Home / Berita / Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Babul Islam Madusari

Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Babul Islam Madusari

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,Panitia dan Remaja Masjid Babul Islam Desa Madu Sari Gelar, Peringatan Maulid Nabi di Parit Madura Sungai Raya. Dengan tema pemantik “Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan”.,Pada Sabtu (9/11) Malam.

Kegiatan ini, dihadiri oleh penceramah KH. Ma’ruf Khozin Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I Ganjaran Gondang Legi Malang. KH. Munawir Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Munir Madu Sari, KH. Mahrus, KH. Abdussomad, Ustadz mursaha, Alumni RU I madusari dan Jamaah Muslimin – Muslimat.

Ketua Panitia yang diwakili Ustadz Maksum. S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pada kesempatan malam ini ceramah agama akan disampaikan Almukarram KH. Ma’ruf Khozin selaku Pimpinan Direktur Aswaja Nahdlatul Ulama Centre, saat ini perlu menjadi benteng warga Nahdliyyin Khususnya Jamaah Desa Madu Sari. “Dan Haturan terima Kasih kepada Gurunda KH. Ma’ruf Khozin beserta Rombongan telah sudi bersedia Hadir pada acara ini.” tutupnya

Sebelum acara inti dimulai, disambut dengan Thola’al Badru dan Sholawat Habsy oleh Ustadz Hermanto dan Ustadz Syahroni untuk menyambut kerawuan Kiai.

Mauidzotul Hasanah disampaikan oleh Kiyai Ma’ruf Khozin, asal muasal dari adanya Maulid dimulai dari kisah Nabi Musa Alaihi Wasalam. Dimana Nabi Musa hidup dimasa Raja Fir’un yang sangat kejam. Dimana Firun memerintahkan kepada bala tentaranya untuk membunuh setiap bayi laki laki untuk dibunuh
.Dan untuk menghilangkan rasa kekhawatiran Nya, Ibunda Nabi Musa Alaihi Wasallam lagi lahir sehingga Malaikat Jibril atas perintah Allah untuk memberikan Peringatan agar Ibunda Musa Memasukkan Bayi Nabi Musa untuk dihanyutkan ke laut merah.lanjutnya

“Bayi yang terhanyut tersebut, ditemukan oleh istri Fir’un. Dan Istri sangat menyukainya dan diketahui oleh raja firun untuk dibunuh. Namun apadaya firun takluk akan istrinya. Bahwa bayi ini bisa menjadi penghiburnya.”

Janji Allah kepada Ibu Nabi Musa As, bahwa
Bayi yang dihanyutkan tadi akan kembali kepadanya. Singkat cerita Bayi Nabi Musa tidak mau disusui oleh pelayan Fir’aun, Sehingga pada akhirnya Ibu Nabi Musa Sendiri yang menyusui tanpa diketahui status dirinya adalah Ibu Kandung Nabi Musa Oleh Raja Firaun.

“Dan tiba dimana masa Nabi Musa tumbuh dewasa dengan tubuh yang gagah, dan telah diangkat menjadi Nabi. Dan ditentang Firaun untuk dibunuhnya sampai dikejar bersama Ummat melewati Laut merah yang terbelah hingga Firaun tenggelam dalam lautan.”

Dan akan rasa syukur itu diperingati sebagai dengan hari Asyyuro (10 muharrom) nabi musa merayakan rasa syukur kepada Allah dengan berpuasa. Nah, disinilah kita hingga detik ini memperingati hari lahir Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan pada hari Senin, 12 Robiul Awwal. Dan ini sholeh dijelas kan dalam kitab Bukhori – Muslim beliau, Nabi Muhammad merayakan hari lahirnya dengan berpuasa. Hadist ini shoheh dalam keterangan Imam Ibnu Taimiyah.

“Di dalam Maulid Nabi terdapat pembacaan Sholawatan dan Sedekah adalah pahala, maka dengan rasa syukur nikmat selama tidak melanggar syariat maka ini diperbolehkan.” tukasnya

Acarapun diakhiri dengan sungkeman kepada KH. Ma’ruf Khozin sebelum meninggalkan Jamaah dan dilanjutkan dengan pembacaan Doa Bihubbi oleh KH. Abdus Somad sebagai Sesepuh tokoh Madu Sari. (Ulil)

Check Also

Kepengurusan OSIS dan MPK MAN Mempawah Resmi Dilantik

MEMPAWAH – NU Khatulistiwa, Beberapa siswa/i Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah yang tergabung dalam kepengurusan …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com