Home / Ngaji / Memaknai Peringatan Maulid Nabi SAW

Memaknai Peringatan Maulid Nabi SAW

Oleh; Salihin

Aktivis NU Mempawah

Makna Maulid Nabi Muhammad SAW. Dimana kita terus peringati  (setiap tanggal 12 Rabiul Awwal) bukan hanya sebuah kegiatan seremonial tanpa arti, melainkan sebuah momen spiritual untuk mentahbiskan beliau sebagai manusia pilihan yang tidak satupun manusia yangmampu menandingi kemuliannya.

Peringatan yang kita lakukan bukan upacara biasa, tapi perenungan dan pengisian batin agar tokoh sejarah tidak menjadi fiktif dalam diri kita, tapi betul-betul secara kongkrit tertanam, mengakar, menggerakkan detak-detak jantung dan aliran darah ini.

Arti Maulid Nabi Kata Maulid berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti lahir, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw merupakan suatu tradisi yang berkembang setelah Nabi SAW wafat, dengan di peringatinya Maulid Nabi Saw ini yang merupakan suatu wujud ungkapan rasa syukur dan rasa kegembiraan ummat islam seluruh dunia.

Sebetulnya Substansi dari peringatan Maulid Nabi adalah, memperkuat komitmen dan kecintaan kita sebagai ummatnya. Setidaknya, ini terwujud dengan beberapa Hikmah Perayaan Maulid Nabi yang di laksanakan.
Adapun Hikmah daripada peringatan maulid tersebut adalah

  1. Mendorong kita untuk mengingat sejarah perjuangan beliau di masa hidupnya.
  2. Mengenal sosok sang pemimpin dunia yang sangat luar biasa.
  3. Menjadikan beliau sebagai pedoman dalam kehidupan.
  4. Menuntun manusia agar menjadi baik dalam perilaku hidup didunia.
  5. Menggiring manusia untuk banyak bersholawat kepada nya.
    Dari lima hikmah yang di uraikan diatas masih banyak lagi hikmah-hikmah yang dapat kita petik dari peringatan maulid tersebut,

Fadilah Perayaan Maulid Nabi

Menurut fatwa seorang Ulama besar : Asy-Syekh Al Hafidz As-Suyuthi menerangkan bahwa mengadakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw, dengan cara mengumpulkan banyak orang, dan dibacakan ayat-ayat al-Quran dan diterangkan (diuraikan) sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi sejak kelahiran hingga wafatnya, dan diadakan pula sedekah berupa makanan dan hidangan lainnya adalah merupakan perbuatan Bid’ah hasanah (bid’ah yang baik), dan akan mendapatkan pahala bagi orang yang mengadakannya dan yang menghadirinya, sebab terdapat rincian beberapa ibadah yang dituntut oleh stara’ serta sebagai wujud kegembiraan, kecintaan atau mahabbah kapada Rosullullah saw.

Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw :

مَنْ أَحَبَّنِى كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنـَّةِ 

“Barang siapa yang senang, gembira, dan cinta kepada saya maka akan berkumpul bersama dengan saya masuk surga”.

Sungguh begitu sangat luarbiasa jika kita lihat dari pahala yang telah kita baca dari hadits tersebut, maka seyukyanya sebagai ummat Nabi Muhammad saw, untuk kemudian lebih bersemangat menyambut/ memperingati kelahiran beliau.

Tak sampai disitu mengingat nabi juga baik tatkala di lakukan setiap harinya tanpa menunggu hari kelahirannya. Dengan sholawatan, mengamalkan sunnah-sunnahnya, bersilaturrahim, bermusyawarah dan mengikuti jejak perjuangan baginda Nabi Muhammad SAW.

Check Also

Kepengurusan OSIS dan MPK MAN Mempawah Resmi Dilantik

MEMPAWAH – NU Khatulistiwa, Beberapa siswa/i Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah yang tergabung dalam kepengurusan …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com