fbpx
Home / Berita / Semarak Maulid Nabi Saw di Madu Sari Meriah

Semarak Maulid Nabi Saw di Madu Sari Meriah

 

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  Bulan kelahiran nabi besar Muhammad SAW. Sangatlah di nanti-oleh semua umat mukmin yang ada di dunia ini. Kecintaan para mukmin dipancarkan dari semaraknya umat mukmin memperingati hari lahir nya baginda nabi besar Muhammad saw. Kelahiran nabi tidak hanya diperingati pada tanggal 12 rabi’ul awwal saja, intinya masih di bulan kelahirannya.

Semangat memperingati hari lahir ny baginda nabi besar Muhammad SAW selalu berkobar, seperti yang di lakukan oleh masyarakat Parit Bunga Baru Darat , Desa Madusari, Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Baiturrahman yang terletak di are Pondok Pesantren Nahdlatul Thullab Asy’syafiiyah..

Adapun  kegiatan dilakukan  ialah dengan melantunkan shalawat yang diiringi oleh tim hadrah santri Nahdatuttullap Assalafi Syafi’iyah yang dipimpin oleh Yi’ Muhammad assegaf dan nasrul.

Dalam kesempatan kali ini. Ustd. Dur selaku pembawa acara membuka acara tersebut dengan mengajak seluruh masyarakat yang hadir Unk melafalkan surat al-fatihah dengan harapan bisa dapat berkah pada acara tersebut. Setelah itu acara yang selanjutnya ialah pembacaan ayat-ayat al-qur’an yang di bacakan oleh ustad Muhammad Dahlan (selaku qori’ nasional). Setelah pembacaan al-qur’an dilanjutkan sambutan dari ketua panitia penyelenggara yaitu ustad mahrus. Namun, pada kesempatan tersebut diwakili oleh ustad Husein karna ada beberapa halangan.

Pembacaan habsyi pun di lantunkan yang di lantunkan oleh tim hadrah santri nahdatuttullap assalafi syafi’iyah.

Dalam acara ini di hadiri oleh toko masyarakat, tokoh aparat desa dam tokoh pemuka agama di desa madusari. Seperti Ustd muneri dan ustad madderum serta tidak lupa pula bapak mukhtar(selaku kepala desa).

Adapun yanga sangat ditunggu-tunggu ialah penceramah yang sangat spirit dan berwibawa yaitu Habib Muhammad Rizqi Bin Habib Ali Al-Qadrie (selaku penceramah).

Ustad Husein menyampaikan bahwa “Orang yang bertanya, mengapa kita melakukan maulid seakan-akan kita meragukan keutusannya nabi sebagai rohmatan lil ‘alamin.Wama arsalnakah illa  rohmatallil ‘alamin Yang artinya dan tiada kami mengutusmu melaikan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Habib Muhammad Rizqi Bin Habib Ali Al-Qadrie memyampaikan bahwa sanya ” besar cintanya nabi kepada umatnya memang  tidak ternilai harganya, dan tidak Mungkin membalasnya dengan apapun( benang merah yanga dapat disimpulkan” jelasnya

Setelah penyamampaian ceramah selesai  ditutup dengan pembacaan do’a oleh habib dan di tutup oleh pembawa acara. Setelah itu di alunkannya sholawat oleh group hadrah santri sembari menghibur para masyarakat yang hadir ketika makan bersama. *Khairunnisa/Maulida)

Check Also

Mencintai Haba’ib dengan Cinta

Oleh: M Hasani Mubarok Pengantar Pada tulisan singkat kali ini, penulis sedikit akan mendiskusikan salah …

Tinggalkan Balasan