Home / Ngaji / Makna Hari Raya Idul Fitri

Makna Hari Raya Idul Fitri

Oleh : Abdul Mutolib, S.Kom.I

Aktivis NU Kabupaten Mempawah

Hari Raya Idul Fitri. memiliki nilai yang sangat berkaitan erat dengan tujuan seorang hamba dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selama 30 hari lamanya melaksanakan puasa Ramadahn tentunya seseorang tersebut menginginkan hasil dari apa yang telah mereka lakukan. Maka Idul Fitri ini adalah puncak dari pencapaian proses yang di lakukan oleh mereka yang melaksanakan ibada puasa se bulan penuh di bulan Ramadhan.

Dalam penyambutan hari raya idul fitri tidak jarang kita melihat antusias masyarakat berbondong2 memperbaiki rumah, membeli perhiasan, Dll. Ini merupakan budaya yang seolah sudah berakar di masyatakan terkhusus Indonesia. Maka untuk mengimbangi hal tersebut banyak cara agar hari raya tak menjadikan diri kita terlena dan lupa terhadap makna idul fitri itu sendiri.

Dalam kesempatan ini sidikit saya paparkan terkait pengertian idul fitri. Sebagai acuan bagi kita dalam berhari  raya.

Secara bahasa (harfiyah), Idul Fitri artinya kembali ke fitrah. Kata fitrah dari kata futhur yang artinya kembali makan pagi (sarapan).

Jadi, Idul Fitri sejatinya bermakna kembali sarapan, tidak seperti bulan Ramadhan yang harus berpuasa.

Ada juga yang memaknai Idul Fitri sebagai kembali ke fitrah, yakni asal kejadian manusia yang suci-bersih dari dosa, layaknya bayi baru lahir.

Pengertian demikian dikaitakan dengan hadits Nabi Saw dari sahabat Abu Hurairah. Ia berkata:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Artinya bahwa jika kita ambil kesimpulan dan makna idul fitri sesuai hadist Rosulullah diatas, sejatinya kita yang telah berpuasa di bulan Ramadhan adalah manusia-manusia yang sudah kembali ke pada kesuciannya. Untuk itu perbuatan-perbuatan yang tidak pantas dilakukan sebelum Ramadhan janganlah kemudian kita ulangi di luar bulan ramadhan.

Suci (bersih) adalah Sebuah kata yang memiliki nilai yang sangat mulia, maka menjaga kesucian hati sangat penting bagi setiap manusia agar tidak lagi kembali kepada perbuatan-perbuatan yang tercela menurut ketentuan agama.

Disamping itu Pemaknaan hari raya Idul Fitri hendaknya bersifat positif seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang berkaitan antar sesama makhluk. Silaturahmi tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti Halal bi Halal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat. Apalagi sekarang permohonan maaf dan silaturahmi sudah tidak mengenal batas dan waktu sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti contoh lewat sms, up date status, inbox di facebook, twiter, yahoo mesenger, skype dan email.

Begitulah pentingnya silaturahmi sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah. (HR.Daud,Tirmidzi&Ibnu Majah) . “

 

Check Also

PKPT IPPNU IAIN Pontianak Gelar Rutinan KARTINI

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) IAIN …

Tinggalkan Balasan