fbpx
Home / Berita / Semarak Malam Nisfu Sya’ban di Masjid al-Jinan

Semarak Malam Nisfu Sya’ban di Masjid al-Jinan

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  Jamaah Masjid Al – Jinan berbondong – bondong bersama sanak family nya menhadiri malam penyetoran amal di Masjid Al – Jinan Parit Bunga Baru Rt 01 Desa Madu Sari. Jumat Malam (19/4).

Kegiatan yang bertepatan dengan malam 15 sya’ban pada tahun ini hijriah tersebut. Di hadiri KH. Bukhhori, Bapak Kepala Desa Madu Sari, Gus Abdul Hasib, Gus Zaiyadi.M. Pd.I, dan Kepala Rt 01 Parit Bunga Baru. Serta Antusian Jamaah Muslimin Muslimah Warga lingkungan Masjid Al – Jinan.

Mukhtar Abdul Manaf. S.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya mewakili staf aparatur desa meminta maaf dimalam yang sakral ini. Bisa saling bermuhasabah saling maaf memaafkan sesama kita, di samping kita akan memasuki pada bulan suci ramadhan. Ungkapnya.

KH. Bukhori sebelum bertawassul memaparkan bahwasanya pada momen kali ini. Kita harus benar benar luruskan niat kita hijrah lebih baik selama satu tahun sebelumnya, apakah kita sudah banyak kealfaan atau justru ibadah kita lebih baik. Lanjutnya.

Beliau juga menerangkang pada malam nisfu sya’ban ini. Kita membaca surah yaasin sebanyak tiga kali. Yang dengan disertai niat pada pembacaan pertama, kita memohon dan memanjatkan umur yang semakin berkah. Yang kedua meniatkan Semuga diberikan keluasan rejeki yang halal dan banyak, serta yang ketiga meminta ditetapkan iman dan islam yang kuat dalam hati kita hingga mati khusnul khotimah. Paparnya.

Setelah itu, beliau memulai dengan pembacaan Tawassul dan menggiring jamaah bersama sama membaca Surat Yaasin dengan tartil dan tertib. Dan diakhir pembacaan surah yaasin bersama dan sebelum menutup Doa.

“Himbauan, kepada jamaah kaum muslimim khususnya bapak bapak, usahakan setelah sholat jumat. Agar menyempurkan wiridan dzikirnya dan tidak berubah dari duduk asalnya. Supaya membaca Suratul Fatihah sebanyak tujuh kali, Surat Al – Ikhlas tujuh kali, Surat Al – Falaq tujuh kali , dan Surat Annaas tujuh kali.” Tambahnya.

Dan ditutup dengan pembacaan doa,
إِلهِي لََسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاَ# وَلاَ أَقوى عَلَى النّارِ الجَحِيم

Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka Jahim

فهَبْ لِي تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذنوبِي # فَإنّكَ غَافِرُ الذنْبِ العَظِيْم

Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku,sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar.
Dan selepas itu beliau memimpin dengan Doa. Tutupnya.

Check Also

Tafsir Surat al-Fatihah (ayat 6)

Oleh: M Hasani Mubarok* إهدنا الصّراط المستقيم Bimbing (antar)lah kami (memasuki) jalan lebar dan luas …

Tinggalkan Balasan