Home / Berita / LTN PWNU Kalbar Rangkai Pertemuan Rutinan Sharing Jurnalistik

LTN PWNU Kalbar Rangkai Pertemuan Rutinan Sharing Jurnalistik

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama   Kalimantan Barat gelar sharing Jurnalistik yang diselenggarakan di sela-sela pertemuan rutin pengurus. Kegiatan ini diselenggarakan di kediaman  Yusniardi Jl.Adisucipto, Ahad, 25/11 Siang dan diikuti oleh pengurus LTN PWNU Kalbar dan perwakilan lembaga dan banom NU Kalbar.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua LTN PWnU Kalbar Ibrahim, Sekretaris LTN PWNU Kalbar, Erwin Mahrus, Pimred NU Khatulistiwa Ahmad Fauzi, serta Marsita Riandin Jurnalis Pontianak Post yang memberikan materi dasar-dasar jurnalistik.

Ibrahim dalam sambutannya mengawali kegiatan berharap bahwa  adanya kegiatan sharing jurnalistik  mampu direalisasikan oleh anggota dan generasi Muda NU khususnya pada tingkat banom NU dapat memiliki kemampuan dasar-dasar jurnalistik yang nantinya dapat menjadi agen agen jurnalis dalam setiap agenda kegiatan NU. “NU Kalbar sudah punya NU Khatulistiwa sebagai media resmi, kedepan adik-adik disini bisa ikut berkontribusi dengan kemampuan ilmu jurnalistiknya di media tersebut” ujarnya.

Mengawali materinya Marsita Riandini menyampaikan bahwa seorang jurnalis harus peka terhadap berita yang akan dimediakan, seorang jurnalis harus bisa mengolah kata yang harus sesuai dengan fakta.

Ia juga memberikan paparan singkat mengenai jenis-jenis karya jurnalistik seperti straight news (berita langsung), feature, opini, Rilis, apresiasi-cerpen dan puisi.

Tak hanya itu, Ia juga mengungkapkan bahwa untuk membuat berita seorang jurnalis harus memakai dan menguasai  unsur lazimnya berita yang disebut dengan 5W+1H, diantaranya yaitu; what, who, where, when, why dan how ( apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana), kalimat itulah yang harus digunakan oleh seorang jurnalis agar bisa mempertahankan kesatuan dalam menulis, dan tidak berbunga-bunga juga tidak bertele-tele. Imbuhnya

“Bahasa jurnalistik merupakan bahasa komunikasi media massa, media cetak, daring, maupun elektronik (radio dan televisi). Sebagai komunikasi massa maka bahasa jurnalistik harus jelas dan mudah dibaca dengan tingkat ukuran intelektual.” Pungkasnya. (Rokib/Ulil)

Check Also

IKA PMII Diharapkan Selalu Bersinergi Dengan NU

PONTIANAK – NU Khatulistiwa, Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com