Home / Berita / kH Abdullah Kafabihi Mahrus Hadiri Pembukaan Konfercab PCNU Kuu Raya

kH Abdullah Kafabihi Mahrus Hadiri Pembukaan Konfercab PCNU Kuu Raya

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Panitia Konferensi Cabang (Konfercab II) Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten kubu raya. Gelar pembukaan yang dirangkai dalam kegiatan Haflah Akhirussanah XXXIII Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien. Ahad Malam (28/4).

Kegiatan diselenggarakan di Pentas Utama Pondok Hidayatul Mubtdiien, Jalan KH. Abdurrahman Wahid Parit H. Ali Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya.

Tampak hadir dalam kegiatan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama II Kabupaten Kubu Raya. Diantaranya, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Selalu Penceramah dari Pondok Pesantren Kiribati kedidi Jawa Timur), Ustadz Hasyim Hadrawi. ST. Selaku Sekretaris PWNU Kalimantan Barat, KH. Zamroni Hasan. S.Pd. I sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kubu Raya sekaligus Rois Syuriah PCNU Kubu Raya, Drs. KH. Abdussalam. M. Si selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Kubu Raya, Drs.KH. Ahmad Faruki selaku ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pontianak, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien selaku tuan rumah KH. Ahmad Muhyiddin Sholeh, KH. Ismail Ghofur selaku Pengasuh Pondok Darul Hidayah Rasau Jaya, Majelis Wakil Cabang (MWC)  nahdlatul Ulama Sekubu Raya, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Sekecamatan Sungai Raya, Banom – Banom Nahdlatul Ulama, dan para tamu undangan yang hadir dalam majelis ilmu tersebut.

Drs. KH. Abdussalam. M. Si dalam sambutan nya, Mewakili panitia konferensi cabang II sekaligus atasnama Pengurus dan ketua tanfidziyah pcnu kubu raya, memaparkan bahwasanya terima kasih atas kesediaan para tamu beserta undangan yang telah bersedia hadir dalam ajang konferensi cabang disamping satu sisi kita sebagai warga nahdliyin harus bersyukur kepada Allah SWT, telah kedatangan ulama besar yakni Almukarram KH. Abdullah Fakabihi Mahrus sebagai Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Beliau Bangga dirinya bisa berkhidmat di Nahdlatul Ulama yang terbukti Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi terbesar di Indonesia. Yang kini jumlah pengikutnya terbesar di atas seratus juta. Mudah mudahan, semoga kita yang baik distruktural nahdlatul ulama maupun diluar struktur nahdlatul ulama (kultural) sama sama mendapatkan barokah dari para pendiri nu. Dan insyaallah semua para pendiri nu, minhajul min auliya’ sehingga manfaatnya dapat dirasakan ,dengan orang Orang yang tergolong Ahlussunnah waljamaah. lanjutnya.

“Hingga detik ini, nahdlatul ulama adalah yang hak. Yang insyaallah selamat kelak diakherat dan dengan penuh keistiqomahan.”

Dan dalam konferensi cabang kali ini melaporkan bahwa 5 mwc yang telah bersedia mensukseskan acara ini. Besok, juga insyaallah yang lain akan nyusul. Haturan terima kasih kepada KH. Ahmad Muhyiddin Sholeh dengan sukarela memfasilitasi kegiatan ini bisa berjalan sukses serta kontribusi kepanitiaan baik banom banom dan tentara nahdlatul ulama banser yang selalu menjadi garda terdepan menjaga ulama dan agama kita. Ujarnya.

Acara tersebut ,didukung dan disukseskan oleh sponsor dari madina ash syam tour dan travel umroh. Tutupnya.

Selanjutnya acara, dikemas dengan penutupan haflah akhirusanah ketiga puluh tiga yang sekaligus membuka acara konferensi cabang II, oleh KH. Abdullah Fakabihi Mahrus yang diawali dengan pembacaan tawassul dan ditandai dengan pemotongan tali pita dan diiringi meriahnya petasan kembang api mercon. lanjutnya

Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kubu Raya, KH. Zamroni Hasan, S.Pd.I memimpin pembacaan khotbah iftitah dari (Muqoddimah Qonum Asasi ) Nahdlatul Ulama yang didahului dengan pembacaan tawassul dan doa.  Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan isi dari fatwa pendiri nahdlatul ulama yakni mbah hasyim asyari. Dan dilanjutkan dengan pembacaan Khotbah     iftitah pidato rois akbar muqoddimah qonum asasi,  yang dibacakan pada 16 Rajab 1344 Hijriah disurabaya yang bertepatan pada tanggal 31 Januari 1926 masehi. Sebagai nilai rujuk pedoman jamiyyah nahdlatul ulama dan rujukan penting sistem nilai alquran dan hadist untuk berjamaah dan berjamiyyah. lanjut paparnya.

Dalam tausiyahnya, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menyampaikan bahwa, latar belakang nahdlatul ulama didirikan dan lahir dipondok  pesantren atas dorongan KH. Abdullah Wahab Hasbullah yang melalui nahdlatut tujar dan berubah nahdlatul ulama. NU didirikan dengan tujuan menguatkan  aqidah Ahlussunnah waljamaah. Begitu juga,  jauh sebelum nu berdiri pernah di perjuang kan oleh para walisongo. Dan indonesia yang

pernah dijajah selama kurang lebih 350 tahun. Sehingga perlu diperjuangkan oleh para kiai dan santri. dan sebelum NU didirikan pada tahun 1926 jauh lebih dahulu dari kemerdekaan indonesi 1945 selisih 19 tahun peran dan jasa pejuang ulama sangat berjasa untuk kemerdekaan indonesia. ungkapnya.

