fbpx
Home / Badan Otonom / Forum Umat Islam Sanggau Siap Dukung Agenda Kirab Satu Negeri GP Ansor Kalbar

Forum Umat Islam Sanggau Siap Dukung Agenda Kirab Satu Negeri GP Ansor Kalbar

 

Sanggau – NU KhatulistiwaSekretaris Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Sanggau M. Rizal Ismail menegaskan sangat mendukung terlaksananya Kirab Satu Negeri (KSN) yang rencananya akan digelar dibeberapa titik di Sanggau diantaranya Tayan dan Entikong pada tanggal 6 – 7 Oktober 2018 mendatang. Rizal, bahkan akan ikut membeck up terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kalau kegiatan ini baik kenapa tidak kita dukung, karena saya juga laskar bela negara, kebetulan saya penasehat bela negara, jadi kami siap membeck up,” kata Rizal saat menggelar silaturahmi dengan pengurus GP Ansor Sanggau, Selasa (02/9/2018).

Dukungan tersebut disampaikan Rizal sehubungan dengan penolakan sejumlah Ormas terkait pelaksanaan KSN di wilayah Kalbar.
“Tidak semua Ormas yang menolak, kami FUI di Sanggau mendukung penuh KSN ini,” kata Rizal. Pensiunan PNS di lingkungan Pemkab Sanggau itu menyampaikan, kesalahphaman antara Ormas ini mestinya tidak boleh terjadi jika mereka mau duduk satu meja.
“Tujuan kita ini sama, NKRI harga mati, saya sangat berharap sesama anak bangsa harus saling mendukung, tidak boleh terpecah belah,” pesannya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Sanggau Hamka Surkati menyambut baik dukungan yang diberikan FUI Kabupaten Sanggau atas pelaksanaan Kirab Satu Negeri di Kabupaten Sanggau. Hamka menjelaskan bahwa kegiatan KSN ini bertujuan, pertama ikhtiar anak muda NU untuk mengokohkan konsensus (kesepakatan) bangsa Indonesia dalam menentukan dasar negara, yaitu Pancasila.

Kedua, tujuan Kirab Satu Negeri adalah neneguhkan fungsi agama sebagai sumber kasih sayang dan rahmah. Jangan sampai agama menjadi sumber kekerasan dan konflik. Agama justru harus menjadi sumber kedamaian dan perdamaian.

Ketiga, mengajak masyarakat mayoritas yang mencintai kedamian untuk berani bicara.
“Selama ini sebenarnya kalangan intoleran, menggunakan agama sebagai sumber perpecahan dan konflik jumlahnya sedikit. Tapi mereka sangat aktif dan populer di media, terutama di media sosial. Oleh karena itu sebagai anak muda kita harus berbuat sesuatu supaya kita tidak terpecahbelah,” pungkasnya.

Keempat, belajar dari pengalaman Indonesia yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, bangsa, dan bahasa selama berabad-abad, tapi hidup berdampingan dengan damai. Ini adalah hal yang positif untuk lebih dikenal di dunia internasional.

“Bahkan dunia ingin belajar dari kita bagainana keberhasilan kita meramu kemajemukan ini menjadi sebuah kekuatan. Tentu tidak sedikit mereka yang iri dan mencoba mengobok – ngobok kekuatan kita ini. Oleh karenanya kita harus waspada terhadap gerakan – gerakan yang mencoba memecahbelah kita sesama anak bangsa,” ujarnnya (iNDRA).

(indra)

Tinggalkan Balasan