Home / Catatan Ringan / Stay At Home, Enjoy Aja Guys

Stay At Home, Enjoy Aja Guys

Oleh:Didi Darmadi JA

Akademisi IAIN Pontianak

Ikhtiar memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19, ada banyak slogan positif yang dibangun melalui media sosial dan media massa. Saya tertarik dengan tagline stay at home (tinggal dirumah). Kata-kata tersebut bukanlah bermakna biasa-biasa saja, tetapi mengandung makna yang sangat dalam. Seberapa dalam maknanya? Mari ikuti penulis menyelami hikmah tagline atau slogan stay at home.

Pekerjaan kantor beres via online. Tak terbayangkan suasana pandemi Covid-19 begitu cepat mengubah sistem kerja masyarakat Indonesia. Apalagi dengan keterbatasan sarana prasarana penunjang pekerjaan dilakukan secara online. Akhirnya harus mendukung anjuran pemerintah dengan work from home (bekerja dari rumah).

Namun dengan segala keterbatasan, pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dilakukan offline nyatanya bisa dicarikan solusi sehingga bisa dilakukan secara online. Bahkan proses birokrasi yang momok selama ini menjadi lebih singkat dan mudah dilihat progress reportnya dan tentu saja dapat dipertanggungjawabkan. Sungguh pandemi Covid-19 memberikan hikmah yang luar biasa.

Stay at home selain memudahkan pekerjaan, juga bisa sekaligus mendidik dan mengontrol anak-anak belajar dari rumah. Mengajari dan mendidik anak-anak dengan mengikuti program pemerintah dan ketentuan tugas yang diberikan guru secara online via WA dan google form.

Suasana seperti saat ini tentu saja orangtua harus pandai-pandai membagi waktu dan ekstra sabar menggantikan guru di sekolah. Sungguh menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membahagiakan bisa bekerja sambil mendidik dan memberikan teladan yang baik serta dekat dengan orang-orang tercinta dirumah aja.

Jadi tambah dekat dengan anak istri. Ya karena kesibukan pekerjaan, pagi-pagi sudah harus berangkat ke kantor, pulang sore, mandi dan sholat maghrib, makan. Sambil menunggu sholat isya bisalah bersenda tawa dengan orang rumah dan anak-anak, langsung setelah itu ketiduran sampai subuh, begitulah rutinitas harian yang dilakukan kebanyakan para pencari nafkah. Hanya ada sedikit waktu bisa bersenda gurau dengan keluarga inti dirumah.

Namun semenjak negeri ini dilanda pandemi Covid-19, anjuran stay at home menjadi sangat bermanfaat untuk membangun kedekatan hubungan dengan istri dan anak-anak, apalagi jika ada orangtua tercinta. Menyenangkan bukan!

Keutuhan dan keharmonisan keluarga sangat terasa, saling menyapa, bermanja super istimewa. Seringkali tugas dapur dan sumur (mencuci) dilaksanakan secara bergantian dengan istri, sambil mendidik dan memberikan teladan bagi anak-anak. Full pendidikan dan teladan diberikan bagi orang rumah, seperti mengajar ngaji dan beribadah. Tentu saja ada kala suasana tegang dan tenang secara bergantian menyeimuti, tetapi dapat dipahami dan dimaklumi itulah esensi kehidupan rumah tangga.

Diam dirumah juga lebih mudah berinteraksi dengan tetangga, walaupun harus tetap menjaga jarak fisik. Bisa saling menyapa dan berbincang-bincang dari pagar rumah masing-masing. Interaksi semacam ini kalau dihari-hari normal sulit ditemukan pada masyarakat perkotaan dan komplek.

Pagi-pagi atau sore hari setelah olahraga, kita bisa bersih-bersih rumah. So kegiatan seperti ini cukup mengasyikkan, dilakukan bersama orang-orang tercinta dirumah. Mulai dari menyapu, mengepel, dan menyiangi rumput plus pepohonan disekitar rumah, serta diakhiri dengan membakar dedaunan sampah ditempat yang sudah disiapkan. Stay at home: enjoy aja guys!

Check Also

Rais Syuriyah PWNU Kalbar Hadiri Pelantikan IPNU dan IPPNU Kabupaten Ketapang

Ketapang – NU Khatulistiwa, Pimpinan Cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar …

Tinggalkan Balasan