Home / Berita / PKC PMII Kalbar Protes Atas Kelangkaan Gas Elpiji 3kg

PKC PMII Kalbar Protes Atas Kelangkaan Gas Elpiji 3kg

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Dalam rangka menyikapi kelangkaan gas elpiji yang terjadi di Kalbar terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, PMII Kalbar gelar aksi protes terhadap PT Pertamina provinsi Kalbar, Jumat, 14/12 Pagi.

Aksi tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa, meski memadati lokasi namun aksi tetap berjalan dengan tertib, karena juga dikawal oleh pihak kepolisian mulai dari taman digulis Untan A.Yani diteruskan ke PT. Pertamina (Persero) Kalimantan Barat jln. Sutoyo. Jum’at 14/12/2018

“Saat ini gas elpiji 3 kg sangat dibutuhkan oleh mayoritas Masyarakat terutama kalangan ke bawah. Terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg yang semakin langka dan harga menaik mulai dari kisaran harga Rp. 15.000-16.000 per tabung, harga kelangkaan kisaran Rp.22.000-25.000 per tabung. ” Ungkap Abdul Malik, Ketua Bidang Eksternal PKC  PMII Kalbar

menurutnya, darri hasil kajian PKC PMII Kalbar menemukan setidaknya tiga poin terkait gas elpiji ini.

Pertama kemungkinan yang menjadi hambatan dijalur pendistribusian seperti infrastruktur dan prasarana.

Kedua, berdasarkan tanyangan oleh tribunPontianak.co.id pada rabu, 12 Desember 2018. Tim gabungan yang tetdiri dari PT. Pertamina (Persero) kalbar dan dinas koprasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) kota pontianak serta dibacup Polresta Pontianak menggelar inspeksi mendadak (sidak) tethadap sejumlah rumah makan dan restoran yang masih menggunakan Gas Elpiji 3 kg. Exekutive elpiji PT. Pertamina (persero) Pontianak, Sandi menjelaskan sidak yang dilakukan tim gabungan difokuskan di Wilayah Gajah Jalan Gajah Mada, Diponegoro dan Patimura. “Hasilnya ada sekitar lima sampai enam rumah makan, hampir semuanya masih menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kg”.

Ketiga, perkara kelangkaan elpiji bersubsidi kemungkinan juga disebabkan adanya penyelewengan atau kerjasama yang terselubung antar pihak penyedia dengan oknum pengusaha tertentu. Sehingga berdampak kelangkaan elpiji bersubsidi. Dari Dari kajian tersebut berarti bahwa pihak pertamina masih belum maksimal dalam melakukan pengawasan dan kontrol bersubsidi yang tidak tepat sasaran. Hal ini seharusnya pemerintah dan instansi terkait harus lebih tegas dalam menyikapinya.

Berdasarkan kajian tersebut maka Pernyataan PKC PMII Kalimantan Barat;

1. Menuntut PT. Pertamina Propinsi Kalimantan Barat untuk menerapkan regulasi terkait penyaluran LPG subsidi 3 KG agar tepat sasaran.
2. Mendesak PT. Pertamina (persero) dan aparat Keamanan Kalimantan Barat membentuk tim investigasi untuk mengatasi kemungkinan penyelewengan atau penimbunan yang dilakukan oleh agen.
3. Mendesak DPRD Propinsi untuk meminta penjelasan kepada pertamina terkait tetjadinya kelangkaan gas LPG 3 kg, serta melakukan pengawasan tethadap lembaga-lembaga yang memiliki kewenangan tethadap barang yang bersubsidi.
4. Mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Barat untuk melakukan inpeksi mendadak rutin ke lapangan.
5. Meminta kepada Satuan Tugas Pangan untuk melakukan operasi pasar.
6. Menuntut mundur manager PT. Pertamina (persero) KalBar, apabila tidap dapat mengatasi kelangkaan LPG 3 KG ini dalam waktu dekat.
7. Meminta semua lapisan masyarakat dan pemerintah bersama-sama mengawasi penyalah gunaan LPG 3 KG. (Rokib)

Check Also

Semarak Harlah ke-90, LP Ma’arif NU Kalbar Gelar Malam Refleksi

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama  merupakan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, …

Tinggalkan Balasan