Home / Catatan Ringan / Tanah Belitang, Saung Riadhoh, GASMI Dan PN : Sekelumit Catatan Sejarah

Tanah Belitang, Saung Riadhoh, GASMI Dan PN : Sekelumit Catatan Sejarah

Oleh :Nengfiany

Alumnus PDP I GASMI KALBAR.

Tahun 2003 Kabupaten Sekadau Terbentuk, Kabupaten Kecil Dengan Tujuh Kecamatan ini adalah pecahan dari Kabupaten Sekadau. Walaupun Kecil Letak Kabupaten ini sangat strategis, karena berada di Pusar nya Propinsi Kalimantan Barat.

Empat Tahun Setelah Berdirinya Kabupaten Sekadau, Tidak lama setelah Berdirinya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sekadau, Berdiri Pula Kepengurusan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sekadau, melalui SK penunjukan / Karateker dari Pimpinan Pusat GP Ansor atas rekomendasi dari Pimpinan Wilayah GP Ansor Kalbar. Pada saat itu Ketua PW GP Ansor Kalbar Adalah Sahabat Romawi Marthin, dan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sekadau yang ditunjuk adalah Sahabat Tohidin.

Meski Kedudukan nya sebagai Pimpinan Cabang, namun karena kondisi awal, pada saat itu hampir keseluruhan Personil pengurusnya ada di Kecamatan Belitang atau biasa di Kenal Tanah Belitang.

Begitu Ditunjuk Menjadi Kepengurusan, PC GP Ansor Kabupaten Sekadau, Langsung Mengadakan Program Pengkaderan dengan Melaksanakan DIKLATSAR BANSER ANGKATAN PERTAMA.

Pada saat yang lain kurang lebih dua tahun kemudian pada tahun 2010, Datang Seorang Kiyai Berasal dari Demak, bernama Kiyai Nurrohman. Beliau Berkeliling Melakukan Riadhoh Tapa Kelana. sehari hari beliau bertukang sambil berdakwah, mengajar ngaji dan juga memberikan Ijazah Amaliyah kepada mereka yang membutuhkan, Salah satu Amaliyah itu adalah Thoriqoh Basmalah. Selain sebagai Kiyai, beliau juga Seorang Pendekar Pagar Nusa di Tempat Asalnya. Dalam Perjanjalan itu beberapa Pengurus GP Ansor Kab Sekadau dan Anggota Banser nya ditemukan dan Berguru kepada beliau.

Seiring berjalan nya proses Kaderisasi yang massif jumlah anggota Satuan Koordinasi Cabang Banser Kab Sekadau Semakin bertambah. Diantara Anggota baru tersebut ternyata tidak Sedikit yang punya minat tinggi terhadap seni bela diri.

Sebagai Bagian dari Da’wah ke – NU – an, maka atas Ijin dari Kiyai Nurrohman, dimulai lah Kegiatan Latihan Silat Pagar Nusa. Basis dari silat ini adalah Aliran Cimande dan Silat Minangkabau.

Berjalan Dua tahun sekitar tahun 2012, atas dorongan dari para Kiyai dan Sesepuh NU, diupayakan untuk mendirikan Kepengurusan Resmi Pagar Nusa sebagai Badan Otonom NU. Keinginan ini menemukan moment penting nya setelah dilaksanakan nya Apel KBNU di Lapangan Banteng Jakarta, dimana sebagian peserta nya adalah Para Pendekar Pagar Nusa, dalam diskusi intensif dengan beberapa Pengurus yang hadir dalam Apel itu, Gus Nurrohman ( nama kebetulan sama, orangnya beda), menyarankan agar segera berkonsultasi dengan PCNU  setempat untuk membentuk Kepengurusan dan selanjutnya di sampaikan kepada PW Pagar Nusa Kalimantan Barat.

Namun karena kondisi Sekadau yang Jauh, dan kondisi jalan yang sulit serta minimnya akses informasi pada saat itu, baru pada Kepengurusan berikutnya  PC Pagar Nusa Kab Sekadau, dapat bertemu dan berkomunikasi secara langsung dengan Kepengurusan Wilayah, pada periode Kedua ini PC Pagar Nusa Kabupaten Sekadau dipimpin oleh Ade Ari Purnama, Yang Bersangkutan Adalah Warga Pagar Nusa Kab Sekadau Yang Juga berdomisili di Tanah Belitang.

Perjalanan waktu kemudian mempertemukan Warga Pagar Nusa Kab Sekadau Dengan Para Guru dan Pelatih GASMI yang dikirim ke Kalimantan Barat. Sebanyak dua puluh siswa dinyatakan lulus menjadi pelatih muda Gasmi setelah Mengikuti PDP ( Pendidikan Dasar Pelatih ).

Pada saat pengesahan pelatih dalam acara Ijazah kubro di Sosok, Sanggau,  Langsung atas Perintah KH. BADRUL HUDA ZAINAL ABIDIN, ditunjuk Kepengurusan Gasmi Kalbar. Walaupun Dengan sangat berat hati, hanya dengan niat menjalankan perintah Kiyai, akhirnya salah seorang warga Pagar Nusa Sekadau, yang juga berdomisili di Tanah Belitang, menerima Amanah Sebagai Ketua Gasmi Kalimantan Barat.

Atas Perintah Para Kiyai, Di Saung Riadhoh, Gubuk kecil yang dijadikan markas latihan warga Pagar Nusa Sekadau yang sekaligus Warga Gasmi, akan dilaksanakan Ijazah kubro sekaligus pendidikan dasar pelatih ( PDP ) yang kedua.

Selain Untuk Warga Gasmi dan Warga Pagar Nusa, Ijazah kubro ini terbuka Untuk Umum.

 

Check Also

PCNU Kota Pontianak Semarakkan HSN Melalui Festival Baca Kitab Kuning

PONTIANAK – NU Khatulistiwa, Dalam Rangka Gebyar Hari Santri Nasional 2019, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com