fbpx
Home / Catatan Ringan / Syahril-Ali Fauzi, Dua Senior PMII Kalbar Berkarakter Keras dan Lembut

Syahril-Ali Fauzi, Dua Senior PMII Kalbar Berkarakter Keras dan Lembut

Oleh: Muhammad Rokib
Aktivis PMII Pontianak

Syahril dan Ali Fauzi adalah sahabat yang sangat akrab dalam dunia pergerakan terkhusus di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekitar tahun 2015 an, perjalanan hidupnya saling melengkapi karena waktu itu satu dalam kepengurusan PKC PMII Kalbar keduanya Pun pernah menjadi Ketua umu PKC PMII Kalbar. Disaat Syahril mulai menurun semangatnya, Ali selalu memberi suport dan motivasi yang menyejukan hati Syahril sehingga dengan cepat Syahril bergegas dalam pergerakan untuk Agama, Bangsa dan Negara. Namun sebaliknya juga saat semangat Ali mulai menurun Syahril pun memberikan suport dan motivasi, bedanya saat Syahril memberikan motivasi, ia mengungkapkan dengan ucapan yang bernada agak tinggi, karena Syahril tau betul karakter Ali, bahwa Ali orangnya santai dan penyabar berbeda dengan Syahril yang sering mengungkapkan kalimat dengan nada tinggi.

Keduanya sangat berpengaruh pada waktu itu, karena dari kedua karakter tersebut mereka dikenal dengan seorang yang bijaksana dan disegani dalam bertindak, dengan menggunakan karakternya masing-masing. Syahril disegani karena karakternya keras. Sedangkan Ali dikenal dengan karakternya yang lemah lembut, sehingga kelembutannya pun sangat diyakini oleh wanita.

Ketika seorang wanita mendapatkan kelembutan Ali, jarang sekali ia ditinggalin wanita karena kelembutannya membuat hati wanita nyaman. Seperti yang diungkapkan oleh istrinya Ali, diceritakan oleh Ali dalam diskusi santai di Kantor PWNU Kalbar, bahwa ketika bertunangan dengan istrinya, ia bertanya kenapa kamu begitu yakin bahwa aku (Ali) adalah calon imammu.

Si istri pun menjawab,” saya meyakini kamu karena kelembutan mu hingga membuat ku nyaman”, ungkapnya

Saat tak lama kemudian Syahril pun bertanya kepada Ali.

Hai Ali, kamu menggunakan cara apa sehingga wanita yang bersama mu begitu meluluhkan hatinya untuk mu ?

Jawab Ali sambil ketawa santai, “ha ha ha”, “Wahai sahabat ku Syahril, aku tak menggunakan cara apa-apa selain menggunakan karakter yang ku miliki”.

Syahril pun melanjutkan pertanyannya. “aku mendekati wanita juga menggunakan dengan karakter ku, tapi aku selalu ditinggalkan wanita, hingga tak kepalang dalam waktu tiga jam saja pacar ku tega menikah dengan orang lain padahal tiga tahun lamanya bersama ku kenapa ketika waktu hari sabtu sore jam 4 saya menghubunginya masih baik-baik saja hubungan saya dengan tapi ketika ba’da maghrib malah saya mendapat kabar bahwa dia sudah menikah dengan lelaki lain,? Ucap Syahril sambil curhat

“Hei Syahril sahabat ku, engkau ditinggalkan wanita dalam waktu dekat, karena engkau adalah lelaki yang berjiwa kuat meski cara pengungkapan mu terkadang bernada tinggi, justru itu Allah lebih tau segalanya tentang kita”, jawab Ali dengan ketenangan

Tak lama kemudia Syahril pun menemukan karakter diri yang sesungguhnya, bahwa berteman dan ditinggal oleh wanita matre itu sebenarnya bisa menguatkan jiwa kita dalam dunia pergerakan. Ia pun berpesan kepada seluruh kader PMII Kalbar, agar ceritanya itu dijadikan sebuah pelajaran kepada kader penerunya. Sehingga tidak terulang kembali kepada kader-kader-nya .

Check Also

PMII Masuk Kampung Bagi-bagi Buku Gratis di Sungai Enau

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  PMII masuk kampung menjadi jembatan pengembangan pendidikan di desa sungai …

Tinggalkan Balasan