terjadinya kejenuhan ekonomi. Namun masyarakat luas tentu tidak banyak melihat titik gelap (blind spot) tersebut, tetapi justru hanya melihat apa yang di depan mata yaitu corona. Disitulah berbagai desakan lockdown bertubi-tubi ditujukan kepada pemerintah. Kemudian pemerintah mengambil jalan tangan dengan membuatn kebijakan berupa social distancing, physical distancing dan PSBB.

Kurang lebih satu bulan PSBB dilaksanakan di beberapa daerah, kini hadir new normal. Bahkan beberapa daerah yang sejak awal ngotot memilih lockdown sebelum pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan PSBB juga ikut mengamini kehadiran new normal. Beberapa daerah tersebut rupanya baru menyadari blindspot kejenuhan ekonomi yang berada dibalik lockdown. Ironisnya, salah satu lembaga survey ternama di negeri ini justru membandingkan kebijakan pemerintah pusat dan daerah terkait pandemi pada indikator kepuasan yang diterima oleh masyarakat, padahal pertimbangan dan wewenang pemerintah pusat dan daerah adalah dua hal yang sangat jauh berbeda. Barangkali hasil survey itu utamanya sebagai kritik bagi pemerintah, tapi justru sebenarnya adalah propaganda yang menjauhkan sinegitas pemerintah daerah dan pusat disebabkan oleh kegagalan lembaga survey tersebht dalam melihat kawasan wewenang yang diemban oleh pusat dan daerah.

Hari ini semua elemen harus optimis menghadapi new normal, dengan tetap menyadari bahwa new normal tidak sama dengan kembali pada situasi seperti sedia kala. New normal juga tidak menandai pandemi ini telah usai, justru inilah pertarungan aktif sebenarnya terhadap corona, dimana kita tetap melawan dengan tetap berupaya berdiri di atas kaki sendiri.

New normal juga bukan pertanda bahwa pemerintah gagal melawan corona, karena pandeminya itu sendiri belum usai, baik di Indonesia maupun dunia secara umum. Jika harus membandingkan dengan negara-negara yang berhasil meminimalisir korban corona, memang disini perlu koreksi, walaupun juga tetap tidak ada negara manapun yang berani mengklaim sebagai pemenang. Kepala kesehatan Canada menyatakan “gelombang arus wabah itu belum berhenti, apakah kita berada di akhir gelombang atau ini baru yang pertama”.

Akhirnya, mari kita kembali fokus pada diri kita, keluarga kita dan negara kita sendiri. Gotong royong menghadirkan new normal yang menguatkan ekonomi dan kesehatan kita bersama. Hari ini bukan wakunya untuk saling menyalahkan, tapi saatnya kita mengambil bagian menjadi jihadis yang sejati untuk melewati krisis ekonomi dan pandemi.

Check Also

PC PMII Sintang Gelar Bagi-bagi Sembako Bagi Kaum Dhuafa

SINTANG – NU Khatulistiwa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sintang mengadakan perpisahan bulan ramadhan …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com