fbpx
Home / Badan Otonom / PMII se-Kalbar Kembali Gelar PKD Akbar

PMII se-Kalbar Kembali Gelar PKD Akbar

SINGKAWANG – NU Khatulistiwa,  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Se-Kalimantan Barat gelar Patihan Kader Dasar (PKD Akbar) di Pantai Palm Beach kota Singkawang. PKD kali ini mengangkat tema refleksi arah gerakan sebagai penerus bangsa dan penjaga NKRI. 21-25 Desember 2018 .

Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari tersebut berlangsung dengan khidmat dan sukses dengan jumlah peserta 72 orang, dari perwakilan 5 Cabang Se-Kalimantan Barat.

Dalam sambutan Nur Rohim selaku Ketua Pelaksana PKD Akbar mengatakan bahwa kegiatan PKD tersebut di rangkai dengan seminar kebangsaan yang diselenggarakan dan dikuti oleh Cabang Se-Kalimantan dengan jumlah peserta 72 orang.

“Tema ini diambil dengan harapan kader-kader yang lahir dari PKD kali ini mampu menjadi benteng Negara dalam menjaga keutuhan Negara ini, dan kenapa memilih pantai sebagai tempat terselenggaranya Kaderisasi ini karena kami ingin melaksanakan PKD ini dengan merefresh kembali fikiran-fikiran peserta yang selama ini disibukkan dengan perkuliahan yang padat sehingga harapan nya bisa belajar sekaligus berlibur diakhir tahun dengan suasana yang sangat nyaman”, ungkap Nur Rohim.

Mabinas PB PMII Hasyim Hadrawi dalam kesempatan yang sama mengatakan, “Jadikan PKD ini sebagai refleksi akhir tahun mengembalikan jati diri kader PMII ke arah yang sebenarnya, bahwa PMII ini lahir dari rahim nya ulama maka dari itu sifat dan karakter kader-kader PMII harus mencontoh para ulama. Banyak kader PMII hari ini sudah jarang ke masjid, maka dari itu pada momentum kali ini ayo kita jadikan sebagai tonggak melanjutkan cita-cita tujuan PMII. Jangan pernah tinggalkan masjid sebagai rumah pergerakan menyusun ide-ide serta gagasan strategi kaderisasi”, tegas hasyim Hadrawi dalam sambutan sekaligus membuka acara PKD Akbar tersebut.

Sementara Mantan Ketua Umum PB PMII Periode 2008-2011 Muhammad Rodli Kaelani di sela-sela Orasi Kebangsaan menyampaikan ada perubahan disetiap situasi dan kondisi zaman, karenanya PMII dituntut untuk bisa menyesuaikan dan merebut setiap kesempatan agar PMII tak tertinggal.
“Hari ini sudah berbeda pada era dulu saya menjabat, melihat Geopolitik Nasional dan Internasional yang sudah semakin terbuka menuntut kader PMII harus cekatan dalam mengambil setiap langkah dan keputusan,maka PMII harus hadir di semua jabatan strategis yang ada di Indonesia ini dalam melawan pemikiran-pemikiran ekstrem kanan jika ingin Indonesia ini baik-baik saja”.

“Jika kalian memaknai forum ini sebagai forum yang biasa, kita keluar dari sini akan menjadi biasa-biasa saja. Tapi jika kita maknai forum ini luar biasa ini maka keluar dari sini kita akan menjadi orang yang luar biasa”, tutup Rodli Kaelani. (rika)

Check Also

KOPRI PMII Kabupaten SIntang Gelar Sekolah Islam Gender Perdana

SINTANG – NU Khatulistiwa,  Pengurus Koprs Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri Cabang Sintang …

Tinggalkan Balasan