Home / Berita / Bahas Tantangan Ekonomi Syariah di Era Industri 4.0, Prodi Ekonomi Islam IAIN Pontianak Gelar Seminar Nasional

Bahas Tantangan Ekonomi Syariah di Era Industri 4.0, Prodi Ekonomi Islam IAIN Pontianak Gelar Seminar Nasional

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Program studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak menggelar Seminar Nasional bertajuk tema “Prospek dan Tantangan Implementasi Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0. seminar ini berlangsung di Aula Gedung Rektorat IAIN Pontianak pada Sabtu kemarin.4/5 .

Pemateri dalam seminar ini adalah Faisal Basri yqng merupakan pengamat ekonomi dan politikus Indonesia. Kemudian Adnan Sharif selaku kepala Sub Bagian Pengawasan Bank 1 Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat, dan Fachrurrazi yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak. Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa FEBI dan para dosen di lingkungan FEBI.

Fachrurrazi  selaku dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dalam penyampaiannya mengatakan bahwa tujuan pokok peran perguruan tinggi adalah menjadikan mahasiswanya berkualitas. Dengan adanya seminar Nasional ini diharapkan mampu membuka pemikiran mahasiswa FEBI tentang pospek dan tantangan  Ekonomi Syariah di era revolusi Industri ini. Ia mengharapkan bahwa FEBI tidak hanya untuk mahasiswa yang terdaftar di FEBI saja namun untuk semua, artinya FEBI datang untuk menjadi solusi perekonomian khususnya di era digital ini.

Sedangkan Faisal Basri dalam penyampaian materinya  mengatakan bahwa saat ini ekonomi Indonesia mengalami perlambatan dari negara lain.” Negara lain sudah beberapa kali lebih maju namun Negara Indonesia  selalu menerapkan alon-alon tapi klakon, ini yang membuat pertumbuhan lambat” ungkapnya

Ia mengharapkan generasi milenial mampu beradaptasi dengan perkembangan revolusi industri, karena setelah 2030 nanti generasi milenial juga menanggung beban para orang tua. Menuruthya Ekonomi syariah adalah solusi paling tepat untuk mengatasi ketimpabgan ekonomi karena berdasarkan kemaslahatan dan keadilan tanpa adanya eksploitasi, hal ini menjadikan perekonomian merata.

Lain halnya Adnan sharif dalam penyampaian materinya menjelaskan tentang peluang Financial Technologi (Fintech) di Kalimantan Barat  Ia menjelaskan mengapa Bank Konvensional lebih maju daripada bank syariah karena sumber daya manusia bank konvensipnal lebih berkompeten dari pada sumber daya bank syariah.

“Saat ini orang lebih banyak nabung di bank konvensional karena merasa paraktis, tidak usah ke bank bisa transaksi langsung lewat HP, ini membuktikan bahwa fintech di Bank Konvensional maju, sedang kalau kita lihat orang ingin nabung di bank syariah harus ngantri panjang karena fintechnya belum maju” ungkapnya.

Ia berharap generasi milenial khususnya mahasiswa FEBi dapat melek teknologi agar bisa memajukan ekonomi syariah. Karena terbukti ekonomi syariah solusi kesejahteraan dan mampu bertahan di gonjangan ekonomi, salah satunya ketika krisis moneter ekonomi syariah tidak ikut tumbang. (Siti Maulida)

Check Also

Semarak Harlah ke-90, LP Ma’arif NU Kalbar Gelar Malam Refleksi

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama  merupakan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, …

Tinggalkan Balasan