fbpx
Home / Opini / Belajar dari Gusdur dalam Memahami Keragaman dan Perbedaan

Belajar dari Gusdur dalam Memahami Keragaman dan Perbedaan

Oleh: Dr. Ibrahim, MA

Ketua LTN PWNU Kalbar

Pernah kah anda melihat sebuah pemandangan alam, kemudian berdecak kagum akan keindahannya? Pernahkah kita mencari tahu mengapa pemandangan tersebut tampak begitu indah dalam pandangan kita? Adalah kombinasi dan perpaduan dari berbagai hal di dalamnya lah yang menjadikan pemandangan alam itu menjadi terlihat indah dipandang mata, disitu ada berbagai jenis pepohonan, ada warna warni dedaunan, tinggi rendah pohon dan sebagainya. Disitu juga ada kombinasi daratan, lautan, perbukitan. Disitu ada sinar matahari yang menembus dedaunan dan awan, ada burung berterbangan menghiasinya. Singkatnya, keindahan pemandangan alam terbentuk dari kombinasi dan perpaduan unsur-unsur yang saling berbeda, bukan satu warna saja. Begitulah ilustrasi yang pernah ditulis Gusdur dalam sebuah pengantar bukunya tentang perbedaan dan keragaman.

Dengan ilustrasi tersebut, Gusdur ingin kita semua faham dan sadar bahwa perbedaan dan keragaman bukan lah sesuatu yang mesti kita hindari. Perbedaan dan keragaman bukanlah pembenar alasan konflik yang terjadi. Perbedaan dan keragaman bukanlah dasar untuk saling menyingkir kan satu sama lain. Justru perbedaan dan keragaman itulah yang harus kita jaga bersama. Dengan berbeda kita memiliki kekayaan warna dan potensi untuk saling melengkapi. Dengan perbedaan dan keragaman kita bisa saling mengisi dan menutupi kelebihan dan kekurangan. Dengan perbedaan dan keragaman itulah sesungguhnya hidup ini menjadi indah dan sempurna.

Dengan memahami arti penting perbedaan dan keragaman semestinya tidak ada lagi orang yang merasa hebat dan bisa hidup eksis sendiri tanpa kehadiran orang lain. Karena pada hakikatnya, kita hidup bergantung pada peran orang lain. Seorang pejabat tidak akan punya makna apa-apa tanpa bawahan yang setia dipimpinnya. Penguasa/ pemerintah akan menjadi absurd maknanya tanpa kepatuhan rakyatnya. Si kaya yang konglomerat tidak akan bisa bertahan lama dengan kekayaannya tanpa si miskin dan si kuli yang setia membantu mengurus harta kekayaannya. Begitulah seterusnya.

Karena itu, sekali lagi kita tidak layak untuk menyombongkan diri dengan perbedaan, apalagi menapikan keberadaan orang lain karena mereka berbeda dengan kita.
Perbedaan dan keragaman adalah Sunnatullah, yang sengaja Allah ciptakan sebagai pontensi dan motivasi bagi kita menjadi lebih baik. Perbedaan dan keragaman menjadi alasan perlunya kita membangun kebersamaan, membuat kombinasi dan perpaduan yang baik sehingga terciptanya keindahan dan kesempurnaan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Mari kita rawat keragaman dan perbedaan sebagai kekayaan potensi untuk menciptakan keindahan dan keharmonisan dalam hidup.

Demikian pelajaran penting dari guru bangsa, guru umat, guru kita semua. Gusdur, Abdurrahman Wahid (Semoga Allah merahmatinya, amiin)

Nanga Jajang, Subuh Jum’at 28/12/2018

 

Check Also

PMII Masuk Kampung Bagi-bagi Buku Gratis di Sungai Enau

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  PMII masuk kampung menjadi jembatan pengembangan pendidikan di desa sungai …

Tinggalkan Balasan