“Khidmah di nahdlatul ulama,  melalui jamiyyah nahdlatul ulama yang menjadi thoriqoh yang pahala nya lebih besar dari pada berzikir.” lanjutnya

Para pejuang yang berjuang merebut kemerdekaan hanya berbekal senjata yang sangat sederhana ,bambu runcing melawan sekutu yang serba dengan senjata modern. Melalui Resolusi jihad hadratussyaikh muhammad hasyim asyari bersama santriny memperjuangkan kemerdekaan indonesia.

Nahdlatul ulama melalui komisi hijaz melalui utusan kh. Abdullah wahab chasbullah meminta agar makam Rasulullah SAW, tidak dipindahkan oleh kerajaan saudi arabiyah yang dipimpin oleh orang wahabi. Inilah jasa terbesar perjuangan ulama nu di indonesia hingga detik ini. Bisa pergi haji dan dapat menunaikan ibadah haji dan berziarah kemakam Rasulullah. Tuturnya

Dan hanya nahdlatul ulama yang mencintai dan menjaga kemerdekaan negara indonesia. dengan komitmen atas dasar empat pilar kebangsaan yakni pancasila, uud 1945, bhinneka tungkal ik dan negara kesatuan republik indonesia harga mati. Dan ini disepakati oleh ulama terdahulu sepakat dan merestui karena tidak bertentangan dengan nilai keagamaan. Tegasnya .

Hari ini gerakan garis keras,  menginginkan negera ini agar dibenturkan oleh kelompok, yang ingin mengubah sistem tatanan negara dengan khilafah yang sangat bertentangan di indonesia. Dan kelompok radikalisme yang menjadi ancaman keutuhan negeri ini contohnya HTI. lanjutnya.

Di zaman Rasulullah saw, juga ada kelompok
Kelompok garis keras yang menentang Rasulullah Shollallahu Alaih Wassalam, hingga kenabian Rasulullah saja tidak dipercayai nya. Bahkan seorang nasrani yang jelas jelas bukan orang islam namun ia sebagai kepala pendeta mempercayai kenabian Rasulullah saw pertama kalinya. Bukhoro namanya seorang ahli kitab memahami isi kitab taurot dan injil. pupusnya

Seorang ulama harus mengutamakan konsep adil, dalam membina ummat dan membina mendahului keluarganya. Dengan penuh keimanan dan berilmu derajatnya lebih diutamakan oleh Allah SWT. Ulama itu derajatnya lebih mulia daripada yang bukan dari golongan ulama. Dilihat dari ketaqwaannya, Karena ulama adalah pewaris para nabi.

“Orang – orang Ahlussunah waljamaah dengan penuh kelembutan, tidak keras dengan selalu mengedepankan maslahat ummat. Dengan moderat tidak berat kekanan dan berat kekiri.”

Ketika Rasulullah pertama kali menerima wahyu tubuhnya gemetar, adanya agama islam yang Rasulullah syiarkan dengan susah payah,  begitu juga orang yang mencari ilmu ini tentunya harus bersusah payah untuk mencapai keilmuan dan kewalian. Dengan taat kepada Allah , maka orang itu harus terus belajar.

Dan siasat menurut imam al ghazali itu boleh selama demi maslahat kebaikan ,sama halnya kiai Nahdlatul Ulama masuk didalam tatanan politik. Sehingga tidak kiai yang didiskriminasi dan banyak kiai yang memilih diam. Di Nahdlatul Ulama , biasa menghilang kan kemungkaran diatas kekuasaan. Apabila ada kemungkaran dengan dinasehati oleh umaro. Dan teruntuk orang awam dalam mencegah kemungkaran dengan hati, Artinya lewat doa. lalanjutnya

Singkat cerita seorang Ulul Amrimingkum adalah kholifah fil ardh asisten Allah subhanahu wataala. Untuk menegakkan kebajikan. Bak garam sebagai pemberi rasa pada makanan. Dalam situasi apapun warga NU tetap sami’na wa atho’na. Siapapun yang menang menjadi presiden (pemimpin) ,maka kita nurut dan manut, begitupun sebaliknya jika pilihan ulama NU kalah maka kita dapat menerima dengan legowo. Tutupnya.

Acara diakhiri dengan penutupan pembacaan doa bersama , yang dipimpin langsung oleh Beliau, dan mengijazahkan amalan doa dan sholawat dari beliau. kepada jamaah yang hadir antusias menyimaknya dari awal hingga selesai.  Dan pembawa acara menutup jalannya rangkaiain kegiatan dengan memberikan maklumat bagi tamu undangan, wali santri, beserta jamaah untuk bersalaman (sungkem) bersama beliau. tutupnya.  (Ulil)

Check Also

Semarak Harlah ke-90, LP Ma’arif NU Kalbar Gelar Malam Refleksi

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama  merupakan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, …

Tinggalkan Balasan