fbpx
Home / Berita / Peringati Harlah NU ke-94, MSC Kalbar Gelar Ngopi Bareng

Peringati Harlah NU ke-94, MSC Kalbar Gelar Ngopi Bareng

PONTIANAK – NU Khatulistiwa, Majelis Santri Creative Kalimantan Barat,bekerjasama dengan Gerakan Pemuda Ansor Pontianak,IPNU Kubu Raya,FKMD Kalbar,IKA NURIS, Remaja Masjid Nurul Hidayah dan Jurnalistiwa.co.id gelar Ngopi Bareng santai di Kafe Olive Seruni Jalan Panglima Aim Pontianak Timur. Senin (3/2) Malam.

Adapun tema pemantik yang dijadikan referensi rujukan adalah “NU Dimata Gusdurian”, yang dihadiri Pemateri Luar Biasa Sahabat Mohamad.SH selaku Ketua Gusdurian Kota Pontianak.

Dalam acara tersebut dibuka oleh Moderator perwakilan dari IPNU kubu Raya. Yang memandu jalannya dialog Ngopi Bareng dengan pembacaan Tawassul terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan waktu yang lebih efesien dan progesif maka kepada Narasumber untuk memaparkan tentang Gusdurian kepada kawan – kawan yang hadir.

Sahabat Mohamad dalam paparan penjelasan nya, menjelaskan bahwa Gusdurian itu adalah sebuah komunitas orang – orang yang cinta, Kagum dengan Pemikiran Gusdur sebagai bapak bangsa. Dengan konteks harlah Nahdlatul Ulama Menjelang satu abad. Gusdurian adalah sebutan untuk para murid, pengagum, dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Para GUSDURian mendalami pemikiran Gus Dur, meneladani karakter dan prinsip nilainya, dan berupaya untuk meneruskan perjuangan yang telah dirintis dan dikembangkan oleh Gus Dur sesuai dengan konteks tantangan zaman sekarang.

“Gusdurian berbeda brigade gusdur, namun jika Jaringan Gusdurian adalah Gusdurian yang terkumpul dalam sembilan nilai jaringan Gusdurian. Yang terdiri dari komunitas – komunitas, misalnya “Komunitas Gitu Aja Kok Repot”. Meski sesuka hati apapun komunitas sejenis Gusdurian Bebas selama tidak melanggar 9 Nilai ajaran Gusdurian.” harapnya

Komunitas Gusdurian yang masa anak kemaren, kenapa sudah berpikir jauh tentang Nahdlatul Ulama. Karena gusdur dengan telah mencontohkan tinggal kita sebagai Aktifis Generasi Muda NU. Harus memikirkan tentang Kemanusiaan itu sendiri. Baik dari segmen kemandirian dan Kemandirian Pikiran. Kemandirian itu juga sangat melekat dengan salah satu sembilan nilai ajaran gusdurian yakni kesederhanaan.

Nah, untuk Gusdurian dan NU itu harus dipisahkan dalam kelembagaan dengan NU. Maka hal ini perlu kita pahami. Gusdurian pun juga tidak macem macem dimulai dari Muhammadiyah dan Gavatar, dari Jenis Kelaminnya yang jelas sampai yang tak jelas. Semu dilihat dari sudut pandang Gusdurian sebagai Manusianya. Meski mereka ada yang LGBT atau Transgender tetap diperlakukan sama karena nilai kemanusiaannya.

Nilai, pemikiran, perjuangan GusDur tetap hidup dan mengawal pergerakan kebangsaan Indonesia;  melalui sinergi para pengikutnya, dilandasi 9 Nilai Gus Dur: Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Persaudaraan, serta Kesederhanaan, Sikap Ksatria, dan Kearifan Tradisi.

Pisahkan manusia dan prilakunya jika manusia itu yang bermasalah, karena sejatinya gusdurian lebih melihat pada kemanusiaan nya daripada menjustifikasi seseorang. karena kesalahanannya, prinsip Memanusiakan manusia itulah nilai yang dijunjung ajaran komunitas gusdurian. Dan
Jika anak muda nu hari ini? masih rasis maka mereka akan condong melakukan prmbulian, memukul. Sebab Prilaku dan manusia itu tidak boleh dikaitkan.tukasnya

Dari konteks sudut ulama bahwa gusdurian, memiliki fatner para kiai – kiai NU, dengan cara amar ma’ruf mengajak (dakwah) secara pelan – pelannya.akan tetapi sama dengan pemikiran Ahlussunnah waljamaah. pintanya

“anda jangan sampaikan mewakili tuhan”, mengapa, sebab tugas manusia adalah memperbaiki akhlak bukan menyalahkan manusia itu karena tidak sama dengan keyakinan kita. Sebab yang memberi hidayah itu hanyalah Allah SWT.

Titik sasar dengan Kreasi spririt dan semangat gusdurian dan ditangan kita bisa jadi lebih bermanfaat dan mudhorot juga ada ditangan kita. Maka melalui prinsip
Kesederhanaan juga, Gusdur merupakan sosok yang sederhana,gusdur g punya dompet, tetapi ia juga kaya. Sebab yang punya rezeki itu dari Allah dengan pasrah tingkat keimanan gusdur sudah selesai melakukannya. Begitupun untuk gila gaya dan gila pujian bagi gusdur sudah lepas dan tidak berlebih lebihan, seperti layaknya ketika gudur dilengserkan dari kekuasaan kursi presiden
Yang diutamakan dadi politik itu adalah kemanusiaan. Dan kata gusdur “Boleh kau berkomentar, asal tidak melukai hati rakyat.” tutupnya.

Kegiatan ditutup dengan Pembacaan doa oleh Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Pontianak yakni Sahabat Bukhori kemudian dilanjutkan dengan ngobrol santai dan bebas. (Ulil Abshor)

Check Also

PC IPNU Kubu Raya Gelar RapatPemantapan Jelang Pelantikan

KUBU RAYA – NU Khatulisiwa, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC. IPNU) Kabupaten Kubu …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com