Home / Figur / Abah Tohidin, Sosok Ulama yang Aktif di Banser

Abah Tohidin, Sosok Ulama yang Aktif di Banser

Banser merupakan pasukan inti dari Gerakan Pemuda Ansor, badan otonom Nahdlatul Ulama.

Tidak hanya dituntut untuk kuat fisik, tapi juga beladiri untuk menjalankan tugas utamanya yaitu mengawal dan mengamankan para habaib dan ulama Nahdlatul Ulama, selain juga Banser diharuskan bisa mengaji.

Sebagai Tentaranya Nahdlatul Ulama yang merupakan ormas keagamaan dengan jumlah Jamiyyah terbesar di Indonesia bahkan dunia, Banser di dalamnya terdapat beragam latar belakang mulai dari yang baru belajar beragama Islam atau muallaf, pemuda muslim biasa, para putra kyai bahkan tidak sedikit adalah ulama yang sudah menjadi panutan masyarakat.

Salah satu ulama panutan masyarakat yang juga merupakan anggota aktif di Banser ialah Kasatkorwil Banser Kalimantan Barat, Abah Kyai Tohidin.

Beliau merupakan pimpinan Banser di Kalimantan Barat dan juga pimpinan di Pondok Pesantren Al-Ma’rif Tanah Belitang, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau.

Meskipun beliau merupakan Pimpinan Pondok Pesantren, beliau tidak canggung mengabdikan dirinya di Barisan Ansor Serbaguna, karena menurut beliau, Banser merupakan Thoriqoh untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dalam wujud perjuangan nyata.

Dalam kesehariannya, beliau mengajar di Pondok Pesantren serta mengisi pengajian masyarakat di berbagai daerah di Sekadau hingga di beberapa daerah di Kalimantan Barat.

Pengabdiannya di Nahdlatul Ulama dimulai ketika beliau menuntut ilmu agama di Mabna Al Mursyidi Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tasikmalaya dimana beliau menjadi kader IPNU yang ketika itu menjadi ketua bidang kaderisasi PC IPNU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat .

Setelah berkelana mencari ilmu di beberapa Pondok pesantren di Jawa beliau pulang ke daerah Belitang untuk melanjutkan dakwah dengan mendirikan pondok pesantren di Belitang Kabupaten Sekadau dan menghidupkan kembali Nahdlatul Ulama yang dulu pernah didirikan oleh H. Saleh Ali.

Tahun 2008, Beliau mengikuti Pengkaderan Banser di Belitang kemudian mendirikan PC GP. Ansor Kabupaten Sekadau, secara langsung beliau ditunjuk menjadi ketua di periode tersebut.

Selanjutnya karir beliau di Gerakan Pemuda Ansor terus menanjak hingga beliau dipercaya sebagai Kasatkorwil Banser Kalimantan Barat selama 2 Periode.

Sampai artikel ini ditulis beliau masih menjadi Kasatkorwil Banser di Periode Keduanya.

Diantara riwayat pendidikan formal beliau adalah sebagai berikut.

  1. SDN 06 Sungai Maboh, lulus Tahun 1994.
  2. MTs Al Mizan Balai Karangan, lulus Tahun 1997.
  3. MAS Al Mizan Balai Karangan, lulus Tahun 2000.

Selama sekolah di MTs dan MA beliau juga mondok di Pesantren Al Mizan, Balai Karangan, berguru kepada KH. Ahmad Mafrudin.

Lebih khusus di bidang ilmu tauhid beliau merupakan murid khusus karena beliau bukan hanya ngaji umum seperti santri lainnya tapi juga secara khusus ber-Talaqqi/Sorogan langsung dengan KH.Ahmad Mafrudin dan berkhidmah sebagai santri di ndalem kyai.

Setelah selesai di Balai Karangan beliau sempat bekerja di Juwana, Pati Jawa Tengah untuk mencari bekal memuaskan dahaga ilmunya untuk berguru pada para Alim Ulama di Jawa, diawali dengan berkhidmah mengurus dan menjadi Imam Musholla Al-Qona’ah, Pundong Bantul, Jogjakarta. Kemudian beliau melanjutkan mondok di Mabna Al Mursyidi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari Tasikmalaya Jawa Barat untuk mengambil takhasus kitab kuning dibawah asuhan KH.Ahmad Munawar Hidayatullah, yang merupakan putra sekaligus murid KH. Aang Hasan Syadzili Sukabumi, Ahli Falaknya PBNU.

Kepada beliau Abah Tohidin muda mengaji berbagai macam disiplin ilmu antara lain ilmu alat( Nahwu, Sorrof ) ,Fiqih, Tauhid, Tasawwuf, Mantiq, Balaghoh, Faroid, Falaq, Usul Fiqih, Hadits, Ulumul Qur’an, Arudh, Mujadalah. Selama mondok di Tasikmalaya ini beliau juga aktif sebagai Pengurus PC. IPNU Kota Tasikmalaya.

Beliau juga sempat menimba ilmu di tanah leluhur beliau di Kab. Banyumas Jawa Tengah, secara khusus beliau belajar ilmu Hikmah kepada KH. Abdur Rozak, Sokaraja Banyumas. Khusus Tasawuf beliau berguru kepada Mbah KH. Raden Abdussalam, Sokaraja Banyumas.

Selain itu beliau juga sempat tabarukan ngaji kepada :

  1. Abah KH. Masruri Abdul Mughni, Benda Sirapog, Brebes Jawa Tengah, saat itu menjabat Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah.
  2. Abah KH. Abdul Ghofur, di Pondok Pesantren Sunan Pandan Aran, Paciran Lamongan, Jawa Timur.
  3. Abah Kiyai Nawawi, Jogjakarta, secara khusus belajar Akhlak kepada Beliau.
  4. Beliau juga sempat Tabarukan Ngaji di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak Jogjakarta.

Untuk Pendidikan Tinggi, pada Tahun 2019 lalu beliau juga telah menyelesaikan pendidikan formalnya dibidang Ilmu Pemerintahan di Universitas Terbuka.

Saat ini beliau aktif mengajar santrinya di pondok pesantren, juga masih terus berguru dan meminta bimbingan kepada :
Abah KH. Ahmad Mafrudin,Abah KH. Nur Muhammad Suharto, Al-Habib Abdullah Ridho bin Yahya,Syeikh Abdulloh Yahya Al Qadri. (Akhmad Adi Fuadi)

Check Also

Harlah UNU Kalbar ke-6 Berlangsung Meriah

Kubu Raya – NU Khatulistiwa, Penyelenggaraan Hari Lahir (Harlah) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan barat ke-6 …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com