Home / Badan Otonom / Bertempat di Ponpes SUnan Ampel Rasau Jaya, IPNU Kubu Raya Gelar DIalog Kebangsaan

Bertempat di Ponpes SUnan Ampel Rasau Jaya, IPNU Kubu Raya Gelar DIalog Kebangsaan

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC.IPNU) Kubu Raya Kembali Gelar Dialog Kebangsaan di Aula Pondok Pesantren Sunan Ampel (PPSA) Kabupaten kubu Raya Jl. Sultan Agung Kecamatan Rasau Jaya. Ahad Sore, 24/2.

Kegiatan yang dimulai dari Pukul 14.00 WIB – 16.30 WIB tersebut diikuti dan dihadiri oleh Peserta dan kader yang Kurang Lebih dari 50 Orang. Turut serta dihadiri Ketua MWCNU Rasau Jaya, Ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Rasau Jaya,Banser Raja, Ketua IPPNU Kubu Raya dan Pengurus PAC IPNU IPPNU Rasau Jaya,Sungai Raya dan Sungai Kakap serta Partisipan Remaja Masjid Almuhajirin Rasau Jaya.

Misli Saputra Ketua IPNU Kuburaya dalam Sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan dialog tersebut. Untuk kesekian kalinya dan kedua kalinya kembali digelar di pondok pesantren Sunan Ampel. Dialog Kebangsaan yang mengangkat tema “Gerakan Bersama Menangkal  Bahaya Paham Radikalisme”. Harapan semogakegiatan ini berdampak positif dan memberikan narasi narasi yang dapat membentengi kader ipnu ippnu yang hadir pada kesempatan dialog kebangsaan Lebih paham dengan Bahaya Radikalisme.

Kiyai Muhammad Shohib selaku Ketua Tanfidziyah Majelis wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Rasau Jaya sebagai keynote Speaker pada momentum Dialog Kebangsaan tersebut.

Dalam paparannya ia menyampaikan bahwa kader NU dan Kader IPNU IPPNU harus selalu Peka terhadap isu masalah yang sedang berkembang saat ini. Disamping tahun politik kali ini kita kerap kali selalu menemukan ujaran ujaran kebencian yang ditebarkan oleh oknum oknum elit Radikalisme untuk memberikan statmen agar masyarakat takut.

“Nah, tugas kalian sebagai generasi mellenial harus membantah dan patahkan dengan selalu memberikan pandangan yang positif. Hari ini isu yang menjadi trending topik menghadapi pesta demokrasi adanya statmen Kriminalisasi ulama yang disampaikan oleh orang orang tak bertanggung jawab. Mengambil keuntungan dari hal tersebut dengan hoax. Sehingga muncullah paradigma pemikiran  Radikalisme melalui cuci otak.” ujarnya

Organisasi yang tidak terorganisir dengan baik akan hancur oleh kebatilan yang terakomodir terorganisir. Maka dari itu selalu kuatkan benteng Aqidah kita dengan Ahlussunnah Waljamaah.

Radikalisme hari ini yang merupakan paham menyimpang dengan ideologi akidah ahlussunnah waljamaah. Dengan Adanya sekongon khilafah dari dalam dan luar negeri yang ditanamkan di indonesia dengan pemahaman wahabinya. Mampu dan mensesat sesatkan yang tak sepaham dengannya. Sehingga membuat teror teror kecil agar ummat semakin kacau resah dan gelisah khawatir dan takut. Maka segmen segmen masyarakat mudah dipengaruhi. Dengan Kesalah pahaman yang mengatakan bahwa negara kita ini tak selaras dengan ajaran syariat. Pengkafiran dalam kata kata terhadap gerakan yang dilakukan oleh kelompok kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)  yang masih bebas keluyuran meskipun sudah dibubarkan oleh pemerintah.

Sebagai wujud Antisipasi dan menangkal bahaya paham radikalisme dengan perjuangan yang telah diperjuangkan oleh para pendiri tokoh tokoh bangsa. Kita harus mengawal Institusi hukum yang pincang mengakibatkan oknum oknum penebar kebencian dan radikalisme terus dirongrong untuk menghalalkan segala cara dapat ditindak lanjuti dengan tegas. Tetap kuatkan 4 Pilar kebangsaan dengan nilai agama dan ideologi akidah Ahlussunnah waljamaah lebih mantap sehingga kita sebagai aktifis pelajar mampu mempersempit gerakan radikalisme. Ujarnya.

Diakhir segmen kegiatan di rangkai dengan sesi tanya jawab dengan peserta yang dipandu moderator. Dan ditutup dengan Pembacaan Doa oleh Kiyai M. Shohib. (ulil)

Check Also

Semarak Harlah ke-90, LP Ma’arif NU Kalbar Gelar Malam Refleksi

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama  merupakan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, …

Tinggalkan Balasan