fbpx
Home / Badan Otonom / KOPRI PMII Kota Pontianak Gelar Feminsime Discussion Bahas Soal Audrey

KOPRI PMII Kota Pontianak Gelar Feminsime Discussion Bahas Soal Audrey

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri Kota Pontianak, selenggarakan kegiatan Feminisme Discussion Sosial dengan tema Justice For Audrey Fenomena Kekerasan Anak Bawah Umur”. Jum’at malam, (12/04/) di Kantor PWNU Kalimantan Barat.

Kegiatan yang di laksanakan oleh Kopri Cabang Kota Pontianak dihadiri langsung oleh Hoesnan, SE Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kalbar, Zarkasi,SE Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Kalbar, Putriana,S.Pd.I mewakili Aktivis Perempuan Kalbar, Rika Artika Sekretaris KOPRI PKC PMII KALBAR serta seluruh sahabat-sahabat Cabang, Komisariat dan Rayon Se-Kota Pontianak berjalan sukses dan lancar.

Dalam sambutan Ketua KOPRI cabang Kota Pontianak mengatakan sangat menyangkan sekali atas kasus tersebut.
“Semoga kejadian ini menjadi bahan acuan kepada kita semua agar kedepannya kasus serupa tidak terulang kembali”, ungkap Umi Tri Utami.

Sementara Sekretaris KOPRI PKC Kalimantan Barat Rika Artika mensuport kegiatan yang di selenggarakan oleh KOPRI PC Kota Pontianak.
“Kami KOPRI PKC KALBAR tentu sangat mensuport dan mengapresiasi sekali atas diskusi ini, karena berarti Pengurus Kopri Cabang Kota Pontianak sangat responsif terhadap segala macam persoalan-persoalan sosial yang terjadi”, tuturnya.

Rika juga berharap usai diskusi Pengurus Kopri Cabang Kota Pontianak melakukan Follow up dengan cara melakukan pendimpingan terhadap korban.

Ketua LPA Kalbar Hoesnan yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan alangkah lebih baiknya tagar #justiceforaurdrey dirubah menjadi #justiceforall.
“Artinya kita tidak berpihak dan menyudutkan salah satu pihak. karena baik pelaku maupun korban sama-sama anak dibawah umur sehingga keduanya dikatakan korban. maka yang lebih tepat adalah #justiceforall”, terang hoesnan.

Putriana, sebagai aktivis perempuan di diskusi ini sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Kopri Kota Pontianak yang fokusnya di bidang perempuan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat saya apresiasi untuk kita jadikan refleksi, apalagi kasus ini telah menjadi perhatian di tataran nasional dan bahkan internasional”, ujarnya.

Putriana juga berharap agar Kopri PC PMII Kota Pontianak mengawal kasus-kasus seperti ini dengan tidak hanya pada tataran diskusi saja.

“Saya harap teman-teman dari Kopri Kota Pontianak juga bisa mengawal secara nyata dengan melakukan pengawasan terhadap kasus-kasus kekerasan seperti yang dialami oleh Audrey ini”. Tutupnya.

Check Also

Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar Wilayah Kalbar Gelar Muswil ke-II

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Wilayah Kalimantan Barat. Gelar …

Tinggalkan Balasan