Home / Berita / Ponpes Nahdlatut Thullab Gelar Pengajian Umum dihadiri Gus Wafi Maimoen

Ponpes Nahdlatut Thullab Gelar Pengajian Umum dihadiri Gus Wafi Maimoen

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  Pondok Pesantren Nahdlatut Thullab Madu Sari, gelar pengajian umum dalam rangka haflatul ikhtibar ke IX di halaman Masjid Baiturrahman Parit Bunga Baru Darat Desa Madu Sari Sungai Raya Kubu Raya.  Senin malam, 22/4.

Acara tersebut dipadati oleh jamaah dan para tamu undangan yang antusias hadir, begitu pula jam’iyah hadrah Assyobar menggiringi dengan lantulan Sholawat Habsy yang dipimpin oleh Sayyid Muhammad yang begitu indah berkumandang.

Pembawa acara ustadz Birrul Walidaini yang memandu jalan acara.  Sambil membacakan runtutan acara satu persatu dan mempersembahkan kepada pengqori’ Ustadz  Ahmad Dahlan yang pernah menjurai lomba tingkat nasional juara II dan juara I tingkat dewasa sekalimantan barat.

Ustadz Turmudzi Ahmad selaku ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan,  bahwa dirinya mewakili kepanitiaan haflatul imtihan maupun haflatul ikhtibar mengucapkan haturan terima kasih kepada segenap tamu undangan. Atas nama panitia, ia meminta maaf baik secara penyambutan, hidangan dan tempat kurang berkenan nantinya titidak berkesan kurang elok.  Dan semoga nantinya para hadirin muslimin muslimat agar dapat menyimak ceramah tausiyah oleh KH. Muhammad Wafi Maimoen Zubair dapat memberikan pencerahan untuk kita semua.  Ungkapnya

Dalam ceramah agamanya,  KH. Muhammad Wafi Maimoen Zubair. LC. MA menyampaikan beliau akan memaparkan tentang lingkungan yang baik.  Berkumpul dalam suatu majelis pengajian yang dulu pernah dikisahkan pada zaman nabi musa alaih salam. Pada kisah tersebut, menceritakan suatu negeri yang bernama negeri tursina.  Dimana juga nabi musa alaih salam dikejar raja fir’aun beserta bala tentaranya sampai melewati laut merah yang terbelah menjadi jalan trowongan yang tidak mustahil bagi Allah Subhanahu Wa Taala, menolong dan menyelamatkan nabi musa.
lanjutnya.

Dalam membentuk suatu karakter yang baik tentunya harus selalu senantiasa berkumpul dengan orang sholeh,  bukan berkumpul dengan orang – orang tholeh.  Sholeh yang dapat memberikan cahaya untuk lingkungannya dan jika bersama orang tholeh jutru memberikan kegelapan. ungkapnya

“Seorang penceramah atau da’i harus tetap mengajak ummatnya kepada jalan kebaikan. Tugas mengajak dan menasehati orang orang yang jauh dari Allah Subhanahu Wataala. Namun jangan sampai kita yang mengajak malah terjerumus ketularan maksiat orang orang yang murkai Allah, sebab perantara lingkungannya yang tidak baik kita terlalt dekat.” tegasnya

“Dan ummat hari ini harus kembali bersatu dengan kalimat laa IlaIlaha Illallah,  muhamaddur rasulullah. Jaga lingkungan pendidikan anak dari orang orang yang akan menjauhkan dari Allah. Upayakan anak dididik oleh lingkungan pesantren bersama orang sholeh”. paparnya   (Ulil)

Check Also

Semarak Harlah ke-90, LP Ma’arif NU Kalbar Gelar Malam Refleksi

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama  merupakan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, …

Tinggalkan Balasan