Home / Catatan Ringan / Safari yang Tertunda (Sebuah Perjalanan Spiritual)

Safari yang Tertunda (Sebuah Perjalanan Spiritual)

Oleh: Jono Haru

Ketua SAKO LP Ma’arif NU Kalbar

Tak terasa Ramadhan sudah memasuki sepuluh malam kedua dan itupun sudah di ujung nya karena saat aku menulis ini,sudah hari ke delapan belas Ramadhan,artinya tinggal dua hari lagi sudah memasuki sepuluh malam ketiga.Padahal baru saja rasanya semua orang sibuk dengan pilihannya, apakah ibadah di rumah,sesuai anjuran pemeritah dan MUI atau tetap melaksanakan Ibadah di Masjid-masjid tempat biasanya dilaksankannya ibadah Sholat lima waktu maupun Sunnah,seperti Taraweh dan lainnya.

Bagi diri ku sendiri Ramadhan kali ini agak terasa hambar,karena aku tidak bisa melaksanakan ibadah keliling atau safari Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya,walapun aku masih bisa melaksanakan ibadah di Surau tempat tinggalku sendiri.Ada hikmahnya juga aku bisa Inshaa Allah Full Ibadah di Surau dekat rumah ku,sehingga bisa berkumpul dengan para tetangga di kompleks selama Bulan Suci Ramadhan ini.

Kebiasaan yang telah aku jalani yang sudah lebih dari sepuluh tahun lebih,ini harus ku urungkan ,karena adanya Pandemi Covid-19,sehingga aku lebih baik mengurungkan niatku terus bersafari keliling Masjid selama bulan suci Ramadhan kali ini,

Safari Ramadhan atau perjalanan Sprititual yang telah ku jalani selama ini aku lakukan ke masjid-masjid sebanyak 40 Masjid di Kota Pontianak dan sekitarnya termasuk Kubu Raya,dengan waktu yang terbanyak ada di Sholat Isya dan Taraweh  serta Sholat subuh,Nikmatnya bersafari ini membuat diri tidak pernah lelah dan uzur,padahal ku lakukan setiap hari,apalagi selesai Berbuka lanjut Sholat Magrib,Istirahat sebentar lanjut untuk melaksanakan safari ke masjid yang sudah ku renacanakan.Semakin dekat berakhirnya Ramadhan semakin jauh masjid yang aku kunjungi,karena yang dekat-dekat sudah pada habis aku kunjungi.Banyak hikmah dan pengalaman yang berharga aku temukan selama bersafari tersebut,sehingga terlalu banyak untuk di ceritakan,Namun esensinya untuk sholat Taraweh ada dua saja yang pokok yaitu Rakaat sholatnya saja,yaitu ada yang 23 dan 11.selebihnya kurang lebih sama.”Pernah suatu Ketika saya ceritakan ini ke salah satu Ustazd terkenal di Kota Ini,tentang kegiatan ku,Beliau sangat mengafresiasinya dan minta kepada ku,untuk mencatat dan membuat suatu penelitian serta di bukukan,tentang apa saja yang telah di dapat selama melaksanakan safari tersebut,hanya sayangnya saya belum bisa melakukannya,karena aku melakukannya karena ibadah dan tidak dalam konteks penelitian.”

Nah, Sekarang kegiatan itu tak bisa ku lakukan lagi,karena ada larangan,ini yang membuat diri ku ada sesuatu yang hilang di bulan Ramadhan kali ini.Tak pernah terbayangkan oleh ku,kegiatan ini tak bisa lagiku lakukan,dan belum tentu Tahun depan bisa ku temui lagi bulan yang suci ini.Manusia Punya rencana,tapi Allah lah yang menentukannya,apakah itu bisa laksanakan atau tidak.

Bagi Para Ustadz/Ustazah  hal ini tidak asing bagi mereka,karena mereka sudah punya jadual,baik sebagai Mubaligh ataupun Imam,Namun buat ku ini sesuatu yang sangat luar biasa,karena tidak semua orang mampu melakukannya,karena banyaknya pertimbangan dan waktu yang tersedia.Dengan sedikit agak di paksakan di awal-awal pelaksanakan aku terus melakukannya sehingga tidak terasa sudah lebih dari sepuluh Tahun aku lakukan,sehingga berdampak di luar bulan Ramadhan,tetap melaksanakan safari Walaupun tidak ada target 40 masjid.

Covid-19 mengacaukan semua Impian dan rencana manusia,sehingga manusia di minta atau di paksa Oleh Allah untuk melakukan Introspeksi diri,agar tidak semaunya saja melakukan kerusakan di muka bumi ini.Perbuatan Maksiat dan kezholiman yang selama ini yang di pamerkan manusia membuat Manusia pongah dengan kehebatannya,sehingga mereka lupa bahwa di atas mereka masih ada Tuhan yang telah mengendalikan hidup mereka. Wallahua’lam bissawab

Check Also

Rais Syuriyah PWNU Kalbar Hadiri Pelantikan IPNU dan IPPNU Kabupaten Ketapang

Ketapang – NU Khatulistiwa, Pimpinan Cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar …

Tinggalkan Balasan