fbpx
Home / Opini / Indonesia Bersatu Melawan Corona : Panggilan Kepatuhan Diri

Indonesia Bersatu Melawan Corona : Panggilan Kepatuhan Diri

Oleh: Dr Ibrahim, MA

Ketua LTN PWNU Kalbar

Satu atau dua bulan yang lalu, sebagian kita hanya menjadi penyimak informasi yang terkait dengan kasus penyebaran virus corona di Wuhan China dan beberapa negara terdampak saat itu. Saat itu, mungkin sbagian kita tidak menganggapnya sebagai persoalan yang mesti disikapi dengan serius dan emosional, karena memang ketika itu Indonesia masih berstatus zero kasus.


Situasi yang sangat berbeda kita rasakan dalam satu bulan terakhir, tepatnya sejak presiden RI Joko Widodo mengumumkan secara resmi adanya kasus covid 19 pertama di Indonesia, dengan terkomfirmasinya kasus 1 dan 2 di Depok. Sontak, mulai saat itu kasus ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Apalagi dalam setiap rentang waktu 2-3 hari berikutnya, kasus positif covid 19 makin bertambah, berlipat ganda, hinggalah rilis terakhir pemerintah tanggal 21 maret 2020 yang mengkomfirmasi kasus positif sudah mencapai angka 450 orang, dengan lebih 30 orang meninggal.


Kondisi tersebut memunculkan beragam sikap masyarakat. Ada yang acuh, tetapi tak sedikit mengambil langkah yang mendekati kepanikan. Hal ini terlihat dengan gerakan memborong barang belanjaan, menimbun barang kebutuhan pokok, memborong masker dan hand sanitizer. Akibatnya, dua kebutuhan perlindungan diri itu semakin susah didapatkan. Kekhawatiran terhadap kepanikan di tengah masyarakat menjadi isu penting yang harus segera dinetralisir oleh pemerintah. Karena itu pemerintah terus berupaya menangani kasus covid 19 dengan beberapa langkah cepat dan tepat, antara lain membuat kebijakan social distancing, meliburkan sekolah, membatasi kegiatan sosial keagamaan yang bersifat massal, dan sebagainya. Sebab dengan begitu diyakini penyebaran covid 19 dapat dikendalikan.


“Indonesia Bersatu melawan Corona” menjadi narasi gerakan dan himbauan yang menghiasi media masa nasional. Karena sesungguhnya kesatuan langkah, pikiran, gerakan, dan sikap masyarakat menjadi kunci keberhasilan bangsa ini memerangi wabah covid 19.


Sebagai bangsa yang berdaulat, semua rakyat berhak mendapatkan perlindungan dan layanan yang maksimal dari negara, termasuk jaminan kesehatan dari pemerintah. Akan tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah juga memerlukan dukungan dan kerjasama penuh dari rakyatnya dengan segala kebijakan yang dibuat.

Dalam kondisi bangsa saat ini, hanya persatuan dan kekompakan kita sebagai bangsalah yang dibutuhkan. Bukan adu argumentasi yang saling tuding, curiga dan menyalahkan. Kebijakan pemerintah (apapun bentuknya) mesti didukung dengan sepenuh hati oleh masyarakat. Bukankah pemerintah adalah ulil amri yang wajib kita patuhi (dita`ati).

Kinilah saatnya masyarakat kita diuji tingkat kepatuhan dan kekompakan sebagai sebuah bangsa, sikap kepatuhan untuk mengikuti kebijakan pemerintah dalam memerangi wabah covid 19. Saat ini hanya kepatuhan, sikap saling percaya dan dukunganlah yang mesti kita berikan, bukan perdebatan dan unjuk “keangkuhan” diri. Semoga dengan demikian kita mampu memerangi wabah corona, dan mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya menyelamatkan bangsa ini dari bala bencana serangan wabah virus covid 19. Hanya kepada Allah lah kita kembalikan semua urusan, kepada Nya jualah kita memohon perlindungan dari segala wabah bencana. Hasbunallahu wani`mal wakiil, nikmal maula mani`man nashiir

Check Also

Satgas Gugus Tugas GP Ansor Penanganan Covid-19 dan LazisNU Melawi Peduli Anak Yatim

MELAWI – NU Khatulistiwa, Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Jum’at (22/05) Satgas Gugus Tugas GP …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com