fbpx
Home / Berita / Hadirkan Mahfud MD dan LBP, IKAMA Gelar Dialog Publik Pemilu Aman dan Damai

Hadirkan Mahfud MD dan LBP, IKAMA Gelar Dialog Publik Pemilu Aman dan Damai

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) adakan dialog kebangsaan dengan tema “Pemilu Aman dan Damai untuk Indonesia Maju & Sejahtera” bersama Jendral (Purn) Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Kemaritiman RI dan Prof. Dr. H. Moh. Mahfud MD (anggota BPIP), di aula hotel kapuas pallace. Jumat 11/04 siang.

Dialog kebangsaan tersebut dihadiri oleh gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji serta seluruh komunitas etnis yang ada dikalimantan barat. Sebelum acara tersebut dimulai, para peserta dialog kebangsaan disuguhkan penampilan tari lintas etnis yang ad dikalimantan barat.

Dalam sambutannya, gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyampaikan bahwa kita hidup dalam keberagaman etnis, agama dan lain sebagainya. Dengan keberagaman tersebut kita harus mengejar ketertinggalan dan propen pemerintah sekarang adalah memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan pendidikandan kesehatan “pertama kali jadi gubernur yang saya lakukan adalah memberikan beasiswa kepada 140.000 anak sebesar biaya dia sekolah, tahun depan saya targetkan berikan beasiswa sebanyak 200.000 anak yang diantaranya untuk yang besekolah diswasta termasuk para santri” ungkapnya.

Dalam sambutannya H. Muhammad Rawi ketua DPP IKAMA mengatakan bahwa bangsa ini tidak bisa dibangun hanya satu kelompok ataupun satu golongan melainkan harus dibangun bersama sama dengan tujuan aman, damai dan sejahtera. Ia berharap setelah tanggal 17 jam 12 seluruh masyarakat bersatu padu untuk membangun Kalimantan Barat dan tidak boleh satu dengan yang lainnya saling ejek dan menyebar hoax dan sebagainya demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Dilanjutkan dengan dialog kebangsaan dipandu oleh Abdul Hamid S.E. dalam dialog tersebut Prof. Dr. H. Moh mahfud MD (anggota BPIP) menyampaikan agar kita bisa menerima perbedaan, karena perbedaan tersebut atas kehendak Tuhan. Adapun tujuan dari adanya pemilu yaitu memilih mereka yang bisa mempertahankan pancasila sebagai idiologi Negara. Pancasila merupakan hasil ijtihad para ulama terdahulu saat awal mula negara Indonesia  terbentuk.
Kemudian jendral (purn). Luhut Binsar Panjaitan (Menko Kemaritiman RI) menyampaikan hasil selama kepemimpinan Jokowi, pembanguna yang baik hingga kepelosok desa. Menepis isu hutang Indonesia yang banyak, tenaga asing yang secara bebas datang ke Indonsia ia memastikan hal tersebut  tidak benar. Diakhir dialognya tidak lupa sebagai menko kemaritiman RI jendral (purn). Luhut Binsar Panjaitan menghimbau agar masyarakat Kalimantan Barat tidak membuang sampah ke laut demi mempertahankan eko sistem dan untuk kesehatan masyarakat itu sendiri.

Acara tersebut diakhiri dengan tanya jawab serta ditutup dengan doa. (Sulastri)

Check Also

Mencintai Haba’ib dengan Cinta

Oleh: M Hasani Mubarok Pengantar Pada tulisan singkat kali ini, penulis sedikit akan mendiskusikan salah …

Tinggalkan Balasan