fbpx
Home / Berita / Jem’iyah Ruqiyah Aswaja Gelar Pelatihan Ruqiyah Perdana di Ponpes Miftahul Khairat

Jem’iyah Ruqiyah Aswaja Gelar Pelatihan Ruqiyah Perdana di Ponpes Miftahul Khairat

LADUNI.ID, KUBU RAYA – Team Khatulistiwa Kalimantan Barat Bekerja sama dengan Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA), Gelar Pelatihan Ruqiyah Aswaja yang dipelopori KH.  Syarmawi selaku tuan rumah dan bersama panitia KH. Abdul Azizi.M.Pd.I dan Gus Hadi Almubarok, pelatihan yang dipusatkan di Musholla Pondok Pesantren Miftahul Khairat Desa Sungai Ambangah Sungai Raya Kubu Raya, Sabtu, 31/8.

Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 07.30 Wib hingga malam nanti Ba’da Isya’. Dimana dimulai dari Registrasi Peserta, Pembukaan dan ditutup dengan Doa. Dan setelah itu di Lanjutkan dengan Materi Pelatihan Praktisi Ruqiyah Aswaja dengan syarat tertentu. Dalam Juknis Brosur yang beredar dan kesepakatan Rowndown Acara oleh panitia.

Pada kegiatan ini langsung dipimpin oleh Gus Allama A’laudin Sidiqi ,M.Pd.I Selaku Founder dan Ketua Dewan Pembina Jam’iyah Ruqyah Aswaja Pusat.

Sekitar Puluhan Peserta yang mengikuti Pelatihan, hanya Satu Perempuan yang ikut serta. Sedangkan yang lain diikuti dari kalangan kiai, ustadz, tokoh dan pemuda serta Banser.

Gus Ama dalam penyampaian paparannya mengenai Teori itu mudah. Namun Prakteknya tak semudah dalam pengaplikasiannya. Dalam menjalan visi Dakwah hanya saja kita lebih pada 70 persen Praktek dan 30  Persen hanyalah teori. Beliau menjelaskan pengertian Ruqiyah secara bahasa itu ialah sebuah mantra, jampe – jampe, dan sempur. Karena Ruqiyah merupakan bagian dari sebuah Pengubatan yang tertua didunia.

Mantra atau Jimat serta Pelet sudah ada sejak zaman jahiliyah. Namun secara teknis pakai bacaan Latta Uzza oleh orang orang kafir Quraisy. Sebab itu tidak berlandaskan atas dasar Alquran.

Dan tentunya menjadi Orang Peruqyah prinsip pada dasarnya harus kuat. Karena tidak boleh mudah goyah dengan statmen “Orang Yang Meruqyah dan Yang di Ruqyah akan di Hisab”. Kelak dihari kiamat. Bahkwan meruqyah orang non muslim juga diperbolehkan dalam anjuran Rasulullah Shollollahu Alaihi Wasallam.

Ruqyah itu sendiri terbagi atas haq dan batil.
Dan Semua orang bisa meruqyah asal muslim terutama kalangan Nahdliyin. Pada Umunya Ruqiyah adalah doa kesembuhan. Dimana yang menyembuhkan adalah Allah Subnahu Wataala. Dan Modal untuk ngeruqyah itu hanyalah cukup berbekal kantong kresek.

Adapun dari keuntungannya dapat menjadi seorang spesialis sebagai dokter pribadi, umum, keluarga,hewan, dan sesama manusia. 
Karena bisa Meruqyah 100 orang dalam satu jam.

Perlu ditanamkan dalam benak kita bahwa kita harus benar benar yakin (Lilladzi Naamanu)harus iman percaya sama Allah. Sama halnya kisah Said alqodri yang menerapkan dengan metode Alquran adalah obat pertama dan utama sebagai anjuran Allah dan berpahala. Niatkan sebagai ladang dakwah dalam perjalanan Ruqyah dapat imbalan tau tidak. Analogi orang mengikuti akal sehat dikala pergi berobat ke rumah sakit sembuh tidak sembuh tetap bayar, dan belum tentu bertambah keimanannya. Beda dengan metode praktisi Ruqyah Sembuh tak sembuh berpahala.

“Terakhir kuncinya ialah mengetahui Syarat Pokok bagi seorang Peruqyah ialah pertama harus Berani. Berani dalam hal mengambil semua resiko. Kedua tidak boleh panik terhadap pasien yang akan ditangani selama dengan mengikuti metode dan trik yang sudah diajarkan sesuai buku panduan. Dan yang ketiga harus hafal ayat ayat ruqiyahnya. Meskipun ini masih proses dan nantinya tidak hafal tetap bisa meruqyah tapi juga dapat berkonsekuensi fatal”. tutupnya. (Ulil)

Check Also

“Ayo Menanam” Dalam Hadapi Krisis Corona

Oleh: Dr.Yusriadi, MA Ketua PW ISNU Kalbar Sore itu di akhir Maret 2020, di Group …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com