fbpx
Home / Badan Otonom / Peringatan Harkah NU Ke-93 Menjadi AKhir dari Rangkaian PMII Masuk Kampung di Desa Sungai Enau

Peringatan Harkah NU Ke-93 Menjadi AKhir dari Rangkaian PMII Masuk Kampung di Desa Sungai Enau

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  Harlah NU ke 93 yang bertepatan pada tanggal 31 Januari masih terasa hingga saat ini. Terbukti dengan hadirnya ratusan warga dan tokoh agama yang hadir pada peringatan Harlah NU yang diadakan panitia pelaksana “PMII masuk kampung “di Desa Sungai Enau Kabupaten Kubu Raya, Jumat, 15/2 Malam   Hal ini sekaligus penutupan kegiatan PMII masuk kampung yang trelah dilakukan selama 3 hari  mulai dari tanggal 12-15 Februari 2019.

Adapun rangkaian acara Harlah ini di konsep sesederhana mungkin namun berkesan dan khidmat. Peringatan Harlah NU ke 93 ini di awali dengan shalat isya’ berjama’ah di masjid lembaga pendidikan Nurul Ulum. Pendiri pondok pesantren Nurul Ulum yaitu kiyai Abdul Kholis, pengasuh pondok pesantren kiyai Ahmad Yani, dan juga Halim  selaku ketua dusun ikut andil memeriahkan kegiatan ini. Segenap warga Desa Sungai Enau antusiasi menghadiri. Lantunan shalawat menggema di iringi dengan hadrah yang dimainkan oleh santri Nurul Ulum yang kreataif dan berbakat.

Dalam pembukaan acara tersebut Mustofa selaku Ketua Kordinator acara  mengungkapkan permohon maaf dan ucapan terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Sungai Enau yang telah ikut serta berpaartisipasi dalam mensukseskan kegiatan “PMII masuk Kampung” ini.

Halim selaku ketua dusun menyampaikan  terima kasih dengan hadirnya kader  PMII IAIN Pontianak di Desa Sungai Enau.  “merupakan kebanggaan bagi kami karena saya berharap kampung saya ini termasuk anak-anaknya dapat menempuh pendidikan tinggi. “ Ujarnya.

Menurutnya, organisasi adalah pembentukan diri untuk melampaui batas dan memperbaiki pola pikir kita. organisasi itu penting karena kita hidup dengan masyarakat, pintar bisa untuk semua orang dan di bangku kuliah hanya mengajari berbagai teori  dan  nilai tinggi, nilai tidak terlalu di butuhkan oleh masyarakat, yang  masyarakat butuhkan adalah aksi nyata yang sering diakan oleh organisasi-organisasi.

ia juga mengajak para undangan punya anak untuk senantiasa mendidik anaknya dengan baik agar dapat menempuh ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

istighosah ini di pimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren Nurul Ulum Kiyai Ahmad Yani sedangkan Mau’idhoh Hasanah disampaikan oleh Kiai Abdul Kholis.

“Selama ini banyak warga NU yang mengaku dirinya NU tetapi tidak menegakkan Ahlusunnah Wal Jama’ah, Oleh karena itu jadikan NU tidak hanya sekedar nama, tetapi NU harus mampu menjadi benteng dalam pengalaman ajaran Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.” Ujarnya

Kiai Nur Kholis juga mengajak  kepada seluruh kader PMII IAIN Pontianak untuk terus menjadi pribadi NU yang baik yakni pribadi yang senantiasa mengikuti jejak-jejak para ulama terdahulu.  (Eva/Lina)

 

Check Also

PC IPNU Kubu Raya Gelar RapatPemantapan Jelang Pelantikan

KUBU RAYA – NU Khatulisiwa, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC. IPNU) Kabupaten Kubu …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com