fbpx
Home / Berita / TQN Khatibiyah Sambas Kembali Gelar Dzikir dan Kajian Keislaman

TQN Khatibiyah Sambas Kembali Gelar Dzikir dan Kajian Keislaman

SAMBAS- NU Khatulistiwa, Pengurus Yayasan Tarekat Qadiriah wan Naqsabandiyah (TQN) Khatibiyah Sambas gelar dzikir dan pengajian.  kali ini dilaksanakan oleh Koordinator Sambas. Kegiatan tersebut bertema kajian keislaman dan dzikir TQN Syaikh Ahmad Khathib as-Sambasy. Kegiatan kajian ini dilaksanakan di Desa Sebayan Kecamatan Sambas, Rabu, 9/1.

Kegiatan yang dilaksanakan berlangsung dengan lancar hingga ditutup dengan kegiatan kenaikan tingkat (Lathaif) dzikir. Adapun para jamaah yang hadir tidak hanya berada dari dalam kota Sambas saja, namun banyak jamaah yang hadir berasal dari beberapa daerah yang jauh dari kota Sambas yakni, Subah dan Tebas. Kegiatan yang dilaksanakan tersebut kurang lebih dihadiri oleh 40’an Jamaah.

Rentetan acara dalam kegiatan yang dilaksanakan dipandu langsung oleh pembawa acara yakni Sabari, S.Th.I., M.Sos. Adapun rentetan acaranya yakni mulai dari shalawat thariqah yang dipimpin oleh Bapak Guntur, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Syaikh Jayadi M. Zaini, MA, selanjutnya khataman khawajikan yang tawasulnya dipimpin oleh Bapak Azhari, dzikirnya dipimpin oleh Dr. Adnan Mahdi, M.S.I, dan doanya dipimpin oleh Bapak H. Ubabuddin, M.Pd. Setelah acara khataman khawajikan maka acara ditutup kemudian dilanjutkan dengan prosesi kenaikan tingkat (Lathaif) zikir bagi Jamaah yang telah siap dan menyelesaikan beberapa anjuran dari guru.

Banyak juga di antara Jamaah yang baru masuk dan kemudian ikut untuk di talqin (diajarkan) dzikir TQN. Namun dalam prosesi kenaikan tingkat tersebut tetap didominasi Jamaah-Jamaah yang istiqomah dalam menjalankan dzikir baik bersama-sama dengan guru dan Jamaah lain, maupun pada saat sendirian untuk ikut talqin atau kenaikan tingkat (Lathaif) dzikir.

Menurut Syaikh Jayadi M. Zaini, pada saat memberikan tausiyah bahwasanya “ada tiga hal yang perlu disadari oleh Jamaah tentang terkait dengan posisi berdzikir, di antaranya pertama, jika berdzikir sendirian itu baik atau jujur namun lemah. Kedua, jika senantiasa berdzikir bersama atau berjamaah namun tidak untuk melaksanakan dzikir sendiri-sendiri maka menurut pandangan tasawuf orang tersebut dikatakan sebagai orang yang sakit. Ketiga, orang yang terbaik dalam berdzikir dan terhindar dari lemah dan sakit menurut pandangan tasawuf tersebut adalah orang yang senantiasa mengamalkan kedua-duanya baik waktu berjamaah maupun pada saat sendirian.”

Posisi atau kesempatan berdzikir sangat banyak, namun hanya diri sendiri saja yang dapat mengaturnya. Berdasarkan penjelasan tausiyah dari Syaikh jayadi M. Zaini maka dapat diaktualisasikan dengan mencoba merasakan efek dan energi positif saat bersama para penggiat dzikrullah, lalu amalkan dzikirnya ketika sendirian atau bersama-sama, insyaallah sangat berasa, Tutur Dr. Adnan selaku sekretaris umum Yayasan Khathibiyah Sambas. (Sabari)

Check Also

Mencintai Haba’ib dengan Cinta

Oleh: M Hasani Mubarok Pengantar Pada tulisan singkat kali ini, penulis sedikit akan mendiskusikan salah …

Tinggalkan Balasan