Home / Badan Otonom / IPNU IPPNU Mempawah Gelar Dialog Generasi Milenial Anti Hoaks

IPNU IPPNU Mempawah Gelar Dialog Generasi Milenial Anti Hoaks

MEMPAWAH – NU Khatulistiwa,  IPNU dan IPPNU Mempawah Kalbar gelar dialog milenial anti hoaks dengan tema ‘Sinergi Bersama Membangun Mindset Anti Hoax sebagai Generasi Anak Bangsa Indonesia”.

Acara ini bertempat di motel Jumbo Sungai Pinyuh, Ahad, 10/3. Seratus peserta dari berbagai daerah di Mempawah hadir dalam dialog.

Ustad Darno dan IPDA Ali Mahmudi menjadi pemateri dalam dialog.

Pembukaan diisi dengan sambutan dari ketua IPNU dan IPPNU Mempawah Syarifudin mengatakan dialog ini diadakan agar para pemuda khususnya yang ada di kabupaten Mempawah agar mampu menjawab problem yang ada di masyarakat hari ini yang mulai marak di dunia maya.

“Dengan adanya diskusi agar kita bisa lebih bijak serta pintar dalam menggunakan medsos,” jelasnya.

“Keindahan-keindahan yang ada jangan di nodai dengan perbedaan , harus diisi dengan perdamaian serta menjadi penggerak dan menolak hoaks,” pesannya.

Dalam paparannya ustad Darno tentang hoaks dari sudut pandang agama. “Imu boleh milenial agama jangan,” kata Ustad Darno.

Ia memaparkan jika ingin menangkal radikalisme serta hoax maka harus tau ilmunya. “Hati adakah rumah Allah jika ingin Allah masuk maka bersihkanlah dulu hatimu, jika jempol dikendalikan dengan lisan maka munafik tapi kalau dengan hati itulah orang muknin,” ucapnya.

Ia menambahkan dampak dari bicara tanpa berfikir yaitu hoaks yang sama dengan fitnah dan hibah tentu saja balasanya adalah neraka di akhirat jika tidak bertobat.

Sedangkan dari sudut pandang hukum pidana disampaikan oleh pemateri IPDA Ali Mahmudi. Ia mengemukakan hoaks adalah bagian dari milenial yang tergelincir.

“Banyak yang menggunakan media sosial untuk hal positif tapi tidak menutup kemungkinan untuk hal negatif maka hoax masuk ke dalam hukum perdata,” jelasnya.

Ia memaparkan hukum Indonesia tentang hoax terdapat dalam pasal 27 tahun 2016, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda 1 Miliar.

“Dari kepolisian ada program saring dan shering yaitu saring dengan meneliti dan menelaah dahulu informasi baru lah dilakukan shering agar tidak semakin maraknya hoaks,” tambahnya.

Hukum untuk penyebar dan pembuat hoax ada dua dari segi agama maka neraka serta dari segi pidana maka penjara sebagai hukum yang tegas di Indonesia.

Acara yang digelar IPNU dan IPPNU Mempawah Kalbar ini berjalan lancar dan sukses

Check Also

HUT RI KE 74: Sebuah Refleksi

Oleh: Dr.Ibrahim, MA Ketua LTN PWNU Kalbar 74 tahun sudah berlalu saat-saat sang proklamator memimpin …

Tinggalkan Balasan