fbpx
Home / Berita / Di Saat Masyarakat Ribut Soal Copras Capres, Pemuda Lintas Agama di Kalbar Gelar Interfaith Dialogue

Di Saat Masyarakat Ribut Soal Copras Capres, Pemuda Lintas Agama di Kalbar Gelar Interfaith Dialogue

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Masih di tengah-tengah tensi politik yang cukup panas, puluhan pemuda Kalimantan Barat beramai-ramai berkumpul mengadakan suatu kegiatan di salah satu warung kopi ala millenial di kawasan Jalan Soeprapto Kota Pontianak (Sabtu, 20/04/2019). Mereka berkumpul bukan karena membahasa validitas Quick Count yang satu sisi menjadi petunjuk awal kemenangan salah satu paslon capres, sementara di sisi lain ditolak oleh paslon capres yang lain.

Berkumpulnya para pemuda Kalimantan Barat tersebut justru sama sekali tidak membahas apapun terkait hasil pemilu, mereka membahas suatu persoalan yang cukup penting yaitu mengenai kerukunan umat beragama. Secara eksplisit kegiatan tersebut bertema “Merajut Perdamaian Antar Umat Beragama di Bumi Khatulistiwa”.

Kegiatan tersebut dimulai dari jam 14.00-17.00 WIB dengan menghadirkan tiga narasumber, diantaranya Suryanto seroang Demisioner Grakan Muda Konghucu, Riston Batuara Advisor dan Facilitator Youth Interfaiht Peace Community dan Achmad Tijani Pelaksana Harian Rumah Moderasi IAIN Pontianak. Tiga narasumber tersebut selain mewakili secara kelembagaan juga sebagai representator dari tokoh agama- agama yang dalam hal ini kombinasi representasi dari agama Konghucu, Kristen dan Islam.

“Semestinya narasumber dari kegiatan tersebut hadir dari seluruh agama-agama yang eksis di Kalimantan Barat, namun karena keterbatasan waktu, barangkali tokoh agama-agama yang lain dapat kami hadirkan pada episode diskusi berikutnya”, tandas ketua panitia, Humaidi mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab IAIN Pontianak saat menyampaikan sambutannya.

Sementara pada sambutan berikutnya juga disampaikan oleh Dimas sebagai Founder Komunitas Penggerak Literasi menyampaikan “kegiatan ini sebagai pemantik untuk dialog dan diskusi para pemuda antar agama yang direncanakan akan dilaksanakan secara berseri dengan tema-tema yang menarik”.

Kegiatan tersebut selaian dimotori oleh Komunitas Penggerak Literasi juga disupport oleh Program  Studi Agama-Agama (SAA) IAIN Pontianak yang secara formal akademis menjadi bidang kajian mahasiswa SAA. Melalui pesan tertulisnya, ketua Prodi SAA Ridwan Rosdiawan menyampaikan “Saya secara pribadi dan sebagai Kaprodi SAA sangat mendukung dan agar terus dipertahankan sebagai sayap penguat kajian formal akademis mahasiswa SAA”.

Di akhir kegiatan, Riston menyampaikan “narasi perdamaian harus lebih dominan”. Sementara Achmad Tijani menutup dengan suatu kutipan bijak salah satu filsuf china Lauzi ” knowing other is intelligence, knowing yourself is true wisdom”. (AT)

Check Also

Tafsir Surat al-Fatihah (ayat 6)

Oleh: M Hasani Mubarok* إهدنا الصّراط المستقيم Bimbing (antar)lah kami (memasuki) jalan lebar dan luas …

Tinggalkan Balasan