fbpx
Home / Uncategorized / Hadirkan Sukriyanto, IPPNU-MWCNU Sungai Raya Gelar Ruwahan dan Sarasehan

Hadirkan Sukriyanto, IPPNU-MWCNU Sungai Raya Gelar Ruwahan dan Sarasehan

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelaja Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sungai Raya dalam Rutinan, Kajian dan Arisan (RUJAKAN) sekaligus gelar sarasehan dan konsolidasi kader perkuat organisasi dengan tema “Bersama IPPNU kita tingkatkan semangat kebersamaan Aswaja” bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sungai Raya dan ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Kalimantan Barat Sukiryanto S,Ag dikediaman rekanita Siti Maysarah di Desa Merkar Sari, Bakti Suci II, TR6, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Pada Minggu 19/01/19.

Kegiatan RUJAKAN merupakan kegiatan rutinan yang dilakukan oleh PAC IPPNU Sungai Raya setiap satu bulan secara rutin selama kepengusrusan yang diketuai oleh Lailatul Fitri. Biasanya RUJAKAN PAC IPPNU Sungai Raya tersebut hanya di hadiri oleh beberpa pengurus MWC NU Sungai Raya untuk mengisi materi kajian dalam kitab Sullamunajat. Pada kegiatan RUJAKAN yang di rangkai dengan sarasehan tersebut dihadiri oleh ketua tanfidziah MWC NU Sungai Raya Kh. Amin Ansori, ketua rois suriah MWC NU Sungai Raya Kh. Muhyidin Sholeh, khatib MWC NU Sungai Raya ustadz Asruki Usman dan sekretaris MWC NU Sungai Raya ustadz Rohim serta ketua DPD RI Kalimantan Barat H. Sukiryanto S, Ag.

Acara tersebut dibuka dengan ulumul quran serta tawassul kepada muaziz jam’iyah Nahdlatul Ulama dengan harapan mendapatkan barokah dari Allah SWT.

Dalam sambutannya ketua tanfidziah MWC NU Sungai Raya menyampaikan terimakasih kepada semua jajaran IPPNU karena telah melakukan rutinitas mengaji kitab sullamunajat “kitab sullamunajat ini salah satu kitab kelasik yang memang identik ke-aswaja-an sesuai dengan ajaran-ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah, maka dari itu saya sangat berterimakasih kepada seluruh jajaran IPPNU sehingga bisa mempunyai rutinitas kegiatan meskipun hanya satu bulan sekali namun keistikomahan inilah yang in shaa Allah membawa berkah dan keridhoan Allah, karena istikomah itu adalah hakikatnya kemuliaan dan kekaromahan itu ada pada istikomah apalagi ke istikomahan itu dalam majlis ta’lim” ujarnya. Ia juga meminta kepada seluruh pengurus IPPNU agar tidak ragu dengan organisasi NU “saya minta kepada pengurus IPPNU agar tidak ragu dengan organisasi NU karena satu-satunya organisasi di Indonesia yang didirikan tidak sembarangan melalui peroses riyadoh tirakat bermunajat kepada Allah yang begitu panjang melalui pemikiran yang panjang dari orang-orang yang sangat dikasihi dicintai oleh Allah, nah karena orang-orang yang mendirikan ini adalah termasuk orang yang dekat kepada Allah maka kita yang ada didalamnya in shaa Allah akan mendapat pertolongan beliau-beliau semua” pungkasnya.

Kemudian Sukiryanto selaku ketua DPD RI Kalimantan Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya pada kesempatan tersebut tidak lain untuk bersilaturahmi dengan pengurus IPPNU Sungai Raya terlebih kepada MWC NU Sungai Raya “kami kebetulan ya memang harus berkunjung ke masyarakat wabilhusus masyarakat NU karena bagaimapun secara struktural saya masih ketua di Nahdlatul Ulama di Provinsi wilayah Kalimantan Barat sebagai wakil ketua bagian infrastruktur, jadi tujuan utama kami memang ingin bersilaturahmi kemudian dari sini saya berharap kepada adik-adik agar memperluas NU, dikalimantan dari pelajar-pelajarnya inilah kalau kami ini kan sudah tua, artinya sudah tidak terlalu mengedapankan dan tidak memiliki waktu untuk berlajar adik-adik sekarang inilah yang perlu meneruskan perjuangan NU terdahulu ” ujarnya.

Dalam kajian kitab sullamunajat yang disampaikan katua rois suriah Kh. Muhyidin Soleh menjelaskan mengenai wudhu dan batas-batasan yang harus dibasuh dalam berwudu dan mengenai hadist nabi tentang akhirat “hakikatnya akhirat itukan kalau bukan sekarang kapan lagi, jadi terpleset di siratulmustakin itu bukan nanti tapi sekarang karena kalau sekarang terpleset ya nanti terpleset maka dari itu dalam berwudu jangan sampai salah hingga shalatnya juga jangan sampai salah, mandi hadast juga harus benar. Bagian-bagian yang harus disiram dalam wudu itu dari wajah tumbuhnya rambut pada umunya dan kaki sampai mata kaki, kemudian kalau shalat jangan sampai salah, dagu itu harus ditutup karena saat shalat yang boleh terlihat hanya bagian wajah sedangkan dagu itu bukan bagian dari wajah” pungkasnya.

Acara tersebut di akhiri dengan doa, makan bersama dan dilanjutkan dengan arisan. (Sulastri)

Check Also

Idul Fitri; Semangat Kembali dan Menjaga Fitrah

Oleh: Ach Tijani, Imam Masjid Al-Istiqomah Pal IX Kubu Raya Kalbar. Idul Fitri terdiri dari …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com