Home / Berita / Kiai Ma’ruf Khozin Isi Tausiyah Peringatan Maulid Nabi Saw di Madu Sari

Kiai Ma’ruf Khozin Isi Tausiyah Peringatan Maulid Nabi Saw di Madu Sari

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  Panitia Hari Besar Islam Masjid (PHBI) Aljinan Gelar Hari Lahirnya  Proklamator Hak Asasi Manusia Muhammad SAW di Masjid Al-Jinan Parit Bunga Baru Rt 02/01 di Desa Madu Sari. (20/11) Selasa Pagi.

Kegiatan yang dimulai dari pukul 08.30 WIB berlangsung di Masjid Al – Jinan yang antusias di warnai dengan iringan Hadrah grub Assyobar. Turut serta dihadiri oleh KH. Khozin Ma’ruf, Ketua Masjid Aljinan Ustadz Abdurrahman Hamsy, kepala desa madu sari bapak Mukhtar Abdul Manaf, Syarif Muhammad Amin DPRD Propinsi Kalimantan Barat, Mantan camat kecamatan sungai raya Nur Syahril.M.Si, Para tokoh agama ,tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pengurus Ranting NU Madu Sari.

Syarif Muhammad Amin Assyegaf selaku dewan DPRD Propinsi Kalbar memaparkan sangat berbangga dipagi yang mulia ini dapat berkesempatan hadir dimomentum yang sakral. Dan rasa senangnya bisa bertemu dengan kiai muda yang pakar dibidang ahlinya yakni Ahlussunnah Waljamaah.

Ustadz Abdurrahman selaku ketua masjid aljinan mewakili ketua panitia mengucapkan ribuan terima kasih atas hadirnya para tamu undangan dan terkhususnya Gus Ma’ruf Khozin selaku ketua pakar Aswajah Center PWNU Jawa Timur. Meskipun Keadaan desa madu sari daerah masjid banjir namun tidak mengurangi sedikitpun berlangsungnya acara. “Selain ceramah inti yang nantinya akan disampaikan oleh pak kiai akan dikemas dengan sesi tanya jawab”.ujarnya.

Sebelum menginjak acara inti team hadrah Assyobar rangaki dengan lantunan sholawat Alhabsyi oleh Habib Muhammad Assyegaf bersama Rekan – Rekannya.

Pada kegiatan acara tersebut Panitia mengangkat tema dengan “Orang yang suka mencaci, menghina,menjelekkan dan merendahkan orang lain berarti akhlaknya tidak bersambung kepada Rosulullah dan kepada Allah SWT”.

Kiai Ma’ruf Ghozin dalam Tausiyah Nya menjelaskan dalam Momentum melaksanakan hari kelahiran nabi baginda muhammad saw seharusnya di sambut dengan hati yang berbahagia. Karena dengan adanya Rosulullah dilahirkan di muka ini sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Selayaknya kita hidup di dunia ini butuh banyak proses jalan menuju Kampung akhirat. Dan dengan mengharap syafaat nabi Muhammad saw kelak kita mendapatkan pertolongan gusti Allah SWT.

Jangan jadikan kegiatan maulid nabi sebagai seremonial semata. Namun manfaatkan menambahkan kedekatan cinta kepada Allah melalui maulid nabi Muhammad SAW. Karena Nabi Muhammad Adalah kekasih Allah SWT yang menjadi Uswatun Hasanah untuk kita sebagai Umatnya.

“Pada dasarnya masyarakat biasa melaksanakan maulid nabi pada bulan Robiul Awal (lotmolot) tahun hijriah. Tapi bisa dilaksanakan diawal bulan robiul awal bahkan bulan shofar dan di Akhir bulan Robiul Akhir”. Pungkasnya.

Dan kegiatan tersebut di selingi dengan dialog terkait amaliyah aswajah annadhliyah dan dalil tentang maulid bersama jamaah yang antusias senantiasa mendengar kan tausiyah dan bertanya seputar keutamaan dibulan maulid dan pahala yang dijanjikan Allah untuk ummat nabi muhammad yang cinta dan ikhlas merayakan hari lahirnya nabi yang agung.

Sebelum kegiatan berakhir dilakukan pembacaan sholawat Barzanji sekaligus doa oleh KH.Munawwir. (Ulil/Fauzi)

Check Also

Semarak Harlah ke-90, LP Ma’arif NU Kalbar Gelar Malam Refleksi

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama  merupakan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, …

Tinggalkan Balasan