fbpx
Home / Badan Otonom / Pondok Pesantren Nurul Islam Ngabang Sambut Rombongan KSN dengan Khotmil Qur’an dan Ramah Tamah

Pondok Pesantren Nurul Islam Ngabang Sambut Rombongan KSN dengan Khotmil Qur’an dan Ramah Tamah

 

NGABANG – NU Khatulistiwa,  Rangkaian Kirab Satu Negeri Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Barat tiba di Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Ahad, 7/10. Salah satu agenda rangkaian kegiatan KSN adalah Khatmil Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Islam Ngabang.

Khataman Al Qur’an Massal yang dipimpin Ust. Taufiqurrohman,setelah selesai jamaah Sholat Isya kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah,yang dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman,Sosok ,Sanggau,KH Zulkarnain,Pondok Pesantren Al Muslimun,Ngabang Landak KH Nur Kholis,Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam,Ngabang Landak,KH Luqmanul Qasim,S.Ag.,Ketua PHBI,Ahmad Fauzi,KASATKORNAS,Zaenal Arifin, Ketua PW GP Ansor,M. Nurdin,KASATKORWIL, Ahmad Tohidin,Ketua PC GP Ansor,Abu Hisyam,Seluruh Kader Ansor Banser sekabupaten Landak dan sekitarnya,Fatayat NU,Muslimat NU dan IPNU-IPPNU Kabupaten Landak.

.Abu Hisyam ketua PC GP Ansor Kabupaten Landak  menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini,dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini.

M. Nurdin,selaku ketua PW GP Ansor Kalbar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang meriah dan support yang diberikan terhadap rangkaian Kegiatan dan tim KSN ini,

Nurdin juga mengajak hadirin untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara di Palu dan Donggala,yang terdampak musibah gempa dan tsunami serta menggalang koin satu negeri dan pakaian pantas pakai untuk para korban bencana.

PP GP Ansor, Saiful Rahmat Basuki,menyampaikan bersyukur dan bangga ajaran ahlussunah waljamaah terus berkembang dan membumi di bumi khatulistiwa termasuk Kabupaten Landak. Saat memasuki gerbang Pesantren Nurul Islam melihat logo Pesantren yang di samping kiri kanannya ada bendera merah putih , ini menunjukkan bahwa para mu’allim akan menjaga agama dan negeri ini dari segala macam kekacauan yang akan terjadi.

Beliau menyampaikan bahwa KSN dilaksanakan serentak di lima titik pada tanggal 16 September 2018,di penghujung Papua,kota Merauke dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang satu kilometer(rekor MURI bendera terpanjang yang dipampangkan di perbatasan),titik terluar selatan Pulau Miangas,Sulawesi Utara,titik terluar Utara,Pulau Rote,Nusa Tenggara Timur,Nunukan,Kalimantan Utara yang akhirnya sampai di Kabupaten Landak,dan ujung Sumatra sebelah barat provinsi Aceh,Sabang yang akan bertemu di Jakarta,ada yang langsung ke Banyuwangi dan puncaknya,tanggal 27 Oktober 2018 di Yogyakarta.Saiful juga memohon doa agar rangkaian KSN ini dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT.

Beliau juga menyampaikan hal yang mendasari KSN adalah “kita sudah melahirkan sebuah konsensus besar bagi bangsa ini,kita bersumpah bertanah air satu,berbangsa satu,berbahasa satu, yang sudah kita wujudkan dalam kemerdekaan kita dan akan terus kita pertahankan sampai kapanpun. Semoga ini bisa terwujud atas doa para Kyai dan Masyayikh.

Adapun alasan melaksanakan kegiatan ini karena ada sekelompok kecil masyarakat kita yang mulai mengotak-atik konsensus nasional ini,mengganggu komitmen kebhinekaan kita,mulai berani ingin mengganti Pancasila,mengoyak kebhibekaan,mengganti UUD 1945 bahkan akan mengganti NKRI. Maka GP Ansor memberi pesan kepada mereka,pertama,GP Ansor dan Kyai-kyai di Pondok Pesantren tidak akan diam ketika Negara mulai diancam oleh mereka,kita harus menyatukan semua potensi masyarakat sadar kembali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua,adanya klaim kebenaran terhadap paham-paham Keagamaan,mereka yang merasa paling benar atas nama agama,harus kita coba rajut kembali bahwa agama adalah Rahmah,kasih sayang, kebersamaan,bukan meniadakan pihak lain atas nama sepihak. Ketiga, kondisi masyarakat kita ini lebih banyak diam atas keadaan dan kondisi tersebut,kita harus bersuara karena yang diancam adalah NKRI,komitmen NU kepada bangsa ini adalah tanamkan rasa cinta tanah air. Keempat, Kondisi Internasional yang mengkhawatirkan,di Negeri Timur Tengah,karena saling bunuh padahal agamanya satu,bahasanya satu karena efek klaim kebenaran sepihak tersebut. tak lupa,Utusan PPGP Ansor memohon maaf jika ada ketidaknyamanan karena salah paham terhadap KSN ini,acara ditutup dengan doa khotmul Qur’an oleh KH Lukmanul Qasim,S.Ag. Disela-sela kegiatan juga dinyanyikan lagu  Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan serta sholawat Asnawiyyah (Helly/Fauzi).

Tinggalkan Balasan